Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Perjanjian Maut (Part 2)

Cerpen ini lanjutan cerita dari “The Train”, dan “Deja Vu” dan Perjanjian Maut Part 1 “Aku tidak mau!” kataku ketus menolak permohonan Ainara. “Alfi, tolonglah. Hanya kamu harapan negeri kami, apapun yang kau...

Wajah di Balik Jendela (Part 1)

Tepat pukul 5:45 sore, sambil menatap jam dinding kuno di atasnya, Kondektur tua bermuka masam di stasiun Hualamphong, Bangkok, yang sedang melambaikan bendera merah. Di iringi jerit peluit, Eastern & Oriental Express....

Sosok Cantik Dalam Mimpi

Akhirnya bel sekolahku berbunyi. Pelajaran matematika pun otomatis berakhir. Setelah lama rasa penat mengumpul di otakku. Buku-buku yang tadinya berserakan, kurapihkan segera dan kumasukkan ke dalam tas. Aku pun langsung...

The Dark Fire 2 (Nightmare Part 2)

“Kyaaa!” Sebuah tengkorak keluar dari sana. Tengkorak itu terjatuh seketika ke tanah. Aku hanya bergidik ngeri. Perlahan, aku mulai masuk ke dalam peti kuno itu. Setelah masuk, ku tutup pintu peti. Ku berjalan...

Surat Merah Muda

Seperti biasa. Surat itu selalu datang di dalam lokerku setiap jam istirahat. Bukan hanya aku, semua teman-temanku merasakan hal yang sama. Isi surat bermacam-macam dan selalu bersifat misterius, ia mengetahui masalah yang...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply