Pembantaian Di Asrama Putri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 31 May 2018

Jingga, Rachell dan Melisa tinggal di sebuah Asrama Putri. Mereka sekamar dan juga seangkatan. Asrama Putri yang mereka tinggali ini, ternyata memiliki sebuah kisah tersendiri. Asrama Putri ini adalah bekas tempat perlindungan bangsa Jepang dari penjajahan Belanda.

Suatu hari, ada murid baru yang menempati kamar no 15. Wajah murid baru itu seperti orang Jepang. Kamar itu bersebelahan dengan kamar Jingga, Rachell dan Melisa. Murid itu bernama Messy. Ia merupakan anak yang pendiam dan misterius.

“Aku penasaran sama Messy” kata Rachell suatu malam. “Iya, kayaknya dia gak pernah ngomong” tambah Jingga. Mereka penasaran dengan sikap misterius Messy.

Saat siang hari, murid murid sedang makan siang di Aula ruang makan. “AAAAAA!!!” tiba tiba terdengar suara teriakan dari luar. Guru guru dan sebagian murid, termasuk Jingga dan sahabat sahabatnya berlari keluar untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. “Sepertinya suara teriakan berasal dari koridor!” lalu mereka pun berlari menuju koridor. Ternyata, nampak Rena tergeletak dengan bersimbah darah dan terdapat tusukan di pinggangnya.

Malam selang kematian Rena…
“Kok ada yang aneh ya?” pikir Melisa seperti menyelidik. “Apa yang aneh?” tanya Jingga sambil membaca novelnya. “Tadi sewaktu makan siang dan kejadian dibunuhnya Rena kan, Messy gak ada.. apa jangan jangan ini semua karena Messy?!” “Bisa juga sih karena dia gak ada, tapi jangan salah paham dulu” ujar Jingga lalu menutup novelnya. “Shutt, dia tu kamarnya di sebelah kita!” Rachell mengingatkan.

Hari hari pun berlalu. Tak tau kenapa, sudah banyak korban pembunuhan yang terjadi di sini. Sudah ada 6 korban pembunuhan.
Pertama Rena, modus pembunuhan yang ditusuk di pinggang.
Kedua Jesica, yang sepertinya ditusuk di bagian leher.
ketiga Amel yang terjatuh dari tangga, seperti ada yang mendorongnya.
keempat Gabby, yang sudah ditemukan kepala dan tubuhnya terpisah di kamarnya.
Kelima Yona, yang meninggal di gudang dengan mata yang bolong. Dan,
Keenam Miss Evellyn. Guru bahasa Inggris yang mati dengan kepala yang terjepit.

Peristiwa peristiwa itu terjadi tanpa kehadiran Messy. Jingga, Rachell dan Melisa sudah yakin biang kerok semuanya adalah Messy. Messy yang membunuh.

Malam hari…
Jingga, Rachell dan Melisa memakai jaket masing masing. Mereka membawa senter dan HP.
Tepat pada pukul 23. 45, mereka keluar dari kamar dengan mengendap endap. Mereka pun sampai di koridor sekolah. Keadaan di sana mencengkam dan sangat sepi.

Tiba tiba…
Ada seorang yang sedang berjalan dengan mengenakan jubah hitam. “Hey! Siapa kamu??!” teriak Melisa sambil mengacungkan jari nya. “Jawab!!!” tambah Jingga dengan lantang. Sedangkan Rachell hanya diam saja. Orang itu membuka tutup kepalanya. Ternyata, ia adalah MESSYYY!!!
Mereka bertiga tidak terlalu terkejut karena sudah menduga biang dari semua ini adalah Messy.

“Ada apa kalian di sini?! Minggirlah atau kalian akan kubunuh juga!!!” Messy mengacungkan pisaunya. “Ternyata kamu biang semua ini!! Dasar Manusia tidak punya hati.. kenapa kamu lakukan ini semua? Apa kami ada salah denganmu?!!” bentak Rachell. Karena merasa dibantah dan ditantang, Messy pun melabrak Rachell. Rachell mendorong Messy dan menendangnya. Dan, JROTTT!!! Darah segar keluar dari lengan Rachell. Lengan Rachell mengeluarkan darah banyak. “Auwww!!!”seketika Rachell pun pingsan dan tak sadarkan diri. “Rachell!!”

“Jika kalian ingin aku berhenti melakukan pembantaian di Asrama ini, aku akan meminta 1 hal!” “Apa itu?” tanya Jingga. “Karena aku keturunan Jepang, aku tidak terima bangsa Jepang dulu tertindas!!!” jelas Messy dengan meneteskan air matanya. “Messy, tapi itu masa lalu, kenapa diungkit?” kata Melisa halus. “BUKAN ITUU!!! TERNYATA SELAMA INI MAYAT KORBAN BANGSA JEPANG MASIH TERSIMPAN DI GUDANG PALING BELAKANG DI ASRAMA INI… KUBURKAN LAHH MAYAT MAYAT ITU DENGAN LAYAK!!! ATAU AKU AKAN MELAKUKAN PEMBANTAIAN DENGAN LEBIH KEJAM!!!” Melisa dan Jingga terkejut.
“Tapi.. kamu telah melukai sahabat kami, Rachell!!!” Jingga menangis. Ternyata, Rachell telah meninggal karena pendarahan banyak. “Aku tidak urus!!!”

Keesokan harinya setelah pemakaman Rachell…
Jingga dan Melisa pergi menuju kepala Asrama. Lalu, Jingga dan Melisa menjelaskan semuanya pada Bu Tari. “Berarti, Messy harus dihukum!!!”

Sore harinya, petugas mayat mengurus mayat mayat bangsa Jepang. Setelah itu, Messy tak mengganggu mereka lagi.
“Terimakasih” ucap Messy saat itu.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Facebook: santi artha
Hi nama ku Yacinta Artha Prasanti.
Tolong coment ya di bawah…
terimakasih !!!

Cerpen Pembantaian Di Asrama Putri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Open Portal Game

Oleh:
Sudah dua minggu ini hidupku berubah, bukan berubah menjadi baik tapi berubah kacau dan tampaknya semakin memburuk, aku sudah tidak tahu lagi apakah aku masih sadar atau aku sudah

Dying Wish (Part 1)

Oleh:
Saekokuchi Tsukasa adalah perempuan yang misterius. Itulah impresi awalku saat pertama kali kenal dengannya. Tidak, mungkin bahkan saat aku pertama kali melihatnya. Dan jika ditanyakan, sampai sekarang pun kesanku

Celoteh Seorang Guru

Oleh:
Dari bulan, menuju hening malam. Masih teronggok bisu di pojok sana. Harapan yang diam dan tak pernah tersentuh. Jika ada tanya “mengapa?”, “karena tuhan tidak pernah menginginkanku untuk jatuh”.

Emosi Hantu Misterius

Oleh:
“Ssttt,” ucap Meli menutup mulut Indah temannya. “Lepaskan tanganmu!” ucap Indah melepaskan tangan Meli. “Diamlah nanti dia dengar!” saran Meli. “Siapa yang dengar?” tanya Indah. “Dia hantu misterius itu,”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Pembantaian Di Asrama Putri”

  1. Shifa lessene says:

    Bagus dan agak merinding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *