Sangat Aneh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 25 August 2016

Siang itu Reza pergi ke stasiun Cirebon dengan diantar oleh keluarganya. Reza menaiki kereta Argo Jati jurusan Cirebon-Gambir untuk menengok kakeknya yaitu kek Ardi, jam setengah dua siang kereta yang dinaiki oleh Reza berangkat menuju stasiun Gambir. Jam lima pas kereta telah berhenti di stasiun Gambir, Reza ke luar dari keretanya dan langsung mencari pamannya yang katanya akan menjemput Reza di stasiun Gambir.

“Kak Reza… Kak Reza kami disini.” Reza mengenali suara itu yaitu Angga, saudara sepupunya dan mencari sumber suara itu, ternyata mereka menunggu di ruang tunggu stasiun. Mereka pun langsung pergi ke rumah kakeknya. Setelah sampai di rumah kakeknya, ternyata kek Ardi sedang tidak ada di rumah melainkan sedang ada di sawah. Reza beristirahat sejenak dan tiba-tiba buku yang ada pada suatu rak buku yang berdekatan dengan Reza terjatuh, Reza mengambil buku itu dan membacanya. Buku itu ternyata berjudul “Kereta 001” yang isinya adalah kereta misterius yang muncul setiap tanggal 30 Juni, tetapi bukankah tanggal 30 Juni adalah tanggal dimana Reza pulang ke Cirebon esok lusa.

Kek Ardi pun pulang dan mencari Reza, Ternyata Reza tertidur saat membaca buku tadi dan kek Ardi pun membangunkannya. Reza pun bangun dan ternyata hari sudah menjelang Maghrib, Reza langsung mandi dan shalat Maghrib, setelah shalat Maghrib Reza langsung makan malam bersama kakeknya dan paman, bibi dan sepupu Reza yaitu Angga.

Esok nya…
“Kek nanti tolong ingetin aku ya nanti malam untuk membereskan barang-barangku besok aku akan pulang lagi ke Cirebon jam empat pagi.” Kata Reza, “Iya nanti kakek ingetin kamu kok Za…” Jawab kek Ardi. “Oh iya kek… boleh gak kalo aku membawa buku cerita milik kakek yang berjudul “Kereta 001” buat baca di dalam kereta supaya aku gak bosan…” Tanya Reza. “Boleh aja… Besok kamu naik kereta apa…?” Kata kek Ardi. “Besok aku naik kereta Argo Jati kek…” Jawab Ardi kepada kakeknya.

Siang pun akhirnya berganti malam, setelah makan malam “Reza katanya kamu akan mengemasi barang-barangmu…” Kata kek Ardi “oh… iya kek sekarang aku mau mengemasi barang dulu ya…”

Esok paginya…
“Kakek… Kakek… kenapa gak bangunin aku… aku langsung ke stasiun aja ya kek…” Kata Reza. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul tiga lebih empat puluh lima menit, berarti hanya ada waktu lima belas menit lagi untuk pergi ke stasiun. “Paman apakah cukup waktunya untuk pergi ke stasiun…?” Tanya Reza “Entahlah Za…” Jawab pamannya.

Sesampainya di stasiun kereta yang akan ditumpangi Reza ternyata sudah berangkat, kemudian Reza membeli tiket kereta Cirebon Express karena hanya kereta itulah yang akan datang dua jam lagi yaitu jam 06.30. Reza memutuskan untuk pergi ke rumah kakeknya lagi, setelah masuk ke kamar, Reza dipanggil oleh kakeknya “Reza… Reza… coba kamu lihat berita ini…” Reza pun langsung menuju ruang keluarga dan melihat berita di televisi “Ya ampun… jika aku menumpangi kereta itu… mungkin aku sudah tiada…” Kata Reza.

“Dilaporkan sudah ada 36 orang yang tewas dalam kecelakaan ini dan 43 orang luka-luka, kecelakaan ini tak dapat dihindarkan …” Kata seorang wartawan di salah satu televisi swasta.

Ternyata kereta yang tadinya akan ditumpangi Reza bertabrakan dengan kereta lain yang bernomor kereta 001, Reza teringat akan buku milik kakeknya itu yang konon katanya setiap tanggal 30 Juni akan ada kereta misterius yang ingin mencelakai kereta lain. Reza langsung mencari buku milik kakeknya di tas ransel milik Reza, dan ternyata buku itu telah hilang entah kemana. Tetapi sebelumnya waktu Reza bangun dan terburu-buru untuk pergi ke stasiun Reza ingat dia memasukkan buku itu ke dalam tas miliknya bersama power bank dan juga tongsis miliknya.

“Aku langsung ke stasiun aja ya kek…” Ucap Reza “Ya… hati-hati ya…” kata kakek nya. Kali ini Reza tepat waktu di stasiun dan Reza langsung masuk ke kereta Cirebon Express dan duduk di kursi yang berseealahan dengan jendela. Ternyata Reza duduk bersama anak yang seumuran dengan Reza juga, Reza berkenalan dengan anak itu dan namanya adalah Aldi. Reza terus saja memikirkan kejadian kereta tadi sampai-sampai dia lupa dengan teman barunya yakni Aldi, sampai-sampai Reza terkaget ketika disapa oleh seorang kondektur “Adik kenapa terlihat melamun saja…? Apakah adik sakit…?” Tanya seorang kondektur, “Ehh… Gak papa kok…” Jawab Reza “Oh… Kalau begitu tolong tunjukkan tiket adik…” “Ini pak…”. Reza teringat akan teman barunnya, tetapi ia tidak ada di sebelahnya lalu Reza bertanya kepada kondektur apakah dia melihat temannya…!? “Maaf dik… Dari tadi adik hanya duduk sendirian disini…” Jawab kondektur itu, “Tetapi pak… dari stasiun awal saya duduk bersamanya nama dia Aldi…” Kata Reza, “Kalo itu gak mungkin dik coba deh sini kamu lihat daftar penumpang kereta ini… Tidak ada kan penumpang yang bernama Aldi…” Ucap kondektur itu lagi.

Menurut Reza hari ini adalah hari teraneh dan paling misterius yang pernah ia alami, pertama kereta yang tadinya ia akan tumpangi bertabrakan dengan kereta yang bernomor 001 yang persis sama dengan buku kakeknya, yang kedua setelah kejadian tabrakan kereta tadi buku milik kakeknya hilang entah kemana, dan ini adalah yang ketiga kalinya yaitu teman yang sangat misterius.

Tak terasa kereta yang ditumpangi Reza telah berhenti di stasiun Cirebon, Reza pun keluar dari kereta dan langsung mencari jalan keluar di arah selatan karena papah nya menunggu di pintu keluar selatan. Setelah bertemu dengan papanya Reza langsung menceritakan semua kejadian yang dialami oleh Reza.

Setelah sampai di rumah, mamah Reza mengatakan bahwa korban meninggal karena tabrakan dua kereta bertambah satu lagi dan dia bernama Aldi. Di televisi menayangkan lokasi kejadian dan meng-update situasi terkini dan juga menampilkan foto-foto orang yang meninggal karena tabrakan dua kereta, Reza menonton televisi yang sedang menampilkan foto orang yang tewas. Ternyata foto Aldi ada di urutan orang yang meninggal, Reza langsung memanggil kedua orangtuanya “Mamah… Papah…coba liat ini deh… tadi aku berkenalan dengan anak ini di kereta, dan anehnya dia menghilang entah kemana…” “Apakah anak ini yang kamu ceritakan ke papah waktu perjalanan pulang tadi…?” Tanya papah Reza, “Iya benar pah… anak ini… lihat namanya juga sama, Aldi…” Jawab Reza. “Ya udah yang penting kamu baik-baik aja Reza…” Kata mamah nya, “Iya mah…” Ucap Reza.

Reza mengucapkan duka cita untu korban tabrakan kereta dan menceritakan semua pengalamannya di sosial media dan akhirnya banyak orang yang mengomentari tulisannya itu baik teman, saudara, dan yang lainnya juga.

Cerpen Karangan: Muhammad Fahmi Fahrurrozy
saya bersekolah di smpn 1 gegesik kelas vii dan mau naik ke kelas viii saya mengikuti ekstrakulikuler marching band sebagai pemain marching bell 🙂

Cerpen Sangat Aneh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rabu Dini Hari

Oleh:
“Toolloonggg!!” Aku langsung terbangun dengan nafas tercekat. Tubuhku menegang seketika. Kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Tubuhku merasa seolah-olah aku yang merasakan itu ketika terdengar jeritan itu. Tanganku

Truth Behind The Wall

Oleh:
Seminggu yang lalu “Rena! Di sini!” Aku berbalik ke arah suara itu. Hari ini, aku berjanji untuk menemui sahabat lamaku, Varrel, di kafe miliknya. Begitu aku melihatnya, aku segera

Suara Bisikan Iblis

Oleh:
-saat kau mendengar suara lain yang membuatmu penasaran, jangan ikuti, karena mungkin saja itu panggilan kematianmu- Ardianta memejamkan matanya mencoba fokus pada apa yang di dengarnya –jjau…jj- bunyi ponsel

Ghost of Shania (Part 2)

Oleh:
“Kita harus cepet-cepet pergi dari rumah ini! Rumah ini berhantu!” “Ly..” potong Reyna yang nggak pernah percaya sama omonganku. “TURUTIN GUE KENAPA SIEEHHH!” Akhirnya mereka mau nurutin perkataanku dan

Nyanyian Alam Fana

Oleh:
Tangisan itu mulai terdengar kembali. Rintihan demi rintihan ia lantunkan di balik gubug nan tua. Rani, begitu mereka memberi nama bayi tersebut. Pardi yang sehari-hari bekerja sebagai guru magang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *