Misteri Mitos Mimpi Makan Kue

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 May 2017

“Rosa…” panggil seseorang dari belakangku.
“Eh? Bu Nita… ada apa, Bu?” jawabku sambil tersenyum.
“Tidak apa apa! Cukup menyapa saja sama mengingatkan padamu untuk besok ya?” kata Bu Nita ramah.
“Oh iya bu, saya pasti ikut kok!” ujarku.
“Sampai jumpa besok ya, Rosa!” pamitnya.
“Iya buu…” balasku.

Namaku Rosalina Gabrielle, panggilanku Rosa. Aku bersekolah di SMP Nusa Bangsa, Surabaya. Besok sekolahku mengadakan darmawisata ke gunung. Gak asyik ya? Padahal kelas lain pergi ke luar kota, kelasku.. malah ke gunung! Tapi aku tetap senang loh, soalnya aku perginya bareng Thania dan Thalia. Mereka adalah saudara kembar yang sifatnya bedaa bangeettt!! Bedanya apa? Thania adalah gadis cantik, sopan, rapi dan pintar sedangkan Thalia bertolak belakang dengan Thania. Thalia itu pemalas, gak rapi, nakal, tomboy tapi pinter. Pinter?! Pinter nyontek maksudku.

“Hai Rosa.. siap untuk besok?” sapa Thania sekaligus bertanya.
“Hai Than! Siap dong! Nanti kita duduk bareng ya?” ajakku sambil senyum.
“Aku gak diajak nih ceritanya?!” tanya Thalia sedikit membentak.
“Tentu dong, Thal! Kita kan sahabat..” jawabku.
“Thalia.. nanti bilang mama ya? Aku ke rumah Om Wiryo dulu.. byee” pamit Thania sambil berlari menghindari kami.
“Sip! Pulang cepat loh! Nanti kapan persiapannya..” jawab Thalia berteriak.
“Iyaaa” balas Thania.
“Om Wiryo? Pamanmu, Thal?” tanyaku bingung.
“He-eh. Dia agak galak dikit sama aku, entah dia menyukaiku atau tidak..” jelas Thalia.
“Hmm” komenku pendek.
“Pernah denger mitos makan kue gak?” tanya Thalia memulai pembicaraan kami lagi.
“Gak.. emang kenapa?” tanyaku
“Kalo pas mimpi.. kita gak boleh makan kue! Nanti mati!! Aku diceritain kakekku..” cerita Thalia.
“Masa sih? Tapi gimana caranya kita ngetahui itu mimpi apa gak?” tanyaku.
“Entah. Aku sih percaya aja.. kamu?” ucap Thalia.
“Biasa! Gini deh.. aku ada ide! Kalo pas kita makan kue entah itu mimpi apa gak, liat aku ya sama Thania.. apa dia juga makan kue” kataku memberi ide.
“Terus maksudmu kita mati sama sama gitu?! Idih ogah!! Aku masih mau hidup!!” teriaknya.
“Ya udah, whatever! Pokoknya ingat saranku dan sebarin ke Thania ya..” pesanku.
“Oke oke!!” kesel Thalia.
“Hahaha.. kamu udah cerita ke siapa aja?” tanyaku.
“Semua kelas.. mereka juga percaya dan ada sebagian yang bilang pernah denger mitos itu” cerita Thalia.
“Hmm.. oke byee, aku dah sampai rumah nih! Hati hati ya!” pamitku.
“Byee..” balas Thalia.
Aku pun memasuki rumah. Sesegera mungkin kurebahkan tubuhku. Rasanya capek ini belum menghilang. Tiba-tiba terdengar bunyi bel. Ting! Tong!

“Siapa ya? Bik Nul!!” teriakku.
“Ya non? Ada apa?” jawabnya.
“Itu siapa di luar…” ujarku.
“Bik Nul mau bukain.. tunggu sebentar!!” jawabnya.
“Yaa” kataku pendek.

Beberapa menit kemudian, terdengar beberapa orang berpijak di lantai rumahku. Kulihat dari kolong bawah pintu, tampak banyak orang melewati kamarku. Dan terdengar suara Mama dan Papa di sana.
“Ma? Pa? Su-” kataku terpotong saat melihat seorang pemuda sebaya denganku tersenyum.
“Hai..” sapanya.
“Bryan?! Lo di sini? Ngapain lo nginjak rumahku?!” kataku bersikap kasar.
“Masih marah? Sorry ya..” katanya enteng.
“Maaa!! Bisa beri penjelasan kenapa ada orang kayak gini ke rumah kita!!” teriakku.
“Rosa! Bryan akan tinggal 1 minggu di rumah ini.. harap berteman dengan baik ya!” ujar Mama.
“Iya! Meskipun kalian gak satu sekolah.. papa harap kalian akrab” sambung Papa.
“Ma! Besok aku pergi ke gunung..” kataku memberitahu.
“Ya mama sudah izinkan, dan pulangnya kalian kan bisa akrab juga..” jawab Mama.
“Aku masuk kamar aja dah..” kataku

Keesokan harinya, aku sudah tidak sabar menjalani hari ini. Naik gunung!! Bersama teman teman lagi!! Yeeiii!!!
“Sweety? Ayo persiapkan.. mama bawain snack dan nasi goreng ya? Pokoknya nasinya harus abis! Kalo gak nanti busuk..” ujar Mama.
“Iya ma.. Rosa lagi persiapan nih” jawabku.

Beberapa menit kemudian, aku bersiap untuk sarapan. Hmm.. kare ayam! Tapi.. ugghh, si Gembel bikin kare enakku jadi hambar.
“Selamat pagi, Ros!” sapa Bryan.
“…” Aku menghiraukan katanya.
“Rosa..Bryan menyapamu…” ingat Mama.
“..Yah..Pagi..” jawabku.

Kuhabiskan makananku secepatnya. Biar gak lama lama lihat muka Gembel itu. Apa kalian tau penyebabnya kenapa aku benci sama Bryan? Dia itu mantanku tapi dia sudah mengkhianatiku demi Silvy. Silvy sekarang bersekolah dengan Bryan, jadi gak ada gangguan.

“Ma! Pa! Aku pergi!” kataku.
“Ya sayangg..” jawab mereka berdua.
“Bry! Pergi!” kataku acuh.
“Iya..” jawabnya tersenyum. Senyum Palsu!!

Sesampainya di sekolah, aku bertemu dengan Thania dan Thalia. Mereka tampak kebingungan.
“Ada apa?” tanyaku.
“Caca kehilangan gelangnya…” kata Thania.
“Apa urusannya sama kalian?” tanyaku lagi.
“Aku gak ngurusi!! Terserah Caca mau ngilangin apa yang penting bukan urusanku!” galak Thalia.
“Hanya membantu, Ros! Liat Caca, dia menangis terus..” sedih Thania.
“Air mata buaya tuh!!! Gelang imitasi aja ditangisi!” omel Thalia.
“Sini kubantu deh.. tadi jatuh di mana?” tanyaku sambil ikut membantu.
“Tuh” jawab Thania.

Tak lama kemudian, Bu Nita menghampiri kami.
“Anak anak! Gelang Caca udah ketemu! Silahkan naik bus!” ujar Bu Nita.
“Buang buang masa deh!! Makanya punya barang dijaga!!” teriak Thalia.
“Thalia!! Jaga omonganmu!” marah Bu Nita.
“Ayo masuk Thal..” suruh Thania.

Di dalam bus, kami semua bercanda ria. Ada yang asyik membaca buku, bermain gadget, nyamilan, bahkan wefie bareng. Kalo aku sih, main sambung kata sama Thania, Elisa, dan Mona. Kalo Thalia sih acuh aja, dia gak mau diajak main bareng sukanya dengerin musik sambil baca novel One Night.

“Mual!”
“Alim!”
“Limun! Nama minuman di Jepang!”
“Muntah!”
“Tahu!”
“Hutang!”
“Tangkas!”
“Kasur!”
“Suram!”
“Rambut!”
“Buta!”

Kami berempat sangat asyik sekali, sampai
sampai perut kami berteriak.
“Lapar.. mau cookies?” tawar Elisa.
“Boleh tuh.. makasih ya” kataku.
“Minta, El!” pinta Mona.
“Thanks, El!” kata Thania.
“Aku ada potato crips! Mau?” tawarku.
“Yaa!!” kata Elisa.
“Psst.. Thania! Rosa! Pake sabuk pengaman kalian!” bisik Thalia.
“Hah? Kenapa?” tanyaku sambil memakai sabuk.
“Tuh liat ada jurang!! Bentar lagi kita masuk sana!” bisik Thalia lagi.
“Thalia! Rosa! Kuharap kita selalu bersama!” pinta Thania berkeringat dingin.
“Anak anak!! Ada juraangg!!” teriak Bu Nita.
“Kyaaaaaa!!!” seru anak anak bersama sama.
Bug!! Terdengar suara hantaman keras! Oh semuanya sudah terlambat. Thania! Thalia! Sampai bertemu di surga..

“Rosa..” panggil Bu Nita.
“Ibu? Masih hidup?” kataku.
“Ya dong! Kita semua masih hidup..” katanya.
“Rosa! Ada perayaan karena kita masih hidup nih! Ada banyak kue tart di sana, yuk!” ajak Mona.
“Hah? Thania? Thalia? Mereka di mana?” tanyaku.
“Sudah di sana kok.. kamu telat sih!” kata Kaila.
“Ah maaf ya..” kataku sembari meminta maaf.
“Tuhh.. enakkk lohhh…” iming iming Elisa.
“Thania! Thalia! Gak selera makan?” bisikku pada mereka.
“I..ini.. mim..pi..” jawab Thalia.
“Aku.. dilarang.. sama.. Thalia..” kata Thania terbata bata.
“Ada apa dengan kalian bertiga? Makanlah! Anggap ini traktiran Bu Nita!” ujarnya.
“Iya bu..” aku hanya tersenyum kecut.
“Makan, Rosaa!!” suruh Mona.
“Lahappp abiss kuee inii!!” teriak Helen.
“Ke.. kenapa.. dengan kalian.. berdua?” tanyaku.
“Makan.!! Biar sama seperti kami!!” teriak Kaila.
“Larrii Thalia! Rosa!” ajak Thania.
“Kyaaaaaaa…” teriak kami.

“Hey? Ada apa? Mimpi?” tanya seorang dokter.
“Mung..kin.. ini.. di mana?” tanyaku.
“Ini di RS! Kamu abis kecelakaan di lereng gunung..” kata seorang dokter yabg bernama Dokter Ario.
“Bagaimana dengan Thalia dan Thania?” tanyaku.
“Oh Nathalia dan Nathania ya? Mereka hanya sedikit terbentur di kepala saja..” jawabnya sambil tersenyum.
“Dok? Tau tentang mitos makan kue di mimpi?” tanyaku lagi.
“Tau! Itu beneran kok! Tau darimana kamu?” tanya dok Ario lembut.
“Aku.. barusan.. mengalami kejadian.. itu!” jawabku.
“A..apa? Terus..?” tanya dok Ario cemas.
“Aku tidak memakannya! Apa ada penumpang lain yang selamat?” ucapku sambil bertanya.
“Tidak! Selain kamu dan kedua temanmu ini tidak ada yang selamat..” kata dokter itu.

Deg! Mitos itu terjadi. Bu Nita dan teman temanku semua meninggal. Mereka menyuruh aku, Thalia, dan Thania meninggal.

“Rosaa!! You’re live! Aku barusan mimpi Bu Nita dan kawan kawan lohh..” kata Thania.
“I happy we live!” ujar Thalia.
“Ohh.. terima kasih pesanmu, Thal! Aku.. gembira.. sekali..” ujarku.

Cerpen Karangan: Audrey Alexander
Hai, para readers cerpen!! Kenalin, namaku Audrey. Hobiku adalah menulis cerpen. Kalo mau liat ceritaku, boleh liat kok di wattpad. Search namaku yaitu audregrace088. Sampai jumpa!

Cerpen Misteri Mitos Mimpi Makan Kue merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teror Maut

Oleh:
Dulunya, SMA N 01 Karang Permai adalah SMA favorit di kalangan remaja SMP. Tetapi, sejak gosip seram itu tersebar luas, reputasi SMA N 01 Karang Permai perlahan-lahan turun. Gosip

Pada Akhirnya

Oleh:
Awal kelas 9. Hari itu, pertama kali aku bertemu dengan Deni. Aku melihat dia duduk sendiri. Lalu seseorang memanggilnya, “Deni… ayo gabung sama kami.” Deni pun duduk di salah

Cinta Yang Kupendam

Oleh:
Wajahnya yang menyejukkan hatiku, sorot matanya yang tajam, dan senyumannya yang memesona. Dialah “A”, teman sekelasku yang kusukai. Semua ini bermula ketika aku baru masuk sekolah di SMP, lebih

Luna, Si Anak Pemalu

Oleh:
“Luna!! buku kamu ketinggalan!!” Aku berteriak sambil melambaikan buku catatan bahasa indonesia miliknya. Dia tampak ragu untuk melangkah, tapi akhirnya dia menghampiriku juga. “Terima kasih…” ucapnya sambil menunduk, setelah

Waktu Di Balik Senja (Part 4)

Oleh:
– Nathan Aditya POV Hari ini aku sungguh tidak bersemangat untuk sekolah. Apalagi ditambah dengan janjiku sama Salman agar tak mendekati Secret Admirerku, Rayya Arthamevia. Entah apa yang membuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Misteri Mitos Mimpi Makan Kue”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *