Misteri Kematian Smith Alex (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 4 January 2017

Oxford, kota yang dahulunya indah nan damai berubah menjadi kelam saat mafia mafia datang ke inggris. Mafia mafia ini sangat ditakuti warga Oxford sehingga terdapat banyak kriminalitas seperti pembunuhan, penculikan dan pengelapan uang. Para mafia ini selalu membawa senjata api yang mengakibatkan warga enggan keluar rumah, tapi masa masa kelam itu perlahan lahan sirna setelah tim detektif datang dan menyelesaikan masalah yang ada di oxford.

Detektif Rowan Doye Steve, salah satu dari tim detektif yang terhandal di oxford. Sudah 30 kasus yang dipecahkannya, salah satunya pembunuhan di Cambridge streets yang memakan waktu 1 bulan saja untuk menyelesaikan. Ia handal dalam menganalisis suatu kronologis hanya mendengarkan sambil membaca buku, tidak juga handal dalam menganalisis, ia juga handal dalam menyamar serta mengikuti orang menuju tempat persembunyian mafia mafia.

21 April 1962, Oxford kini mulai ramai, semenjak mafia mafia tersebut banyak yang ditangkap, Sir Doyen pun jalan jalan sambil menikmati langit yang menguning hingga tibalah ia di sebuah jembatan yang megah tetapi tidak ada satupun orang yang lewat karena banyak sekali pembunuhan yang ada di daerah tersebut, ia masuk ke gang tersebut dan tiba tiba ia melihat tetesan darah di trotoar, merasa curiga, ia mengikuti arah jejak darah. sir Doye merasa ragu bahwa terjadi pembunuhan di sekitar sini, lantas ia pun mengelilingi gang yang dicurigainya dan menemukan jenazah pria di tempat pembuangan sampah, lantas Doye pun langsung menghampirinya dan menelepon Mitranya untuk datang membawakan ambulan

Semuanya pun datang, mayat diangkat ambulan, mitra Doye Bean pun menanyakan kepadanya
“Apakah sudah menemukan bukti”
“Belum ada” ucapnya
“Darimana kamu tahu bahwa ada terjadinya pembunuhan disini?” Tanya Bean
Doye pun menjelaskan tetesan darah yang ada di jembatan hingga tempat pembuangan, dan akhirnya Bean menduga bahwa Doye harus mencari senjata pembunuhannya di sungai yang tidak jauh dari TKP

Doye pun pergi mencari senjata pembunuhannya di sekitar jembatan hingga sungai kecil. hasilnya, ia menemukan 2 buah pisau di bawah jembatan dan membawanya kepada Bean
“Dugaan yang tepat, ayo kita bawa ke rumah sakit untuk dianalisis” tegas Bean

Jam menunjuk 20:57, hasil autopsi pun keluar, dokter pun menjelaskan isi data tersebut
“Yah, mungkin kasus ini sedikit rumit, tidak ada ditemukan sidik jari ataupun DNA si pelaku, cara membunuh si korban pun sangat rapi dan teliti dan lagi pisau yang kau temukan sangat cocok dengam bekas luka di perutnya” kata doktor
“Hmmm… siapa nama korbannya?” Tanya Doye
“Alex dari Dublin ia sangat terkenal di Dublin, orang menyebutnya Smith Alex”
“Smith Alex, ba…bagaimana bisa, coba jelaskan tentang Smith Alex ini” tanya Ben degan penuh keraguan
“Ya.. Smith Alex dikenal dengan mafia yang terkuat, dan berbahaya. dia pun sangat ditakuti oleh warga warga yang ada di Dublin, bahkan mafia mafia lain pun tunduk kepadanya. Memang ia mempunyai musuh yang banyak tetapi enggan membunuhnya karena ia ahli dalam menggelapkan uang dan nark*ba” kata Dokter
Dengan penuh ragu, Doye pun pergi ke TKP
“Aku akan kembali ke TKP dan mencari bukti bukti lain”
“Aku ikut” tegas Bean
“Tidak usah, tetap disini ok” ucap Doye dan langsung pergi

Setiba di lokasi TKP Doye pun langsung menggeledah gunugan sampah yang berdekatan dengan tempat jenazah dan mendapatkan sebuah bukti lain yakni tas korban
“Baiklah, ini dia. Kuharap aku dapat menemukannya” lantas ia langsung memeriksa isi tas korban dan melihat segudang surat di tas tersebut. Doye pun memeriksa surat itu satu per satu dan ia belum mendapatkan barang bukti. Ia terus memeriksa tas tersebut hingga mendapatkan suatu surat yang belum dilihatnya sebelumnya. Ia merasa kebingungan karena isi surat itu pun tidak ada. Setelah dia beranjak dan pergi, tiba tiba ada orang memangilnya.

“Apakah anda seorang detektif”
“Iya, ada apa.”
“Begini, nama saya Simon, saya me….”
“Tunggu!?, apakah kamu melihat peristiwa pembunuhan di sekitar sini?” Tanya doye
“Iya, saya sendiri” ucap Simon
“Baiklah kamu ikut saya ke kantor ok”
“Tidak perlu karena disamping pembuangan ini adalah rumahku”
“Baiklah, kita masuk”

Setelah memasuki rumah dan duduk di ruang tamu, mereka pun memulai pembicaraan kronologisnya
“Baiklah, sebelum dimulai, pinjamkan dulu aku bukumu” Ucap Doye
“Buku?, aku tidak punya buku”
“ya sudah, mari kita mulai, ceritakan semua kronologis sebelum terjadinya pebunuhan yang kamu lihat”
“Baiklah, sebelum terjadi pembunuhan, saya melihat seorang di pembuangan sambil membawa sekop”
“Sekop?, untuk apa”
“Dia menguburkan sesuatu di pembuangan, mungkin surat terpenting” ucap Simon
“Kamu tahu di mana dia menguburkannya”
“Ya saya tahu”
“Ayo kita kesana”

Dengan penuh penasaran, mereka pun pergi ke tempat dimana barang bukti lainnya bersembunyi dan menemukan sebuah sekop serta bekas penggalian Alex. Setelah menemukan sekop dan bekas penggalian, Doye langsung membuka lubang tersebut dan hasilnya mereka menemukan sepucuk kertas yang belumuran lumpur.
“Iniii dia, sepucuk kertas yang dicari cari, apakah disini ada kotak?”
“Saya akan carikan” simon pun bergegas mencari kotak sepatu di pembuangan dan akhirnya mendapatkannya.
Setelah mendapatkan bukti mereka kembali ke dalam rumah dan melanjutkan kronologisnya.

“baiklah sekarang kamu jelaskan, ada berapa orang yang membunuhnya”
“2 orang tetapi mereka memakai topeng dan mantel jas”
“Lalu?”
“Yah… terjadilah pembunuhan, tetapi sebelum dibunuh, mereka sempat berbicara, mungkin mereka saling kenal”
“Berbicara?, apakah kamu mendengarkan pembicaran mereka”
“Tidak, tidak ada satupun yang saya dengar”
“Hmmm gitu ya. Baiklah aku pergi”
“Ok. Semoga sukses” dan Doye pun pergi meninggalkan Simon

Tanggal 23 April. Penelitian tentang surat itupun dilakukan, penelitian ini butuh banyak waktu yang lama karena banyak tulisan yang menghilang bahkan tintanya luntur, Setelah sekian lama, hasilnya pun keluar
“Yah… mungkin ini menjadi kasusmu yang terumit atau tidak bisa diselesaikan oleh 1 orang saja, kamu harus membutuhkan 1 mitra” kata Andres yang meneliti surat tersebut
“Kenapa bisa begitu” Tanya Doye
“Surat yang kamu temukan itu berasal dari skotlandia tepatnya Edinburgh”
“Edinburgh, jadi apa isi surat tersebut”
“Kami masih tidak mengetahui isinya karena tulisannya benar benar menghilang dan tidak bisa kami lacak”
“Ya sudah, Apaka surat itu ditujukan untuk Alex?”
“Ya, surat itu memang ditujukan kepadanya”
“baiklah, siapa yang mengirim surat itu kepadanya”
“Nathan Connor”
“Hmmm.. lagi lagi kita beurusan dengan mafia lagi?”
“Itu pasti”
“Baiklah, kita pergi ke Skotlandia dan menjumpai si Nathan ini”
“Seharusnya kau harus membawa 1 orang untuk pergi ke Skotlandia”
“Aku ajak Bean” lalu Doye pun meninggalkannya dan menuju ke rumah Bean untuk menemaninya ke Edinburgh

“Apa… pergi ke Edinburgh, untuk apa kita kesana, apakah kasusmu sudah selesai?” Ucap Bean penuh keheranan
“Justru itu kita akan mencari titik terang di sana” Ucap Doye dengan tegas
“Tapi kenapa tidak disini?”
“Kertas ini menunjukkan bahwa ada bukti lain yang bersembunyi di sana” sambil menunjukkan kertas tersebut
“Baiklah, kapan kita kesana”
“Mungkin Hari ini”
“Ok, aku akan besiap” lantas Bean mengemas pakaian pakaiannya dan pergi ke Edinburgh dengan kereta api

Sesampainya di stasiun, ia pun langsung memasuki stasiun tersebut dan tiba tiba dia menemukan sebuah bukti lain yakni foto Alex dengan temannya di dekat parit stasiun, dengan merasa heran, ia pun langsung menyimpannya dan tidak memberi tahu kepada Bean
Setelah menghabiskan perjalan dari Oxford ke Edinburgh, kini mereka berdua akan mencari titk terang kasus ini dengan mengunjungi Nathan

Bersambung

Cerpen Karangan: Kana Bala

Cerpen Misteri Kematian Smith Alex (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Memecahkan Misteri di Sekolahku

Oleh:
Nama gue Lianti syanastasya. Lo semua boleh panggil gue Lianti atau Syanas. Gue sekolah di salah satu SMP swasta di Jakarta utara. Cerita ini gue ambil dari kisah sekolahan

Damned Song (Gloomy Sunday)

Oleh:
Namaku Alice Safitri, biasa dipanggil Alice. Alice berumur 13 tahun. Tepatnya kelas 1 SMP. Lagu Gloomy Sunday berkumandang. Menurut Alice, lagu itu sangat bagus. Setiap hari ia mendengarkan lagu

Noda Hitam

Oleh:
Lusia bekali-kali mencoba memejamkan matanya, tetapi sepertinya rasa kantuk tidak mencoba menyerang dirinya. Dia mencoba bermain dengan ponselnya berpikir dia akan tertidur, karena biasanya begitu. Tetapi kali ini sama

Titisan Seroja

Oleh:
Bus yang ditumpangi Diana mengerem di pemberhentiana terdekat Desa Warui. Gadis itu memiringkana senyum semangat, tak sabar dengan petualangan kali ini. Mengulik desas-desus unik Desa kecil nan hijau itu.

Sssttt… I’m Here (Part 1)

Oleh:
“Ras…” panggil wanita bertubuh agak gempal “Oii…” jawabku santai tanpa menoleh “Dua hari ya.” melemparkan sesuatu padaku Aku sontak bangun dari tidur santaiku melepaskan Ipad yang sedari tadi tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Misteri Kematian Smith Alex (Part 1)”

  1. Puput says:

    Kapan sambungannya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *