Rumah Sebelah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 11 March 2016

Rossaly Channesta 17.15
“Jangan lupa, ya. Entar, jam 6, kita bertemu di depan rumahmu.”

Aku membaca BBM dari Rossaly. “Dia pikir aku ini pelupa, ya?” kataku. Dengan cepat, aku langsung membalasnya.
Viory Natavia 17.16
“Ingat, dong, Ros. Kamu sudah bilang ke Siskary, kah?”

Setelah itu, aku pun mandi karena sudah sore. Setelah mandi, aku pun memakai kaos hello kitty berwarna putih dan celana panjang polos berwarna denim. Lalu, aku mengambil ranselku dan memasukkan 2 senter, 2 botol minum yang satunya berisi air putih dan yang satunya berisi teh manis, dan keperluan lainnya. Tringgg. Hp-ku berbunyi tandanya ada BBM masuk. Ku buka aplikasi BBM-ku dan tampak ada BBM dari Rossaly.

Rossaly Channesta 17.43
“Udah, kok, Viory. Kamu udah siap, belum? Kami ke rumahmu dulu, ya.”
Viory Natavia 17.43
“Udah siap, Ros. Oke!”

Ku lihat Rossaly telah membaca BBM-ku. Mungkin dia akan berangkat sehingga tidak membalas BBM-ku. Dugaanku betul. Beberapa menit aku menunggunya, akhirnya dia datang.
“Hai, Viory,” sapa Rossaly dan Siskary.
“Hai,” aku membalas sapaannya.
“Langsung berangkat, yuk. Daripada nanti kemalaman,” ajak Siskary.
“Ok!” jawab aku dan Rossaly. “Ma, kami berangkat dulu, ya,” pamitku.
“Iya, Sayang. Hati-hati, ya,” jawab Mama.

Kami langsung ke luar dari rumah. Mata kami tertuju pada rumah sebelahku. Kata orang di sekitar sini, dulu, ada seorang pengantar barang mengantar barang rumah itu. Sesampainya, ia melihat jendelanya terbuka dan nampak ada seorang lelaki berpakaian merah. Lelaki itu sedang melihat TV. Pengantar barang itu berteriak berkali-kali memanggil wanita itu. Tetapi lelaki itu tampak tak mendengarnya. Dengan marah, pengantar barang itu pergi. Dan anehnya, pemilik rumah itu berkata bahwa dia tidak ada di rumah pada saat itu. Karena ketakutan, pemilik rumah itu pindah dan rumah itu dijual. Hingga seseorang hendak membeli rumah itu. Sebelum membelinya, mereka masuk ke rumah itu untuk melihat-lihat. Dan, sesuatu yang aneh terjadi. Tampak ada bekas darah di dinding rumah. Orang itu pun ketakutan dan akhirnya tidak jadi membeli rumah itu.

“Masuk, yuk,” ajakku.
“Hei! Kalian ngapain ke rumah itu?” tanya seorang anak laki-laki yang merupakan Kevin. Kevin adalah teman rumahku yang paling ku benci. Tapi dia pemberani.
“Mau masuk ke rumah itu,” jawabku singkat.
“Aku mau ikut, Viory,” kata Kevin.
“Ok,” jawabku. Kami pun bersama-sama memasuki rumah itu. Dengan kunci yang diberikan Pak RT, akhirnya pintu itu terbuka. Rumah itu tampak kotor sekali dan penuh debu.
“Aku takut, Viory,” kata Siskary yang penakut. “Sssstttttt,” kataku menyuruhnya diam. Tiba-tiba, lampu rumah itu menyala. Deg. Aku merasa takut. Rumah itu menjadi bersih dan dindingnya putih. Kami semua kebingungan.

Tony terduduk lemas di pojok ruangan itu. Sudah berkali-kali ia dipaksa menjadi budak. Ia tidak diberi makan dan minum. Tiga hari ia bertahan untuk tidak makan dan minum. Ia menyesal tidak mendengar perintah Ibunya. Karena waktu itu ia ditawar sebuah kartu nama oleh seorang lelaki, ia mengambil tanpa curiga. Tetapi, dirinya seperti dihipnotis. Ia mengikuti perintah lelaki itu. Dia dibawa ke sebuah rumah yang tampak indah dan bersih, di dalamnya, tampak banyak anak laki-laki dan perempuan. Mereka semua kurus-kurus. Awalnya Tony bingung, tetapi setelah 1 hari di rumah itu, ia merasakan penderitaan yang cukup buruk. Ia dipaksa bekerja. Ia tidak diberi makan.

Teman-temannya yang ada di rumah itu meninggal semua dengan mengerikan, karena waktu Tony tertidur, teman-temannya mencoba pergi. Tapi sayangya ia diketahui oleh penjaga di sana. Lalu mereka dibunuh dengan memotong bagian kepalanya. Hingga tersisa Tony sendirian. Tony menyesal karena tidak mendengar omongan Ibunya. Sehingga ia bunuh diri dengan menancapkan pisau ke dadanya. Sebelum bunuh diri, Tony mengucapkan sebuah kutukan. Siapa saja yang masuk ke rumah itu, ia akan meninggal mulai dari laki-laki. Itulah kutukan Tony dan bisa disebut sebagai ucapan terakhir Tony. Aku terbangun. Rasanya tadi aku seperti pingsan dan mimpi. Teman-temanku semua bangun dan mengatakan hal yang sama. Tetapi, kami tidak melihat Kevin.

“Kevin mana, ya?” tanya Siskary.
“Entah,” jawab Rossaly.
“Kalian ingat, gak kutukan Tony? Kayaknya beneren terjadi, deh,” kataku dengan suara pelan. Kami pun sepakat untuk melihat ke belakang kami.
Deg. Kami semua terkejut. Kevin meninggal karena pisau yang menancap di dadanya. Tiba-tiba, sebuah pisau terjatuh di depan kami. Dan saat kami melihat ke atas, tampak banyak pisau jatuh tanpa ada orang yang menjatuhkannya.

“Aaaaa!!!” teriak kami semua. Untungnya pintu depan terbuka. Kami semua lari ke luar dengan selamat. Kami semua langsung ke Pak RT yang masih belum tidur.
“Pak, tadi kami melihat sesuatu yang menyeramkan di rumah sebelah saya,” kataku dengan cepat.
“Coba ceritakan,” kata Pak RT. Kami semua pun menceritakan hal yang terjadi.
“Bagaimana kalau kita datangkan orang pinter, Pak?” usul Rossaly.
“Boleh juga,” kata Pak RT. Lalu, Pak RT tampak sibuk dengan teleponnya. Tiba-tiba, datang sebuah mobil Avanza berwarna hitam. Lalu keluar seorang wanita separuh baya dengan kacamata.
“Ada masalah sampai mencari saya, Pak?” tanya wanita itu. Pak RT pun menceritakan semua yang kami ceritakan. Rupanya wanita itu orang pinternya.
“Oh.. Gitu, ya. Tolong bawa saya ke tempat itu, Pak,” kata wanita itu.

Kami pun membawanya ke rumah itu. Dia pun melakukan pengusiran hantu di rumah itu. Hantu di rumah itu tampak kuat sekali. Setelah beberapa menit, ia pun berhasil mengusir hantu itu. Pak RT langsung membayarnya uang. Setelah mengambil uang, wanita itu langsung pergi dengan mobilnya. Sekarang, rumah itu telah dapat ditempati dengan aman.

SELESAI

Cerpen Karangan: Cindy Flowencya
Hai! Namaku Cindy Flowencya. Aku sekolah di SDS CAHAYA KEBNARAN kelas 5. Mohon maaf jika ada kesalahan di cerita ini. Maklumlah, soalnya udah lama gak buat cerita. Hehehe.

Cerpen Rumah Sebelah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Malam

Oleh:
Di malam hari, mereka gelap, bersiap menelan dalam kekelaman. Mata-matanya bersiap menikam. Tangan-tangannya bersiap mencabik. Kaki-kakinya bersiap mengejar. Mengejar nyawa untuk diterkam. Mereka kucing di pagi hari dan singa

Kayu Cemara

Oleh:
“Bram, Kita tinggal di dunia dimensi tiga, Aku, kamu, binatang, tumbuhan dan masih banyak lagi. Alam semesta kita terdiri dari berbagai macam dimensi. Empat, lima atau enam, entahlah..” Aku

Alone

Oleh:
Banyak sekali orang-orang yang membuatku kesal di dunia ini. Jujur saja, aku jenuh dan muak dengan sikap mereka yang selalu memperlakukan ku seolah aku bukanlah manusia yang pantas mereka

Misteri Gelang Kaki (Part 2)

Oleh:
Esok harinya kami melanjutkan pencarian kotak Ungu. Dan kali ini kami berhasil. Ternyata kotak itu tak jauh dari posisi kami berdiri kemaren. Dan sepertinya tempat ini adalah tempat dimana

Mimpi Atau Bukan?

Oleh:
Kamis, 27 Mei 2016 Di suatu pagi hari yang sunyi, handphoneku yang aku taruh di samping meja tempat tidurku bergetar, aku dengan serentak kaget atas geteran tersebut. Aku langsung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *