Pencurian Di Sekolah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 October 2017

Lagi, lagi dan lagi. Belakangan ini sering terjadi pencurian di sekolahku. Kebanyakan korbannya adalah mereka yang tidak mau menaati peraturan sekolah. Barang yang dicuri biasanya adalah handphone milik siswa yang biasa dibawa ke sekolah. Karena aku adalah seorang siswa baru di sekolah ini, aku langsung dituduh melakukannya karena sebelumnya tidak pernah ada barang yang hilang di sini.

Di hari ke lima aku bersekolah di sini ada seorang siswa yang kehilangan handphonenya lagi. Dan seseorang bernama Rizki KM di kelas ini menuju ke arahku dengan wajah yang terlihat sangat kesal.
“Hei anak baru!” Ujar Rizki.
“Ada apa?” Kataku.
“Kau yang melakukan semua ini kan?” Tanya Rizki.
“Melakukan apa?” Aku balik bertanya kepadanya.
“Jangan pura pura tidak tahu.”
“Aku memang tidak tahu apa yang kau bicarakan.” Aku tidak mengerti apa maksud perkataan Rizki.
“Kau pencurinya kan?” Rizki menatapku dengan tatapan yang tajam.
“Bukan, untuk apa aku melakukan semua itu.” Aku jadi kesal padanya.
“Kalau begitu buktikan kalau bukan kau pencurinya.” Ujar Rizki.
Baiklah aku akan buktikan kalau bukan aku pelakunya.

Keesokan harinya aku membawa handphoneku ke sekolah untuk menjebak si pelaku. Waktu sudah menunjukkan pukul 09:00 tetapi pelaku masih belum keluar juga. Berhubung perutku lapar aku pergi ke kantin untuk makan. Setelah kembali dari kantin aku sangat terkejut karena handphoneku sudah tidak ada di tempatnya lagi. Saat aku melihat isi tasku ada sebuah surat yang isinya adalah…

Jika kau berhasil menyelesaikan teka teki ini, kau akan menemukan handphone milik kalian 🙂
125131189
92
Semoga beruntung

Sepulang sekolah aku langsung mencari tahu apa maksud dari susunan angka ini. Kemudian aku mengambil selembar kertas dan membuat coretan yang sediki rumit. Beberapa jam kemudian aku berhasil memecahkan teka teki itu.

Keesokan harinya aku menunjukkan surat itu pada Rizki dan akhirnya dia percaya kalau bukan aku pelakunya.
“Apa kau berhasil memecahkannya?” Tanya Rizki.
“Yaa.” Jawabku
“Maaf karena aku sudah menuduhmu.” Kata Rizki menyesal.
“Tidak apa apa, yang sudah terjadi biarkan saja.” Kataku
“Lalu apa maksud dari susunan angka itu?” Tanya Rizki.
“Lemari yang ada di sembilan B.” Jawabku dengan santay
“Bagaimana kau memecahkannya?” Rizki kembali bertanya padaku.
“Mudah saja, aku hanya perlu memisahkan angka 12, 5, 13, 1, 18, dan 9 lalu mengubahnya ke dalam bentuk abjad. Dan hasilnya adalah lemari, sedangkan 92 adalah 9B.” Jawabku.

Setelah berbicara agak lama, aku menuju ke lemari yang ada di kelasku yang kebetulan adalah kelas 9B. Dan aku mengambil semua handphone lalu mengembalikannya kepada pemiliknya. Dan yang masih menjadi misteri adalah, siapa kah pelakunya?

Cerpen Karangan: Portgas D Fahri
Facebook: fahri x-friends nekal

Cerpen Pencurian Di Sekolah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berakhir Teman

Oleh:
“Hallo, ada apa Nick?” “kau bisa keluar rumah sebentar” “untuk apa? Pagi-pagi benar kau menelfon” “ayolah, aku mohon” Jessi pun keluar dari kamarnya, dengan turun tangga rumah mengantuk-ngantuk. Jessi

Cinta Yang Salah

Oleh:
Cinta sejati?, apa itu cinta sejati? apakah cinta sejati itu benar benar ada? Aku tak mempercayai lagi yang namanya cinta sejati setelah aku dikhianati oleh seseorang yang sangat aku

Cinta Tak Berbalas

Oleh:
“Gimana, enak gak minumannya?” tanyaku pada Sheila. “enak dong, ini kan minuman kesukaanku” jawab Sheila, sambil meminum jus dari sedotannya. “Pulang yuk, sudah kenyang nasi goreng nih” kataku. “ya

Pelita Hati yang Kerontang

Oleh:
3 Desember di bumi Jatisari Awan hitam menyelimuti pagi itu. matahari seakan enggan menunjukkan kegagahan sinar putihnya. Nyanyian istiqomah burung pipit tak lagi terdengar di seantero telinga manusia, seakan

Handphone Pembawa Tidur

Oleh:
Mall misterius. Malam telah larut Fanny masih belum tidur ingatan yang menyedihkan selalu menghantuinya ejekan-ejekan yang selalu membisik di pikirannya selalu saja datang semua temannya selalu saja mengejeknya karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *