Mysterious Admirer

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 9 March 2018

Siapa yang tak kenal dengan Carl, cewek yang paling populer di sekolah terelit di pusat ibu kota. Tiada yang tau seperti apa keluarganya, tetapi dilihat dari cara berpakaian dan tunggangannya, dia terlihat seperti orang tajir dengan paras yang apik. Dia juga cewek yang pandai yang selalu membawa nama baik sekolah elit ini.

Seperti biasa, tiga orang cowok yang terlihat sempurna namun menakutkan berjalan ke kelas Carl, pemimpin mereka bernama George. Mereka menyimpan rahasia yang cukup tabu dari sekolah ini untuk diungkapkan. Mereka sering kali menghabisi anak culun di sekolah ini sehingga mereka terpaksa untuk pindah sekolah. Tidak satupun kasus yang mereka perbuat terungkap ke rana publik. Ternyata Carl telah mengenal mereka dengan baik. Kali ini mereka menjemput Carl di kelasnya, orang-orang seantero sekolah menyangka kalau Goeorge mempunyai hubungan spesial dengan Carl.

Tatapan Carl tajam terhadap George yang sedang melangkah melewati pintu kelas dan *mulai mendekati dirinya “Hei! ini setoran untuk hari ini, cukup?.” Ucap George dengan santainya sambil menyodorkan uang yang terbungkus rapi di genggamanya. “Hmm kelihatanya cukup untuk makan di warteg sebelah.” jawab Carl sambil mencela uang itu. “Apalagi? Masa gue harus memungutnya dari kunyuk-kunyuk itu?.” ujar George mengeluh yang lalu menarik tangan Carl mengajaknya keluar.

Mereka berjalan santai menuju gudang usang di belakang sekolah. Kau dapat mendengar suara jotosan dan pekikan meminta uang dengan paksa dari anak buah George. Carl dan George pun tiba dan menyandarkan diri mereka dengan santainya di tembok usang di samping pintu gudang “Bisnis kita selalu berjalan dengan lancar.” Kata George dengan senyum tipis yang siap mengiris iris korbannya. Kali ini banyak sekali korban dari kekerasan mereka karena, keadaan ekonomi yang sedang kritis. George, anak buahnya dan Carl selalu menggunakan uang kotor itu untuk pergi kencan, bersuka ria di club dan membayari supir sewaan Carl yang membuatnya terlihat seperti ratu di sekolah ini.

Matahari mulai tenggelam waktunya Carl untuk pulang dengan banyak uang di sakunya. Ia selalu membuka lokernya untuk mengambil kosmetik. Dia berdandan sebelum pulang ke rumah. Saat itu dia menemukan segulung kertas di dalam kotak bedaknya, dia mengambil kertas itu pelan-pelan diikuti dengan rasa penasaranya “Hah? Mungkin dari orang-orang tak berguna itu. Ah gue buka ajalah.” isi kertas itu adalah “Hai gadis cantik. Kau mau uang? Ambil saja uangku. Pergi ke bangku di baris paling depan nomor 2 paling kanan di kelas XI-A.” Carl menelan ludahnya dengan nikmat “Wah kapan lagi gue dapet kesempatan ini Pasti George sudah berhasil memperdayanya. Ambil ah.” Langkah kaki Carl menuju kelas itu makin kencang karena ia melihat lampu sekolah sudah mulai dinyalakan. Ia mulai mencarinya dengan gugup dan penasaran merogoh bangku yang ditunjukkan surat itu. Dan benar ada sebuah amplop yang tertera sebuah huruf “R” dia merobek amplop itu dan isinya pun memuaskan dan juga penuh teka teki, uang senilai 100.000 dan kacamata minus berwarna merah. Dia tidak tahu apa arti dari kacamata itu. Tapi dia rasa dia belum pernah melihat cowok berkacamata seperti itu. Ia bergegas pulang setelah mengambil uang itu dan memilih untuk meninggalkan kaca mata itu di tempatnya semula.

Langkahnya terhenti saat melihat lokernya yang terbuka. “Perasaan udah gue tutup kenapa terbuka lagi? Ah mungkin gue lupa ngunci. Pasti ulah penggemar gue.” Di dalamnya ada sebuah boneka berbentuk hati yang merah menyala dengan mawar berwarna putih bersih. “Banyak hadiah dari penggemar gua tapi biasa-biasa aja. Tapi ini aneh. Hati merah dan mawar putih? Past orangnya romantis. Mending gua bawa ajalah.” Carl membawanya dan lagi lagi dia menemukan kacamata itu. “Pasti cowok kacamata itu yang ngasih. Hmm aku punya rencana nih.” Carl pulang dengan supir sewaanya. George kali ini tak menemaninya. Tetapi sampai larut malam ia menceritakan kejadian tadi sore di sekolah dengan kepada George lewat messenger. Tak ada angin tak ada petir, sebuah buku di rak bukunya jatuh. Jarinya yang sedang lincah memencet hape terhenti dan ia mulai beranjak dari tempat tidurnya. Ia melihat ada yang sedikit asing dari buku yang jatuh itu. Covernya bertuliskan huruf yang ditulis dengan darah segar “Aku anak baru di XI” lalu dilanjutkan judul buku itu IPA. Seketika Carl melepaskan sentuhan tanganya ke buku itu, jantungnya pun berdetak sangat kencang. “Apa lagi ini? Apa jangan-jangan ada hubunganya sama.. Ah paling itu ulah orang iseng. Eh tapi kapan ada orang lain masuk ke kamar gua? Better gua tidur aja”.

Tidak biasanya George dan Carl tiba di sekolah sepagi ini. Pandangan mereka tertuju pada loker Carl dan badan mereka tersembunyi di belakang tembok. Tidak ada yang aneh dari loker Carl setelah mereka menunggu sangat lama. Mereka pun memilih untuk mengakhiri tingkah anehnya. Saat jam istirahat Carl mencoba untuk mendatangi lokernya lagi. Dan lagi-lagi ada yang lebih janggal “Kau mau lihat seperti apa aku? Habisi George!!.” Carl tersentak saat membaca isi gulungan kertas yang lagi lagi ada di kotak make upnya.

Dengan paniknya ia mencari di mana George. Ia pergi ke kantin tapi tidak ada, ke gudang tidak ada, ke lab ipa juga tidak ada. Lalu ia pergi ke kelas XI-A untuk mencari sesuatu di bangku R itu. Mata di kelas itu semua tertuju padanya. Ia menemukan sesuatu lagi di bangku kosong itu sebuah kertas lagi yang bertuliskan “Hai cantik? Kita ketemuan di belakang sekolah yuk?” Sebelum ia pergi, ia mencoba menanyakan sesuatu tentang pemilik bangku kosong itu kepada orang-orang di kelas. Mereka bilang kalau pemilik bangku itu kelihatanya anak baru. Tapi sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. Carl berusaha menyelidikinya, ia takut kalau si “R” itu adalah seorang psikopat.

Ia berlari menuju belakang sekolah. Disana ada George yang membawa sebuah pisau dengan menancapkanya berulang kali ke dinding. “George, apa yang sedang lo lakuin?.” Carl menanyakanya dengan sedikit panik “Kenapa kau tewas?, kenapa kau tewas kenapa kau tewas!!.” George terus mengulangi kata-kata itu. “Maksud lo apa George. Jawab??.” Teriak Carl sambil mendekati George pelan-pelan. George akhirnya membalikkan badanya dan menghadap tepat di wajah Carl “Carl apakah kau mencintainya? Apakah aku boleh menghabisinya?.” George terus mendekati Carl dan Carl mundur langkah demi langkah. “Gue nggak ngerti apa yang lo maksud George. Apakah kau tahu siapa dia.” Bentak Carl sambil berhenti dari langkahnya dengan kacamata merah yang ia tunjukkan kepada George. “Oh. Lo tahu? Dia udah ngerebut hak gue. Dia udah ngelanggar aturan di sekolah ini kalo yang boleh deket sama lo cuma gue. Lo milik gue!.” Ujar George dengan sedikit membentak “Nggak. Gue nggak pernah nganggep lo apa-apa. Lo hanya partner bisnis haramku itu! Jadi gue nggak pernah ada perasaan sama lo. Inget!!. Cepet bilang, lo udah apain dia?.” Bentak Carl sambil menunjuk nunjuk wajah George “Ah lu mau tahu. Dia udah tewas.. Didalam tembok yang gua tusukin itu. Tidak akan ada yang tahu apa yang udah gue lakuin. Kalo lo ungkap semuanya nasib lo bakal kayak dia.” ancam George sambil mencengkram pipi Carl.

Dengan sigap tangan Carl melepaskan cengkraman tangan George. Dengan cepatnya ia berlari ke manapun ia bisa. Sembari George mengejarnya. Langkah Carl terhenti saat ia tiba di toilet. Ia bersembunyi di salah satu kamar toilet wanita.

George membuka satu persatu pintu kamar mandi dengan pekikanya yang menakutkan “Carl sayang.. Kemarilah. ” dan pintu pun tepat terbuka di tempat Carl bersembunyi. Tetapi janggalnya tiba tiba George berteriak tanpa sebab “Pergi lo pergi!.” lalu dia berlari menuju luar ruangan. Carl heran kenapa itu terjadi tapi dia memastikan keadaan kalau George telah benar-benar pergi.

Saat ia ingin keluar dari pintu kamar mandi tiba-tiba ada tangan yang menariknya ke dalam. Saat dia di dalam di sana tidak ada siapa-siapa dan ternyata George telah kembali. Dia kembali memekikkan suaranya seperti tadi. Dan kemudian ia kembali merasa takut dan teriak teriak tidak jelas. Saat berusaha keluar Carl melihat George berteriak “Mampus lo mampus!.” Sambil menyakiti dirinya sendiri dengan pisau yang ia bawa. Anehnya, terkaadang Carl melihat sosok pria berkacmata itu merasuki tubuh George.

Tak lama kemudian George melemah karena ia kehabisan darah. Carl hanya bisa terbengong melihatnya tak lama kemudian ia menangis “Kumohon hentikan itu! Kumohon..”. Lalu ia kembali ke kelasnya dengan air mata yang bercucuran. Kali ini ada seikat bunga kamboja untuknya yang bertuliskan surat “Berikan ini kepada kunyuk itu. Berhenti mengambil uang mereka atau aku akan terus mengagumimu!.” Carl melaporkan semua kepada polisi.

George tidak bisa bertahan lagi karena ia kehabisan darah. Carl menaruh bunga itu tepat di samping jenazah George yang dibawa oleh polisi. Carl juga memberikan balasan surat kepada Rangga. Ia menaruhnya di atas bangku Rangga “Terima kasih. Baru kali ini aku merasakan cinta yang sesungguhnya.”. George dan Rangga adalah sahabat sejak kecil. Memang George telah terganggu kejiwaanya.

Cerpen Karangan: Diana Fitri
Facebook: Diana Fitri

Cerpen Mysterious Admirer merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Oh Tuhan Siapa Dia?

Oleh:
Pagi itu wajahku terasa panas seolah terbakar, memaksa kedua mataku terbuka. Tampak kilauan cahaya kemuning menerobos masuk dari sela-sela gorden kamar kosku, “Hmm aku bangun kesiangan lagi”, gumamku dalam

Mengapa? (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya pada sore hari, aku dan Kakak menonton film horror bersama. Tiba-tiba dia berdiri dan pergi entah ke mana. Bahkan, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Aku merasa,

Dactylogram

Oleh:
Aku termenung melihat hasil forensik berupa sidik jari yang sedang aku pegang saat ini. Sidik jari ini merupakan sidik jari paling unik menurutku. Kau tahu mengapa aku memegang kertas

Rahasia Opa Tom

Oleh:
Mendung berarak pelan, wajahnya yang gelap pertanda segera turun air hujan. Clarine mempercepat langkahnya. Sepatu casualnya bergesekan keras dengan aspal jalan yang kasar. Suaranya menggema di lorong sempit menuju

Ghost Hunter

Oleh:
Aku adalah Tania salah satu anggota di Ghost hunter. Ghost hunter adalah salah satu organisasi yang memiliki anggota dengan kekuatan supranatural untuk mengusir mahkluk astral yang menggangu. Suatu hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *