Pencarian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 30 September 2017

Belum sempat masuk ke dunia mimpi sania sudah dikejutkan oleh suara dering hp yang cukup membuat siapapun terganggu.
“Halo?” Sapaku di awal pembicaraan
“Apa kau sudah tidur? Maaf menganggu liburanmu” Dengan tekanan nada yang menurun aku bisa menebak ia pasti menyesal mengatakannya
“Tak apa, Apakah ada kasus terbaru?” Kutanya dengan nada yang biasa padahal aslinya ini sangat menjengkelkan bisa kau bayangkan seminggu aku harus menyelesaikan kasus yang berbeda dan baru dikasih liburan sebentar ia sudah kembali meneleponku. Tapi aku sudah mulai terbiasa menghadapi ini
“Ada kasus terbaru. Mungkin ini akan menganggu sedikit liburanmu, Apakah kau bisa membantu?”
“Tentu saja. Besok aku akan tiba di sana”
“Terimakasih”
“Sama-sama” Dengan nada sedikit dipaksa aku mengatakannya. Pekerjaan ini membuatku tak bisa tidur. Ah sudahlah lupakan!

Mentari memunculkan sinarnya pertanda pagi mulai menyapa dengan menggunakan mobil aku memacu kecepatan yang lumayan tinggi untuk mencapai tempat aku bekerja. Dan tibalah di depan sebuah kantor firma hukum yang cukup terkenal di new york akhirnya aku sampai juga setelah tiga jam perjalanan dan hanya ditemani musik jazz sepanjang perjalanan ini membuatku hampir gila tapi semuanya telah usai.

“Selamat pagi” Sapa sesorang yang melihatku membuka pintu
“Iyah pagi, Apa pak tua yang pendiam itu sudah datang?” Tanyaku berusaha membuat ramai suasana
“Dia sudah menunggumu di ruangannya, Masuklah” Kulihat dari caranya mengizinkanku masuk sepertinya dia sekretaris baru pak tua itu. Tapi aku tak peduli yang terpenting aku harus menyelesaikan kasus ini agar aku bisa mendapat liburan selama lima bulan. Kau tahu? Lima bulan tak main-main itu bukan waktu yang sebentar untuk liburan apalagi ditambah aku akan mendapatkan uang yang cukup banyak untuk membeli beberapa souvenir saat liburan

“Masuklah” Suaranya yang dingin dan tegas menyadarkanku dari khayalanku
“Apa tugas untukku terlalu berat? Sehingga aku akan mendapat libur lima bulan lamanya” Tanyaku berusaha mencairkan suasana yang sangat kaku ini
“Sederhana, Temukan pewaris sebenarnya”
“Pewaris? Jelaskan maksud anda yang sebenarnya”
Ia berdiri lalu mengambil sebuah surat dan memberikannya padaku.
“Bacalah” pintanya

Aku membaca isi surat itu. Tapi ini surat yang aneh tak ada pertanda akan diberikan kepada siapa surat itu belum lagi siapa yang mengirimkan mungkin ini tugas yang cukup berat.
“Aku tak suka menunggu, Kuharap minggu depan kau tahu siapa” Katanya
“Baiklah akan kukerjakan” kataku. Ia hanya mengangguk pertanda “Iya”.

Di dalam mobil aku terus memikirkan surat itu surat yang tak masuk akal bagiku. Bagaimana tidak sang pengirim tak mencantumkan namanya dan juga tak disebutkan untuk siapa belum lagi pak tua itu tak menjelaskan asal muasal isi surat itu. Akh! Aku hampir gila.
Jikalau bukan tuntutan pekerjaan mana mau kukerjakan.

Surat ini hanya menuliskan beberapa kata
“Aku tak suka! Jangan memaksaku! Aku ingin bebas! Jika kau mau? Ambillah. New york, 01-05-2012”
Aku berfikir surat ini seperti curhatan seseorang yang tak ingin di kekang. Lalu mengapa ia mengirimkannya ke firma hukum? Kenapa tidak ke orang lain saja? Sudah cukup! Waktunya menyelesaikannya.

Hal yang pertama kulakukan adalah ke balai kota mencari siapa saja nama orang kaya karena pak tua itu mengatakan warisan bukan? Pastinya itu tentang harta. Di tahun 2012 ada hampir seribu nama orang kaya yang tercatat di sana. Lalu aku harus memulai dari mana? Otakku berputar mencari jawaban. Mustahil untuk bisa mengunjungi semuanya dan kalaupun bisa aku belum bisa dikatakan menyelesaikan setengah dari kasus itu. Terbersit ideku untuk menanyakan sesuatu.

“Pak, Siapa saja keluarga kaya yang terlahir dan besar di sini?” Aku berharap menemukan jawaban yang entahlah aku tak tahu yang kulakukan ini benar atau salah
“Ada dua keluarga, Yang pertama keluarga rance, Dan kedua keluarga navdary”
Aneh sungguh aneh nama keluarga itu bukankah itu tak masuk akal? Tapi aku tak peduli yang penting tugas ini selesai.

Rance
Keluargaku adalah keluarga yang sangat menuntut kami anak-anaknya menjadi pintar kami 8 bersaudara dari kecil di tuntut untuk selalu belajar. Jangan menanyakan kami tentang permainan karena yang kami tahu hanyalah rumus-rumus saja. Kami sekolah seperti semua orang bedanya kami dimasukkan di sekolah khusus orang-orang terpandang pulang pergi sopir menuggu tak ada kata bermain bagi kami.
“Mam, Di taman ada acara. Boleh aku pergi sebentar?” Rengek adekku yang paling bungsu
“Tidak!” Suaranya yang cukup keras sepertinya menyadarkan adekku yang satu ini untuk tak meminta izin kedua kali
Kami di sekap! Di kurung! Jangan tanyakan kami tentang siang atau malam bagi kami hanya belajar dan belajar! Sebagai anak keenam aku pun merasakan hal yang sama. Hingga tiba waktunya satu persatu kakakku telah lulus kuliah dengan alasan sudah diterima bekerja di perusahaan mereka pergi. Aku tahu itu semua kebohongan bagaimana mungkin mereka baru lulus langsung diterima bekerja? Mereka lakukan untuk menghindari suruhan orangtuaku untuk menjadi pewarisnya. Siapa anak yang mau menjadi pewarisnya? Tak ada! Tidak ada yang mau menjadi pewaris seorang koruptor berpengalaman.

Navdary
Selamat datang di keluargaku. Broken home atau apalah namanya inilah realitanya. Aku anak tunggal tak ada saudara lebih tepatnya aku anak angkat. Pagi aku ke sekolah dengan senyuman dan tawa jika pulang bersiaplah kau kan mendengar pertengkaran kedua orangtuaku beruntung jika kau hanya mendengarnya jika kau tak beruntung vas, piring, bahkan pisau sekalipun bisa mengenai tubuhmu.

Sania… Panggil seseorang yang kukenal.
“Ada apa?”
“Maukah kau makan siang bersamaku?”
“Boleh. Tapi hanya lima belas menit”
“No problem!”
Orang itu adalah sahabatku, angel. Kami saling mengenal cukup lama jadi kami cukup dekat.

“Bagaimana pekerjaanmu? Semuanya baik-baik saja bukan?”
“Iyahh” kataku
Pembicaraan kami cukup singkat. Tak banyak.

Esok paginya aku bertemu dengan anak keenam dari keluarga rance. Dilihat dari gayanya bisa ditebak ia masih SMA.
“Aku tidak suka basa-basi, Aku butuh penjelasanmu tentang kematian pasutri yang terbunuh dalam keadaan tanpa kepala dan tanpa sehelai kain pun menempel di tubuhnya. Kau pasti mengikuti beritanya bukan? Jelaskan padaku!”
“Kau gila? Seumur hidup aku tak pernah menonton tv”
“Bohong! Kau pasti tahu!”
“Orangtuaku liburan. Itu yang kutahu”
Dari jawabannya yang singkat aku sudah kira dialah pelakunya. Tapi tunggu ada satu orang yang belum kutanyai.

Sorenya aku ke sebuah taman tempat pertemuanku dengan anak tunggal dari keluarga navdary.
“Kau tahu tentang pembunuhan di tv? Menurut yang beredar ia adalah orang kaya”
“Iyah aku tahu”
Kukira ia akan menjawab panjang lebar tapi ternyata hanya jawaban singkat yang kudapat.
“Apa alasan seseorang membunuh?”
“Entah”

Aku tak ingin menanyainya terlalu panjang maka aku akhiri. Jangan tanyakan aku kenapa aku bersifat berbeda kepada dua anak tadi. Karena aku tahu siapa pembunuhnya dan isi surat itu? Silahkan kalian tebak sendiri. Oh yah satu lagi anak kedua yang kutemui kelihatannya ia adalah seorang pengusaha restoran bisa dilihat dari caranya berpakaian dan aroma masakan di tubuhnya. Kau dan aku pasti tahu hanya anak sekolah yang kebanyakan menulis di buku. Seperti isi surat itu. Dan surat itu ditulis pada tahun 2012 sedangkan sekarang tahun 2017 tapi aku bisa rasakan ada sifat pengekangan di dalam surat itu. Sebelum aku memberi tahu siapa pembunuhnya kau pasti lebih tau siapa yang melakukannya.

Cerpen Karangan: Lulu Mahmudah A
Facebook: Lulu Mahmudah Al-alam
Hayhay! Nama gua Lulu’ ini cerpen kedua gua yg di terbitkan cerpenmu.com . Btw gua tinggal di serui(Papua) dan sekarang gua kelas sembilan. Doain yah moga lulus UN dgn nilai bagus! Maaf kalo ada kata yg ga nyambung karena gua juga masih belajar. Yang mau kenalan sama gua bisa berteman lewat sosmed gua. 🙂
FB : Lulu Mahmudah Al-alam
ASKfm : @lulumahmudah
Instagram : @l_mahmudah

Cerpen Pencarian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Toilet Bandara

Oleh:
Inggris, 20 Juli 2012 Tasha gadis mungil ini telah tiba di bandara dua jam yang lalu bersama kedua orangtuanya. Ia pindah dari Indonesia ke Inggris karena Ayahnya akan meneruskan

Sekarat

Oleh:
“Mimpi itu lagi,” gerutuku. Baru saja bangun tidur sudah disuguhi mimpi seram. Ah, tidak boleh terlalu dipikirkan. Lagi pula, banyak kerjaan kantor dan mengajar di kelas yang mesti ku

Blackstreet

Oleh:
Malam semakin pekat, suara anjing liar melengking memenuhi telinga siapapun di tempat itu, Blackstreet. Sebuah kota kecil dengan nama terunik, menurutku nama tersebut lebih cocok untuk sebuah jalan atau

Seberapa Besar Kasih Sayangmu

Oleh:
Suatu hari ada seorang gadis yang lugu nan cantik, gadis yang berusia 18 tahun ini tinggal bersama ayah kandungnya tanpa saudara karena dia anak tunggal dan tanpa Ibu dikarenakan

Alone

Oleh:
Banyak sekali orang-orang yang membuatku kesal di dunia ini. Jujur saja, aku jenuh dan muak dengan sikap mereka yang selalu memperlakukan ku seolah aku bukanlah manusia yang pantas mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *