Rumah Kosong


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 20 May 2013

Ketika sang surya menyinari bumi, aku terbangun untuk melanjutkan kegiatanku di hari ini. Panggil saja aku Friska, aku baru pindah ke komplek ini karena lebih dekat dengan tempat kerja ayahku. Tapi sekolahku masih tetap sama, kebetulan hari ini adalah hari liburku aku memilih untuk berlibur di rumah, aku tidak ingin berlibur di rumah nenek. Karena kata ayahku liburan kali ini kita tidak bisa liburan ke rumah nenek.

Ibuku memanggilku untuk sarapan, aku berjalan menuju meja makan. Setelah sarapan aku memutuskan untuk bersepeda menuju ke daerah yang kurang banyak pengendara. Aku melihat sebuah rumah yang terlihat seperti rumah pada jaman Belanda. Tiba-tiba seperti ada yang menarik sepedaku untuk menuju rumah kosong itu. Dan aku terjatuh tepat di depan pintu rumah itu, aku duduk di atas kursi itu untuk melepas lelah. Aku tidak sengaja menyenggol pintu itu, dan ternyata pintu itu tidak terkunci. “aneh kenapa rumah ini tidak terkunci?” tanyaku sambil masuk rumah.

Aku masuk ke rumah itu, tiba-tiba aku memasuki kabut putih dan jatuh tepat di sebuah rumah, “bukannya ini rumah yang aku masuki tadi, tapi kenapa sepertinya rumah ini berbeda”. Aku melihat-lihat sekeliling rumah, dan bertemu dengan seorang wanita. Aku memanggilnya “permisi, aku sekarang ada di mana?”. Tanyaku. Tapi wanita itu tidak mendengarkanku dan anehnya lagi dia bisa menembus tubuhku ini.

“di mana aku?, kenapa aku bisa dilewati apa aku sudah mati?”. tanyaku sambil menanggis, tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundakku.
“si… si… apa kamu?”. Tanyaku ragu-ragu
“aku Susi, sebaiknya kamu segera meninggalkan tempat ini”.
“kenapa aku harus pergi bukankah aku sudah mati?” kataku sedih
“kamu belum mati, kamu berada di zaman dahulu”. Jawabnya
“lalu bagaimana caraku pulang?”. tanyaku
Sebelum dia menjawab, tiba-tiba seseorang datang memabawa senjata api. Ia berpakaian seperti orang Belanda. Dia menembak semua orang yang ada di sana, penampakan yang mengerikan semua orang terbunuh. Aku berteriak sejadi-jadinya meminta tolong, aku berlari keluar rumah. Dan ketika sadar aku berada di kamarku, ku kira itu semua hanya mimpi.

Cerpen Karangan: Dini Aprilia Purnamasari
Facebook: Dini Aprilia

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Misteri

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply