Perpustakaan Angker

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 30 April 2016

Kring.. Kring, pertanda istirahat.

“Gita, ayo ke perpustakaan,” ajakan Meyran sahabatku.
“Ayo, aku juga mau balikkin buku nih ke perpus,” kataku. Saat di perpustakaan, penjaga perpus sedang tidak hadir, tiba-tiba.
“Gita.. Kok ada.. Suara buku sih padahal kan ini belum ada yang nulis, daftar pengunjungnya?” merinding si Meyran.
“Udah, kan ada aku, tenang kita kan mau baca buku, ayo ah jangan kayak anak kecil,” padahal aku juga takut.
“Pengumuman, untuk murid-murid, tanggal 1 april 2015, kita akan mengadakan menginap di sekolahan untuk kegiatan pramuka.” pengumuman Pak Ishak.
Saat ada pengumuman kami tidak merinding lagi. Kring.. Kring, bel pertanda masuk kelas. Saat pulang.

“Aduh sekarang aku piket,” gerutuku karena males. Saat aku membuang sampah. Pintu perpustakaan buka sendiri.
“Eh, kenapa itu pintu perpus kebuka sendiri?” aku kaget.
“Ahh, Gita itu palingan hanya angin!” kata Kevin. Aku pun penasaran, aku mempunyai ide untuk menyelidiki perpus sama Meyran lagi pula kan besok bertepatan untuk kegiatan pramuka.

Tibalah tanggal 1 april 2015.
“Gitaa!!” teriakan Meyran sahabatku.
“Eh, Meyran, oh ya Meyran aku mempunyai ide nih…” ideku.
“Yang bener Gita, itu ide yang konyol, gak ah aku takut,” Meyran marah dengan ideku.
Aku pun berpikir, “Iya sih bener ini ide yang konyol, tapi aku harus buktiin kalau perpustakaan itu tidak ada hantunya!”

Saat jam menunjukkan pukul 22.00 aku pun langsung mengajak Meyran dan memohon untuk pergi bersamaku, tetapi si Meyran tidak mau karena takut.
“Ya udah sih, aku akan langsung ke perpustakaan sendirian aja,” mengejek Meyran dan aku pun merasa percaya diri. Saat di depan perpustakaan suasana sangat sunyi dan pastinya bulu kudukku langsung berdiri. Aku pun langsung membuka pintu perpustakaan.

“Ass..sala..mu..alaikum, apa ada orang di.. Sini?” gemeteran seluruh tubuhku. Seketika buku jatuh satu persatu, lampu redup, ac sangat dingin, pintu berbunyi dan…
“Gubrakkk!!” aku pun pingsan. Saat paginya aku pun langsung bangun, ternyata aku berbaring di UKS dan aku sempat cerita dengan Meyran, ternyata aku pingsan karena ada sosok wanita yang menyeramkan dan ia berdiri di hadapanku. Setelah kejadian itu aku pun trauma untuk ke perpustakaan sendirian.

Cerpen Karangan: Meida Widianingrum
Facebook: Widia123

Cerpen Perpustakaan Angker merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Celoteh Seorang Guru

Oleh:
Dari bulan, menuju hening malam. Masih teronggok bisu di pojok sana. Harapan yang diam dan tak pernah tersentuh. Jika ada tanya “mengapa?”, “karena tuhan tidak pernah menginginkanku untuk jatuh”.

Menengadah

Oleh:
Sudah seminggu ku lihat anak perempuan kecil berambut putih itu diam di bawah pohon cemara belakang rumahku. Entah apa yang ia perbuat di sana. Aku tak pernah mengusirnya untuk

Menghilang

Oleh:
Mungkin bukan saatnya membicarakan cinta dalam benakku saat ini. Karena ku terperangkap dalam banyak tanggung jawab dan segudang target yang harus dicapai semester ini. Tapi, dia membuatku ternganga saat

Di Balik Jubah Hitam

Oleh:
Pagi yang cerah ini, tampak cahaya matahari yang bersinar memasuki lubang-lubang yang ada di jendelaku. Aku mulai terbangun dari tidurku. Saat itu aku malas untuk pergi ke sekolah karena

Sang Miliuner

Oleh:
Pernahkah kau bermimpi untuk menjadi dirimu sendiri? Pernahkah kau merasa tidak sanggup membedakan antara esensi diri dan batas imajinasi? Kutenggak kaleng b*r kedua yang kubeli sore ini. Setelah pulang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *