Misteri Wayang Golek Pemberian Kakek

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 8 May 2015

“Wushhh” Angin masuk melalui Jendela kamar Rico.

“Hufftt Kakiku masih terasa sakit” Keluh Rico.

Rico berjalan tertatih-tatih menuju jendela kamarnya yang terbuka.
“Hufftt kenapa wayang jelek ini ada disini?” Kata Rico sambil melempar wayang golek yang diberikan kakeknya.

“Aduhh kenapa aku dilempar?” tanya seseorang.
“Si siapaaa ittuu?” tanya Rico gugup.
“Aku ini wayang Golek kakekmu” ujar orang itu.
“Hiii” Rico bergidik ngeri.

Rico berulang kali menepuk-nepuk pipinya.
“Ini nggak mimpi?” tanya Rico pada dirinya sendiri.
“yaa nggak lah” ujar wayang golek kakeknya itu cuek.
“Kaaamuuu bissaa biccaaraa?” tanya Rico tergugup-gugup.
“Ya bisa lah” ujar wayang itu.
“Aduuhhh Kakiku sakit” keluh Rico yang kakinya sakit karena kecelakaan seminggu yang lalu. Sekarang kakinya harus diperban karena retak.
“Ya udah duduk situ dulu” suruh Wayang golek kakeknya itu menunjuk kasur.
“iyyaa deh” ujar Rico.

Rico pun duduk di kasurnya. Sekilas jam menunjukkan pukul 22.00.
“Ayoo ikut aku” ajak Wayang golek itu.
“Kemana?” tanya Rico.
“udah Ikut aja” jawab wayang goleh itu.

Wayang golek itu berjalan-jalan seketika sedang digerakkan oleh dalang profesional. Ya, kakek Rico memang seorang dalang.

Wayang golek itu membawa Rico ke Ruang tamu. Rico melihat ibunya tergeletak di sofa. Pasti ibunya kecapaian menunggu ayahnya pulang dari kantor. Ibunya memegang handphone.

“Sekarang kamu mengerti apa yang kumaksud?” tanya Wayang golek itu.
Rico menggangguk.

Saat itu juga ia sudah berada di kamarnya dan sudah tidur di kasur empuknya.

“Hu.. Hu. hu” Ibu Rico menangis.
“kenapa bu?” tanya Rico.
“kakekk kamu nak…” ujar ibunya terputus.
“Kenapa kakek bu?” tanya Rico.
“Kakek kamu meninggal dalam tidurnya pukul 22.00 tadi malam nak” jawab Ibunya.

Rico berpikir sejenak. Ia memikirkan wayang golek kakeknya itu yang hidup pukul 22.00 jika diperhatikan gaya bicara wayang golek tersebut seperti gaya bicara kakeknya.

The End

Cerpen Karangan: Feronica Ferdianis Valda
Facebook: Feronica Ferdianis Valda
WeChat: nicaanis20
Line: nicaanis20
Twitter: @nicaanis

Cerpen Misteri Wayang Golek Pemberian Kakek merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Best Friend ThreeEver

Oleh:
Di, sekolah aku punya 2 teman. Temanku yang pertama namanya Zafyra agatha shanyya atau biasa dipanggil Shanyya. Temanku yang kedua namanya Graciella amanda navyya atau biasa dipanggil Navyya. Aku

Pencurian Di Sekolah

Oleh:
Lagi, lagi dan lagi. Belakangan ini sering terjadi pencurian di sekolahku. Kebanyakan korbannya adalah mereka yang tidak mau menaati peraturan sekolah. Barang yang dicuri biasanya adalah handphone milik siswa

Rick (Masa Depan)

Oleh:
Ada cerita yang tak boleh kamu ceritakan. Dan inilah ceritaku yang tak boleh aku ceritakan. Tapi mungkin aku memang membutuhkan seseorang untuk menemaniku bercerita. Indonesia, 2002 (keynes memiliki seorang

My Happy Holiday

Oleh:
Ini adalah tahun baru dimana kami untuk berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama keluarga. Tahun ini aku dan keluargaku pergi ke sebuah danau yang adalah salah satu danau di Sumatera Utara

Surat Menjadi Sahabat

Oleh:
Aliqa sangat suka sekali membuat cerpen. Sampai-sampai, ia mengikuti lomba membuat cerpen di sebuah majalah. Ia mengirim cerpen buatannya melalui surat. Beberapa hari kemudian datanglah seorang tukang pos di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Misteri Wayang Golek Pemberian Kakek”

  1. Eltanin OB says:

    Cerpennya bagus, menarik..

  2. yuni says:

    Sepertinya saya sdh baca cerpen ini di majalah anak (bobo) tp sy tdk tahu, apakah penulisnya sana atau tidak. Maaf jk sy salah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *