Misteri HM

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 16 November 2016

Kau tahu hal yang paling ingin kulakukan adalah bertemu denganmu Tara, sekali lagi dan mengatakan aku mencintaimu.
Seketika itu pula wajah gadis itu berlinang air mata saat membaca sepotong paragraf singkat di sepucuk surat lusuh yang nampaknya sudah lama dibuat. Memang sudah lebih dari tiga bulan ia tak bertemu dengan orang yang menulis surat itu. Wajar saja karena kecelakaan itu telah merenggenggut sebagian ingatannya. Namun surat itu membuat ingatannya kembali. Jiwanya pun terguncang, menyesali apa yang sudah terjadi.

Waiting for you. HM
Kalimat itu tertulis di sepucuk kertas bersamaan dengan setangkai mawar merah yang ia terima. Mawar tersebut tergeletak di meja kerjanya dengan pengirim misterius. Keningnya pun berkerut saat ia membaca kalimat yang berada di kertas itu. Apa maksudnya? Gumamnya dalam hati.
“Tara, pulang sekarang?”
Suara itu membuyarkan lamunannya. Sejenak ia melupakan apa yang ia pikirkan barusan dan menghampiri sosok pria yang kini menjadi calon tunangannya. Ia pun tersenyum.
“iya” sahutnya.
Dan mawar tersebut tetap tergeletak di meja kantornya bersamaan dengan ruang kantor yang sudah mulai sepi menjelang senja yang menelan sang mentari.

Sudah bukan rahasia lagi Tara akan bertunangan dengan Rino, yaitu seorang direktur muda di perusahaan tempatnya bekerja. Bisa dibilang Rino sangat sempurna dengan wajahnya yang relatif tampan. Memang Rino punya banyak penggemar sejak ia menjadi direktur 6 bulan lalu. Namun entah mengapa ia memilih sekretarisnya sendiri sebagai kekasihnya, yaitu Tara. Memang Tara cukup cantik dengan wajah orientalnya yang khas, namun sifatnya sangat cuek, bahkan Tara pun tidak sama sekali mengagumi atau bahkan menyukai Rino. Tapi Rino tetap menempatkan hatinya pada Tara, sampai-sampai ia tetap mendampingi Tara pasca kecelakaan mobil yang merenggutnya. Seiring berjalannya waktu Tara pun luluh dan akhirnya hubungan mereka pun berlanjut seperti sekarang.
“lagi mikirin apa?” Tanya Rino sambil menyetir. Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
“gak kok” jawab Tara pendek.
“bohong” sahut Rino tidak percaya.
“iya deh aku cerita. Tadi ada yang ngirim bunga mawar terus inisial pengirimnya HM. Kamu tahu gak orang yang inisialnya HM?”
Rino pun kaget, tak menyangka Tara akan menanyakan hal itu, sudah pasti ia tak akan menjawab pertanyaan itu.
“kok diem?” Ujar Tara membuyarkan lamunan Rino.
“mmm gak kenal kok.” Jawab Rino gugup.
“kamu gak rahasiain sesuatu kan? Kamu kan tahu sendiri kalo aku sempet hilang ingatan. Pokoknya jangan rahasiain apapun.” Kata Tara dengan nada mengancam.
“iya, tenang aja.” Sahut Rino datar. Padahal sudah jelas ia menyembunyikan sesuatu dari Tara, dan Tara pun merasakannya. Tara pun berniat mencari tahu lebih lanjut siapakah orang yang berinisial HM itu.

13-21-14-7-9-14 1-11-21 19-21-4-1-8 20-5-18-12-1-13-2-1-20
HM

Kening Tara berkerut. Apa lagi ini? Gumamnya dalam hati. Deretan angka tersebut tertulis di selembar kertas bersamaan dengan mawar yang datang ke meja kantornya untuk yang kedua kalinya. Saat ia menanyakan siapa yang menaruh bunga ini di mejanya, semuanya menjawab tidak tahu, dan ternyata mawar ini dikirim dari alamat fiktif. Ia sangat penasaran maksud dari kode-kode angka itu. Ia pun akhirnya menceritakan mawar misterius itu kepada adiknya yang penggemar misteri.
“Tohru, apa kau tahu maksud kode-kode ini?”
Tohru bingung melihat apa yang diterimanya.
“HM itu siapa kak?”
“justru itu, kakak juga gak tahu. Kamu bisa memecahkan kode ini?”
“mmm sebentar. Kakak pergi saja dulu”
“Iya, tolong ya Tohru.”
Selepas kakaknya pergi ia pun berpikir keras. Apa maksudnya dari kode ini? Siapa yang mengirimnya? Dugaannya itu adalah seseorang dari masa lalu kakaknya, karena kakaknya baru saja hilang ingatan. Akhirnya ia meyimpan kertas itu dan menunggu petunjuk selanjutnya dari sang pelaku.

Jam istirahat di SMA Internasional Prasada, kelas XI IPA 1
Tohru membuka lokernya, ia mendesah perlahan. Banyak sekali surat-surat dari penggemarnya. Lalu ia pun mengambil kertas berkode angka dari kakaknya kemarin.
Sejak Tohru pindah ke Indonesia 3 bulan yang lalu banyak sekali yang menjadi penggemarnya. Tak heran, wajahnya yang sangat manis dengan kedua mata sedikit sipit namun tajam dan kepandaiannya yang sangat menonjol menjadi alasan banyak siswi-siswi di sekolahnya yang mengaguminya. Sayangnya ia sangat dingin dan tertutup.
Sebelumnya ia tinggal di Jepang bersama ayahnya yang bekerja disana dan pulang ke Indonesia 6 bulan sekali. Memang ayah Tohru orang Jepang dan ibunya orang Indonesia. Tetapi setelah mendengar kakaknya kecelakaan dan hilang ingatan ia menjadi menetap di Indonesia. Disinilah di sekarang. Dengan keadaan ruang kelas yang sepi Tohru mengotak-atik kode angka tersebut, namun ia tak juga menemukan petunjuk. Ia mengoperasikan angka-angka tersebut dengan menjumlahkan dan mengurangkan lalu membagi angka-angkanya dengan sedemikian rupa sehingga ia menemukan angka 18. Ia pun bingung, apa yang harus ia lakukan dengan angka 18 ini?

Seminggu kemudian
Setiap hari Tara dikirimi setangkai mawar dengan kode angka yang berbeda namun dengan inisial pengirim yang sama, HM. Ia pun mendesah perlahan dan ia sudah memiliki total 7 tangkai mawar merah dan 6 kertas berisi kode angka-angka dan hari ini adalah mawar ke-8. Ia rutin memberikan kertas tersebut kepada adiknya untuk diselidiki.
Di lain tempat adiknya selalu menyelidiki maksud dari kode-kode ini setiap jam istirahat. Walau sudah seminggu namun Tohru belum juga apat memecahkan kode tersebut.
Hari ini hasilnya pun nihil. Ia berpikir keras, apakah kode ini bukan dioperasikan? Apakah setiap angka ini mewakili satu huruf? Ia bingung, bagaimana caranya?
Ya, itu benar. Ia tersentak atas pemikirannya sendiri. Benar, setiap angka mewakili satu huruf.
Kalau dipikir-pikir angka yang tertera tidak lebih dari 30 setelah ia analisis dari surat-surat angka misterius tersebut. Karena tidak lebih dari 30 dan huruf alfabet ada 26, bisa jadi kodenya seperti ini:
Angka 1 mewakili huruf A, angka 2 mewakili huruf B, angka 3 mewakili huruf C begitu seterusnya sampai angka 26 mewakili huruf Z.
Setelah berhasil membongkar kodenya, Ia pun memecahkan kodenya satu per satu. Ia menerjemahkan surat angka yang pertama.
13-21-14-7-9-14 1-11-21 19-21-4-1-8 20-5-18-12-1-13-2-1-20
13. berarti huruf pertama adalah M karena M adalah urutan ke-13 dari huruf alfabet. Selanjutnya 21, berarti itu adalah huruf U karena huruf U adalah urutan ke -21 dari huruf alfabet.
Ia pun paham kunci dari kode itudan berarti surat pertama bertuliskan:
Mungkin aku sudah terlambat.
Mungkin aku sudah terlambat? Ia penasaran. Sesegera mungkin ia menerjemahkan semua surat-surat itu dan akhirnya menjadi suatu paragraf utuh menjadi:
Mungkin aku sudah terlambat. Namun ku harap kau bisa membaca kode ini. Aku tahu kau akan bertunangan, namun aku harap kode-kode ini dapat membangkitkan ingatanmu, dan itu akan mengubah segalanya.
Sudah kuduga, batinnya dalam hati. Pengirim misterius ini adalah seseorang dari masa lalu kakaknya, dan kemungkinan si pengirim tidak suka kalau kakaknya akan bertunangan, ada kemungkinan kalau mawar tersebut tetap dikirim setiap hari sampai hari ulang tahun kakaknya yang merupakan hari pertunangan kakaknya nanti, yang artinya pesan ini belum selesai, pesan ini akan terus berlanjut setiap harinya. Pertanyaannya adalah ia tak tahu pesan selanjutnya yang akan dikirim si pelaku, ia khawatir jika akhirnya pesan-pesan itu merupakan nada ancaman kepada kakaknya. Ia berpikir untuk kemungkinan yang terburuk, tentu saja untuk berjaga-jaga. Sayangnya ia tak bisa melacak darimana mawar itu berasal. Walaupun kodenya sudah terpecahkan, tetap saja belum bisa mengungkap identitas si pelaku.

“jadi pesannya kayak gini?” Sahut Tara saat membaca hasil terjemahan kode angka tersebut.
“iya kak, kemungkinan pesan itu belum selesai sampe hari pertunangan kakak. Hari ini kakak dapet kode apa?”
Tara pun menyerahkan kertas yang ia terima pagi ini, dengan cepat Tohru pun menterjemahkannya.
Kau tahu pelaku yang membuat. HM
“Kau tahu pelaku yang membuat? Pesan ini belum selesai. Aah sial harus menunggu esok hari untuk menunggu lanjutan pesan ini.” Ujar Tara.

Keesokan harinya mereka benar-benar meyelidiki pengirim misterius itu. Tara dan Tohru menunggu sang pelaku di seberang jalan dekat kantor perusahaan Tara bekerja. Ketika ada orang yang mencurigakan, mereka pun mengikuti orang itu sambil terus mengintai seseorang yang mengantar paket bunga mawar itu. Sampai ada seseorang yang datang membawa setangkai mawar.
“tolong antar ke meja Tara Hanagawa seperti biasa.” Ujar orang misterius ini kepada reseptionis.
Orang itu pun berlalu dan berpapasan dengan Tara dan Tohru. Hanya beberapa detik berlalu namun itu menumbulkan efek yang luar biasa bagi Tara. Ia merasa mengingat sesuatu dan tak diduga otaknya memutar memori yang terlupa seperti cuplikan film.
“namaku Tara, Tara Hanagawa”
“Hanagawa? Kau orang Jepang, ya? Tapi Bahasa Indonesiamu lancar sekali.”
“tentu saja, aku tinggal di Indonesia, dan Hanagawa nama keluarga dari ayahku yang orang Jepang.”
“oh begitu rupanya, kenalkan, aku Maru. Han Maru.”
Han Maru? Han Maru! Tara tersentak, ia ingat orang itu. Tanpa sadar ia berteriak
“HAN MA RU!” Panggil Tara.
Tetap saja orang itu tidak menoleh. Tiba-tiba kepala Tara terasa sangat sakit dan ia pun pingsan.

Tara pingsan dikarenakan shock yang terlalu berat karena ingatannya yang bangkit tiba-tiba. Kini hanya Tohru yang menemani Tara, tentu saja karena kedua orangtuanya masih di luar negeri.
“kakak sudah sadar?” Tanya Tohru cemas.
“dimana ini?”
“di rumah sakit. Kakak sudah pingsan 2 hari. Kemarin seharian kak Rino yang menunggu kakak, namun hari ini aku yang memaksa agar aku yang menunggu kakak hari ini.”
“Maru. Aku hanya ingat namanya saja. Kakak pengen banget ingatan kakak cepat pulih.”
“iya kak yang penting istirahat dulu, tapi kenapa kakak bisa kenal Han Maru ya? Dari namanya aja itu udah ketauan kalau itu nama orang Korea”
“iya juga sih kakak juga bingung, eh tapi itu mawar dari siapa ya?” Tanya Tara sambil menunjuk meja di sampingnya.
“tunggu.. Jangan-jangan…” ucap Tohru curiga.
Benar saja mawar misterius datang lagi, mungkin mawar itu datang saat Tohru tertidur tadi sehingga ia tak menyadarinya. Tohru langsung menterjemahkannya. Tanpa diduga, pesan itu berisi =:
Kita kecelakaan adalah Rino, calon tunanganmu itu. Apabila kode-kode ini tak mengubah segalanya,
Ada dua fakta yang baru diketahui Tara, pertama ternyata ia kecelakaan bersama orang yang berinisial HM itu, yang kedua Rino adalah pelakunya. Fakta itu sangat membuat Tara terkejut, ia pun hendak bangkit dari tempat tidurnya.
“mau ngapain kak?” Tanya Tohru cemas.
“pokoknya kakak harus nyelidikin ini ke kantor polisi. Mau cari info kecelakaan kakak waktu itu”
“besok aja kak, sampe kakak bener-bener sehat”
Brukk
Benar saja, Tara pun merasa sangat lemas, tubuhnya belum bisa menopangnya untuk berjalan, Tohru pun membantu Tara untuk kembali ke tempat tidur.
Tara kembali beristirahat. Akhirnya Tohru pun bertekad untuk menyelidiki itu semua. Demi kakaknya, ia harus menjawab puzzle-puzzle yang masih terurai dan mengungkap kebenaran itu sendiri.

Fakta yang ia temukan dari kantor polisi sangat mengejutkan. Han Maru dinyatakan hilang sesaat setelah dibawa ke rumah sakit, itu cukup mengherankan karena Maru dan Tara pun menderita luka yang cukup parah dan tak sadarkan diri. Memang bukti merujuk pada Rino tetapi data tersebut menyebutkan bahwa pihak korban bersedia untuk damai sehingga hukuman diringankan. Siapa yang disebut pihak keluarga? Batin Tohru geram. Ayah dan ibunya serta dirinya tidak tau pelakunya dan tidak ada permintaan pernyataan damai. Pasti Rino yang mempermainkan ini semua, pikir Tohru. Ia sangat membenci Rino karena tanpa rasa bersalah Rino pun mendekati kakaknya setelah kakaknya kecelakaan dan bahkan saat ini akan bertunangan.
Namun perhatian Tohru kini teralihkan pada sosok HM. Siapakah dia? Mengapa ia tidak menunjukkan dirinya pada kakaknya secara langsung? Mengapa ia harus mengirim kode-kode ini? apakah benar Han Maru adalah HM?
Ia yakin jika HM muncul ingatan kakaknya pun akan kembali lagi. Namun mengapa HM tidak keluar dari persembunyiannya?

Hari ini Tara diperbolehkan untuk pulang. Tara pun mengemasi barangnya sendirian karena Tohru sedang sekolah. Tiba-tiba ada yang datang, sosok yang kini dibenci Tara.
“mau apa kau kesini?” Ujar Tara dengan nada tinggi.
“tentu untuk menjengukmu. Kenapa kau marah?” Sahut Rino heran.
“apa benar kau pelaku yang menyebabkan aku dan Maru kecelakaan? Mengapa kau melakukannya? Lalu Maru itu siapa?”
Rino kaget Tara menanyakan hal seperti itu, namun Rino tau hal ini memang akan terjadi.
“ya aku melakukannya. Kamu dan Maru itu lebih mirip sepasang kekasih walau kamu menyebutnya hanya teman biasa, setiap hari kau selalu dijemput olehnya, sedangkan aku sudah jatuh cinta kepadamu. Ya mungkin aku cemburu lalu membuat kalian kecelakaan saat itu, dan sayangnya polisi mendapatkan sidik jariku. Setelah itu Maru hilang entah kemana.”
Tara pun kaget mendengar penjelasan Rino namun sayangnya ingatan Tara belum juga pulih.
“kalau begitu aku ingin batalkan acara pertunangan nanti.” Jawab Tara tegas.
“membatalkannya kau bilang? Kau pikir bisa semudah itu? KALAU BEGITU SILAHKAN MENYUSUL MARU KARENA KEMUNGKINAN DIA SUDAH MENINGGAL!”
Rino segera mengambil pisau lipat dari saku bajunya, lalu ia hendak meraih tangan Tara untuk memotong nadi Tara.
“a.. Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Tara dengan terbata-bata.
Tara menghindar namun Rino berhasil meraih tangannya. Setelah itu darah segar pun mengalir dari pergelangan tangan Tara.
“AAAAA” Tara menjerit kesakitan, suara tersebut cukup keras sehingga beberapa orang segera mendatangi ruangan tersebut.
“APA YANG AKAN KAU LAKUKAN DENGAN KAKAKKU?!” Teriak Tohru. Ia segera mengamankan Tara, dan Tara pun segera ditangani oleh medis untuk menghentikan pendarahannya. Ironis sekali, padahal hari ini Tara diperbolehkan untuk pulang, namun ia sepertinya kembali dirawat di rumah sakit untuk yang kesekian kalinya.
Sedangkan Rino, ia pun dibawa ke pihak berwajib dan pertunangan pun sudah pasti dibatalkan.

Seminggu kemudian
Tara termenung ketika dia mengumpulkan kode-kode tersebut dan menggabungkannya menjadi satu tulisan, namun masih ada yang menggantung.
Mungkin aku sudah terlambat. Namun kuharap kau masih bisa membaca kode ini. Aku tau kau akan bertunangan, namun aku harap kode-kode ini dapat membangkitkan ingatanmu, dan itu akan mengubah segalanya. Kau tau pelaku yang membuat kita kecelakaan adalah Rino, calon tunanganmu itu. Apabila kode-kode ini tak mengubah segalanya, seperti ledakan big bang yang dapat mengawali munculnya alam semesta kuharap sedikit ledakan bisa membuat
Ia merenung, ledakan apa yang dimaksud si pengirim misterius? Apakah ia akan membuat kekacauan di pesta ulang tahunnya? Memang tadinya hari ini adalah hari pertunangannya dengan Rino, karena pertunangan dibatalkan dan undangan sudah disebar, jadi acaranya hanya perayaan ulang tahun saja. Ia penasaran, apakah HM akan muncul? Dan juga apakah HM itu memang Han Maru?
“kak ada paket bunga lagi.” Ujar Tohru.
“udah diterjemahin kan? Pesannya apa?”
“semuanya dari awal lagi.” Jawab Tohru.
Tara pun menyambung kalimat tersebut di tulisan gabungan pesan itu. Jika digabungkan..
“Apabila kode-kode ini tak mengubah segalanya, seperti ledakan big bang yang dapat mengawali munculnya alam semesta kuharap sedikit ledakan bisa membuat semuanya dari awal lagi”
“Tohru, apa maksudnya ya?”
Tohru pun termenung.
“kak waspada! Mungkin aja HM akan memasang bom disini.” Ujar Tohru khawatir.
Tara tercengang. Lalu ia segera mengambil tindakan.
“kalau begitu aku akan lapor polisi.”
Setelah menelepon polisi, wajah Tara pun muram.
“bagaimana lagi, katanya tak ada bukti yang cukup. Bagaimana kalau tempat ini benar-benar akan dibom?”
“sudahlah kak, mudah-mudahan kita selamat. Acara akan segera dimulai kak, ayo kita kesana.”

Acara berlangsung sangat meriah, sejenak Tara melupakan kecemasannya soal surat dari HM. Namun saat ditengah acara, seseorang yang tak diundang muncul.
“Tara” panggil orang itu.
“Ma.. Maru.?”
“aku bukan Maru”
“Lalu?” ujar Tara heran.
“Namun aku yang mengirimkan surat-surat misterius itu. Kenalkan, aku Han Majun, saudara kembar Maru” ujar Majun.
“apakah kau si HM itu? Tapi bukankah nama orang Korea terdiri dari 3 suku kata?” ujar Tohru heran.
“ya aku tak bisa menulis HMR untuk Han Ma Ru atau HMJ untuk Han Ma Jun. Anggap saja mawar dan surat itu kami berdua yang mengirimnya.”
“mengapa kau melakukan hal ini?” Tanya Tara.
“Maru sudah tiada, aku melakukan semua ini untuknya. Bacalah surat ini, ini adalah surat yang ia tulis sesaat sebelum ia tiada, ini untukmu”
Kau ingat awal pertemuan kita di UI? Saat itu aku masih 1 tahun di Indonesia.
Banyak yang kita lakukan bersama dan kita mengukir kenangan bersama, seperti saat kita ke puncak tas kita tertukar karena kita sama-sama memakai ransel dengan model yang sama. Aku juga ingat ekspresi anehmu itu saat pertama kali makan kimchi. Aku pun juga ingat saat kau mengerjaiku dengan mengirimi kode-kode angka konyol yang ternyata itu adalah sandi angka pramuka. Aku tau kita hanya berteman namun aku sudah memiliki rasa yang lebih kepadamu semenjak pertama kali kita bertemu. Aku tau ini semua sudah terlambat, atau mungkin semua ini sudah berakhir. Namun kau tau? Hal yang paling ingin kulakukan adalah bertemu denganmu Tara, sekali lagi dan mengatakan aku mencintaimu.
Han Maru
Setelah membaca surat itu wajah Tara itu berlinang air mata. Surat itu membuat ingatannya kembali.

Di perpustakan UI
Tara mendapat tugas yang banyak sekali. Andai saja tugas-tugas itu bisa menyelesaikan dirinya sendiri, pikirnya. Ia ingin mengambil buku yang diinginkannya, namun ia tak bisa menjangkaunya. Tiba-tiba ada yang mengambilkannya.
“kau menginginkan buku ini?” Tanya pria itu sambil menyerahkannya pada Tara. Pemuda yang tinggi, putih dan sipit namun cukup tampan.
“oh terima kasih banyak.”
“siapa namamu?” Tanya pemuda itu terus terang.
“namaku Tara, Tara Hanagawa”
“Hanagawa? Kau orang Jepang, ya? Tapi Bahasa Indonesiamu lancar sekali.”
“tentu saja, aku tinggal di Indonesia, dan Hanagawa nama keluarga dari ayahku yang orang Jepang.”
“oh begitu rupanya. Kenalkan, aku Maru. Han Maru.”
“dari namamu sepertinya kau orang Korea, apa benar?”
“ya tentu, dan ini tahun pertamaku di Indonesia.”
“tapi bahasa Indonesiamu sangat bagus”
“Terima kasih”
Mereka pun kembali bertemu secara tak sengaja pada keesokan harinya, di perpustakaan juga. Seiring berjalannya waktu, tak hanya di perpus, namun di tempat-tempat lain mereka selalu bersama. Dari hari ke hari pun mereka menjadi semakin akrab.

Mereka pun lulus kuliah, dan Maru bekerja di Indonesia, kebetulan tempat mereka bekerja berdekatan jadi mereka selalu berangkat dan pulang bersama.
Namun pada suatu hari kecelakaan itu terjadi. Mereka dibawa ke rumah sakit yang sama namun entah mengapa Maru menghilang. Tara yang akhirnya sudah sadarkan diri pun tak merasa kehilangan Maru, karena ia hilang ingatan.

Tiga bulan kemudian
“hyung (kakak). Hyung sudah sadar?” Ujar Majun terkejut.
“Majun? Mengapa kau bisa disini?”
“mengetahui hyung kecelakaan aku meninggalkan pekerjaanku di Bali. Mana mungkin aku bisa tinggal diam?!”
Majun memang bekerja di Indonesia dengan pekerjaan yang berpindah-pindah, kadang di Jakarta kadang di Bali.
Maru pun mengingat kecelakaan itu. Tiba-tiba ia merindukan Tara.
“Majun tolong ambilkan kertas dan pulpen”
Majun pun memberikannya, tak lama kemudian Maru selesai menuliskannya.
“tolong berikan pada Tara.”
“Tara? Orang yang bersamamu waktu kecelakaan?”
“ya benar.”
“oke aku akan memberikannya.”
“saat pulang ke Korea nanti katakan pada ayah dan ibu maaf aku tak bisa menemui mereka, dan maafkan semua kesalahanku”
“hyung, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu?!”
Namun Maru tak mendengarnya karena ia sudah menghembuskan napasnya yang terakhir. Ia pun membaca surat yang baru ditulis Maru. Hanya dengan membaca surat tersebut Majun pun tau kalau Tara adalah seseorang yang sangat penting bagi Maru.
Seminggu kemudian ia mencari Tara untuk memberikan surat itu. Namun apa yang dilihatnya, ternyata Tara bersama pria lain. Ia mencari info lebih lanjut tentang Tara, dan ternyata Tara akan bertunangan. Mengetahui hal itu ia pun merencanakan balas dendam untuk Tara.

Jiwanya terguncang, menyesali apa yang terjadi. Mengapa ia harus hilang ingatan? Rasa sesak pun menghampirinya.
“Maru.. Maru..” Ucap Tara sendu.
“dia tak akan kembali lagi, itu semua karenamu Tara. Kalau saja Maru tak bersamamu waktu itu ini semua tidak akan pernah terjadi. Dia tak mungkin terluka parah, tak mungkin koma, dan tak mungkin meninggal! Kau tau, dia adalah saudara yang paling kusayangi. Untuk itu aku melakukan semua ini untuk membalas dendam, dan sekarang tahap akhirnya.” Ujar Majun licik.
“apa yang akan kau lakukan?” Ujar Tohru cemas.
“membuat ledakan, tentu saja. Seperti ledakan bigbang yang membuat alam semesta tercipta.” Sahut Majun menyeringai.
Majun menekan satu tombol di remote yang dipegangnya.. Tiba-tiba..
DUARRRR
Beruntung ledakan tersebut tidak terlalu besar, tak ada korban jiwa namun banyak korban luka-luka.
Pihak yang berwajib pun bertindak, dan Majun akan diadili setelah kesehatannya pulih, karena ledakan itu juga mengenai dirinya.

3 bulan kemudian
Tara mengunjungi makam Maru. Ia menabur bunga dan meletakkan surat balasan di atasnya. Tak terasa setitik demi setitik air matanya jatuh perlahan.
Kau tau Maru? Aku juga merasakan hal yang sama, dan hal yang paling ingin kulakukan adalah bertemu denganmu Maru, sekali lagi dan mengatakan aku mencintaimu. Di kehidupan selanjutnya kuharap kita bisa bersatu.
Tara Hanagawa
Tak lama kemudian angin berhembus sangat lembut bersamaan dengan datangnya suara yang tak asing bagi Tara.
“gumawo (terima kasih) Tara-ssi”
Seketika itu pula Tara terseyum sambil memandang ke atas langit.

END

Cerpen Karangan: Nisa Nurul Asror
Facebook: Nisa Asror
nama: nisa nurul asror
ttl: jakarta, 4 oktober 1998
wattpad: nisaasror
facebook: nisa nurul asror

Cerpen Misteri HM merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kasus Bayu

Oleh:
Awalnya aku serasa bosan dengan duniaku. Tuhan semberiku kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain. Entahlah mengapa tuhan memberiku kelebihan seperti ini. Setiap malam aku selalu ketakutan. Melihat sosok

Dibalik Jendela

Oleh:
Sepasang burung dara baru saja terbang meninggalkan atap sebuah rumah sakit. Sekaligus meninggalkan dua pasang manusia yang sedang berbincang hangat. “Kita pulang?” tanya perempuan yang duduk pada kursi roda.

Misteri Kost Nomor 13

Oleh:
Namaku adalah Dinda Syahputri dan satu lagi, aku mempunyai sahabat yang bernama Helena Jasmine. Kita berdua ini dulu memang satu sekolah apalagi kita juga sahabat dan sekarang kita berdua

Perempuan Penari

Oleh:
Malam ini hujan turun dengan derasnya, menyelimuti desa yang terletak tidak jauh dari danau Maninjau yang menggigil dengan desau anginnya dan mampu menerbangkan atap-atap kandang ternak milik warga. Beberapa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *