Penguntit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 21 June 2017

HAH! HAH! HAH!
Dengan napas yang terengah-engah, Della masuk ke rumahnya dan segera mengunci pintu. Della masuk ke rumahnya dengan perasaan lega. Dia lalu merebahkan dirinya di atas kasurnya, kemudian menghela napas panjang sambil menutup pelan kedua matanya.

Beberapa hari ini Della tak merasa tenang. Setiap kali ke luar rumah, dia selalu merasa ada seseorang yang mengikutinya. Awalnya dia hanya menganggap itu hanyalah perasaannya saja. Tapi lama kelamaan dia merasa yakin akan hal itu, apalagi dia pernah melihat orang yang mengikutinya secara tak sengaja. Sayangnya dia tidak dapat mengenali orang tersebut karena memakai topi yang menutupi matanya dan masker penutup mulut.

“Della!” seru mamanya memanggil dengan suara yang mengagetkan.
Della membuka kedua matanya. Della segera bangkit dan menghampiri mamanya.
“Ada apa sih, Ma? Pake teriak-teriak segala,” seru Della kesal.
“Ayo makan! Nanti keburu dingin loh makanannya,” ajak papa sambil mengambil nasi.

Della pun segera duduk dan mengambil makanannya. Suap demi suap nasi dengan lauk ayam goreng mulai memberi kelegaan pada pencernaannya yang cukup lama kosong. Della lalu menghentikan makannya. Kedua matanya menatap lekat pada kedua orangtuanya.
“Papa! Mama!” panggilnya ragu-ragu.
“Ada apa, Del?” tanya papa menatap aneh pada putri semata wayangnya itu.
“Pa, aku mau bodyguard!”
Mama terbatuk saat mendengar permintaan Della. Dengan segera mama mengambil segelas air dan langsung meminumnya hingga habis. Papa menatap bingung pada Della, lalu tertawa terbahak-bahak.
“Apa Papa nggak salah dengar? Bodyguard katamu? Untuk apa, Del?” tanya papa segera menghentikan tawanya.
“Pa, Ma, beberapa hari ini ada seseorang yang selalu mengikuti aku. Makanya aku minta bodyguard untuk jaga aku. Boleh ya?” pinta Della sambil memasang wajah memelas.
“Kamu ini, itu pasti cuma kerjaan teman-teman kamu yang iseng,” jelas mama.
“Tapi, Ma… aku takut!”
“Untuk apa kamu takut? Itu pasti ulah teman-teman kamu yang sengaja ngerjain. Kamu ini aneh-aneh aja,” sahut mama kemudian melanjutkan makannya.

Papa hanya menepuk pelan pundak Della. Della mendengus kesal melihat sikap kedua orangtuanya. Usahanya merayu papa dan mamanya benar-benar gagal total. Dia pun kembali ke kamarnya.

Della terpaksa sendirian di rumah. Kedua orangtuanya mendadak pergi karena ada panggilan kerja dari bos mereka. Della tampak kecewa. Dia pun mencoba menghubungi teman-temannya agar menginap di rumahnya. Tapi tak ada seorang pun yang bisa. Della benar-benar ketakutan. Dia lalu mengunci diri di kamarnya.

Della merebahkan dirinya dan mencoba untuk tidur. Tapi dia tak bisa tidur sama sekali. Dia terus merasa ketakutan. Tiba-tiba Della terperanjat saat melihat ada sepasang mata yang memerhatikannya di balik jendela kaca kamarnya. Buru-buru Della mengambil sapu yang sengaja diletakkannya di samping kasurnya tadi. Ketika mendekati jendela kaca kamarnya, orang tersebut sudah tak ada.

Jam sudah menunjukkan pukul 23.30. Papa dan mama belum juga pulang. Della merasa sangat ketakutan. Dia tak bisa tidur sama sekali. Kedua tangannya terus memegang sapu dengan erat. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Tanpa ragu dia segera lari dan membukakan pintu. Della menatap bingung. Tak ada siapa-siapa di luar. Dengan cemas dia memberanikan dirinya ke luar. Baru beberapa langkah dari pintu rumahnya, seseorang dari belakang menutup kepalanya dengan kain. Della. Orang misterius itu menarik paksa kedua tangannya.

Langkah kaki mereka berhenti. Orang misterius itu membuka penutup kepala Della. Della tidak dapat melihat apa-apa. Keadaan tempatnya berdiri sangat gelap.
“Della, sudah lama aku ingin dekat denganmu. Aku selalu memperhatikanmu. Ke mana pun kamu pergi, aku selalu mengikutimu. Jujur saja, sejak lama aku menyukaimu,” ucap orang misterius itu di dekat telinga Della.

Dengan secepat kilat Della menginjak salah satu kaki orang misterius itu. Sontak saja kedua tangan orang misterius itu langsung melepaskan genggamannya. Ketika hendak lari, tiba-tiba satu persatu cahaya bersinar menerangi tempat itu. Alangkah terkejutnya Della dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Beberapa balon menghiasi halaman belakangnya. Orang misterius itu lalu mendekat dan langsung berbisik pada Della, “Selamat ulang tahun.” Orang misterius itu lalu membuka topi dan masker penutup mulutnya. Della melongo tak percaya saat orang misterius itu menunjukan wajahnya. Ternyata orang misterius itu adalah Ray, cowok yang diam-diam disukainya.

“Selamat ulang tahun, Del!” ucap Ray tersenyum.
Wajah Della memerah menatap Ray yang ada di hadapannya. Della tak bisa berkata apa-apa. Perasaannya kini bercampur aduk. Tiba-tiba kedua orangtua dan teman-temannya datang dengan membawa kue ulang tahun dengan lilin yang siap ditiup.
“Jadi, Papa dan Mama sudah tau semua ini?”
“Tentu saja kami tau. Kamu mau tau nggak siapa dalang dibalik semua ini.”
“Emangnya siapa?” tanya Desi antusias.
Mama lalu menunjuk ke arah Ray. Ray tersenyum malu saat menatap wajah Della. Ternyata Ray sengaja membuat rencana seperti itu untuk memberi kejutan menjelang ulang tahun Della. Ray menatap lekat pada Della. Hal itu membuat jantung Della berdegup kencang dan akhirnya jadi salah tingkah. Semua orang yang melihatnya tertawa geli melihat tingkah Della.

Cerpen Karangan: Betry Silviana
Facebook: Betry Silviana

Cerpen Penguntit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beautiful Tune About Love

Oleh:
Music is my life. Kalimat itu merupakan salah satu dari jutaan definisi Raditya Ardiansyah tentang musik. Cowok berzodiak Leo itu memang terobsesi untuk menjadi seorang musisi terkenal, syukur-syukur bisa

Takkan Terganti

Oleh:
Memandangi sosok itu dari jauh. Hanya dialah yang mampu membuatku tersenyum. Hanya dialah yang membuatku jatuh dan menikmati indahnya cinta. Dialah orang yang membuatku selalu semangat. Walaupun sebenarnya, dia

Dear Adre

Oleh:
Dear Adre, Aku terdiam di satu tempat yang kuyakin kamu tahu. Tempat favoritku. Entah harus kumulai dari mana, begitu banyak cerita yang terjadi. Bahagia, sedih, cinta dan air mata.

Aku Bahagia Memilikinya

Oleh:
Gita Casandra, biar lebih akrab panggil aja aku Gita. Aku berumur 15 tahun, aku duduk di bangku Smk kelas X dan aku perempuan berwajah mungil nan cantik, dengan rambut

White or Black?

Oleh:
“Yaraaaa… Cepat dikit dong! Udah jam tujuh kurang lima belas nih! Ntar telat!” Perkenalkan namaku Trisha Chiara biasa dipanggil Icha dan yang tadi kupanggil itu adalah Yara, dia adikku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *