Misteri Sebuah Sekolah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 12 February 2015

Di suatu sekolah smp ternama di Jakarta, yang bernama Smp binus 8. sekolah ini selain terkenal dengan akademiknya juga terkenal mistisnya. cerita ini berawal saat Dian dan teman-teman nya, menyelidikinya.

Pagi di sekolah
Shinta: “pagi jeng”
Ajeng: “pagi shin, oh ya aku mau nanya denger-denger, hantu di sekolah ada lagi ya?”
Shinta tertegun sambil melamun “iya, aku juga denger denger sih gitu.”
Mereka berdua pun hening dan bingung, tiba tiba terdengar teriakan dari kelas IX 4, mereka pun lansung menuju kesana.
“eh ada apa?” tanya ajeng yang begitu penasaran. “temen kita dibunuh.” jawab faisal..
Shinta: “siapa? gila tuh pembunuh!”
“Tau tuh, bosan gue liat kejadian kayak gini mulu” Jawab Randa.

Seketika itu Ibu mimi pun datang dan memindahkan kita semua ke kelas lain.
“Anak-anak, kita kedatangan teman baru nih, Ayo perkenalkan dirimu nak.” jawab ibu mimi
“Hai, namaku Dian, aku pindahan dari Smp Pelita” Dian pun sambil tersenyum memperkenalkan dirinya.

Setelah memperkenalkan dirinya, dian pun lalu duduk di bangku paling belakang. Setelah bel pun berbunyi, Ajeng, Shinta, Harum, Faisal, Randa, Dendi dan Bayu pun mengajak dian ke kantin dan untuk berkenalan lebih dekat.
Dendi: “hai, kenalin namaku Dendi, oh ya ini teman-teman aku, namanya faisal, bayu, randa, harum, shinta dan ajeng.” sambil tersenyum mereka berenam pun memperkenalkan dirinya masing-masing. setelah terjadi perkenalan itu, mereka pun menjadi sahabat.

Bayu: “eh guys, gimana kalau kita uji nyali ntar malem?”
Randa: “Ogah ah, aneh aneh aja lu!”
Harum: “gue setuju, ah lo ran dasar penakut.”
Randa: “Enak aja, oke gue ikut”.
Dian: “setuju”

Malam harinya pun mereka bergegas menuju ke sekolah tersebut..

Setelah sampai
“Gila, ini nyeremin deh. gelap banget” Ucap Faisal..
“kenapa lo takut?” jawab Shinta.
“Udah udah jangan pada ribut deh, yah udah yuk kita masuk…”

Setelah masuk gerbang sekolah, mereka pun berpencar.
“eh kita berpencar ya, Shinta, Harum, Faisal, Randa ke lantai 1 dan 2, sedang kan aku, Dian, Bayu, Dendi ke lantai 4 ya” tanya ajeng.
“Sipp” jawab mereka kompak.

Setelah itu, Dian dan kawan kawannya menuju ke lantai 3. Tiba tiba terdengar suara teriakan, Dian dan the geng pun menuju ke bawah, tapi tak ditemukan apa apa. Lalu, lampu pun padam seketika.. Mereka pun berpisah, Dian dan Bayu, sedangkan Dendi dan Ajeng. Dian dan Bayu pun melihat harum terkulai lemas, mereka pun lansung membawanya ke mobil. Dendi dan Ajeng pun melihat orang berjubah hitam lalu, orang tersebut memukul ajeng, Dendi pun langsung berlari.
Ketika itu, Dendi, Dian, Bayu pun mencari ajeng, randa dan faisal. akhirnya mereka bertiga pun bertemu dengan ajeng dan faisal, Lalu.. shinta dan randa mana?
Tiba tiba, ‘Bruukk’
kami berempat pun sadar ,Lalu kami melihat bayu, randa dan shinta, argghhh..

Cerpen Karangan: Dian Callista
Facebook: Dian Callista
Namaku Dian,maaf yah kalo cerpenku kurang bagus. Twitterku: @DianWilliam, Fb: DianCallista
smoga kalian suka cerpen ku 🙂 😀

Cerpen Misteri Sebuah Sekolah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anabel (Part 2)

Oleh:
Kami berjelan tergesa menuju kamarku dan melihat Anabel yang menjerit-jerit ketakutan. Aku menarik Anabel ke pelukanku dan menepuk-nepuk pundaknya agar tenang. Anabel masih terisak di pelukanku sedangkan Andra melihat

Mimpi

Oleh:
Derap langkahku yang berlari tergesa memecah kesunyian lorong rumah sakit yang tampak muram. “pulanglah Cleo. Papa sakit,” ucapan mamaku di telepon siang tadi masih terngiang di telingaku. Aku memang

Terkadang Kebenaran Menyakitkan (Part 1)

Oleh:
Suara tangisan berdengung dari ruangan itu, seorang pria, yang juga kepala keluarga, baru saja kembali ke pangkuan sang illahi, sang anak, Rahmad, adalah yang hatinya paling tersakiti, kematian ayahnya

Hembusan Terakhir

Oleh:
Suasana hari itu sangat dingin dan terguyur hujan. Gumpalan awan yang gelap menyelimuti langit yang semenjak tadi meneteskan air yang tak terkira jumlahnya. Sepasang orangtua dengan seorang anak laki-lakinya

Petualangan Empat Orang Anak

Oleh:
“Kak, kita jalan yuk” ajak Ratih. Aku tak menghiraukannya. Aku sendiri lagi menikmati acara TV kesayanganku, yang tak pernah aku lewati satu bagian pun. “Kakak?” panggilnya sekali lagi. “Iya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Misteri Sebuah Sekolah”

  1. yunita says:

    Wah bagus banget cerpen ini bikin takut .. 🙂

  2. Purwanti Nur Indah sari says:

    yah, bagus sekali. cerpenya. sampai ngeri juga.

  3. bpk rina says:

    Aku ngak mudeng kalimat terakhir tuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *