Sari dan Risa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 7 July 2015

“Shara!!” teriak kak Sakura memanggilku.
“Apaan sih Kak?” tanyaku. “Shara kan lagi ngerjain pr!”
“Shar, kamu lihat Apina tidak?” tanya kak Sakura.
“Ngga Kak!” Jawabku. Aku segera kembali ke kamarku. Aku memasang headset lagi dan mulai mengerjakan pr MTK ku lagi.
Apina… Kemana adikku itu..?
“Ganti! Lagunya jelek!!” ujarku menggerutu. Aku pinjam Ipod Kak Sisilia untuk mendengarkan musik.

Ya, namaku Shara Anindita Roselia. Panjang? Panggil aku Shara. Teman-temanku memanggilku ‘Rosela’ -Nama belakangku. Tapi mereka kurang ‘I’-.

“Kak Si! Tolong aku!” Sahutku memanggil Kak Sisilia.
“Kak Si!” Tak ada jawaban. Uh! Aku baru ingat! Kak Si ada di rumah Kak Nikani, tetangga kami. Aku mem-pause lagunya dan melepas headset. Kututup pulpen warna violet/ungu yang baru ku beli 3 hari yang lalu. Aku melangkah ke luar kamar.

Aku melihat Kak Sakura masih mencari Apina. Aku terus berjalan.

Aku melihat rumah di seberang yang terkesan angker. Wah, lampu depannya nyala. Hore!! Ada penghuni baru! Aku memutuskan mencari Kak Si nanti. Aku berjalan menuju pintu rumah itu.

Aku mengetuk pintunya. “Halo. Saya Shara. Tetangga Anda!”
“Ya, saya Sari. Mari masuk!” Orang itu membuka pintu dan mempersilakanku masuk.
“Oh ya, Anda tinggal dengan siapa?” tanyaku ramah.
“Kembaran saya, Risa,” jawabnya lembut. Wah, dia sepertinya penyuka horor. Suaranya saja kayak kuntilanak… Hahaha!

Sari, rambutnya coklat bergelombang. Matanya rada hitam-hijau. Dia memakai hoodie pink-hitam, rok jeans selutut, kalung leher berduri, sepatunya gambar tengkorak dan jenis tempel-lepas dan ia berkuncir satu ke belakang-samping. Karet kuncirnya bergambar tengkorak.

“Risa!! Ada tamu!” teriak Sari.
“Wah…!” Risa sedikit mirip dengan Sari. Rambutnya lurus. Ia dikuncir samping, memakai karet kuncir bergambar pisau dan tengkorak. Ia memakai turtleneck pink-hitam bergaris, celana jeans selutut, sepatu tali bergambar tengkorak, dan kalung leher berduri, tapi lebih ekstrim.
“Ayo masuk!” ucap Risa ramah. Aku berjalan ke dalam. Tiba-tiba, pintu terkunci sendiri.
“Aaaaaa!” Jeritku. Mulutku langsung dihempas oleh Risa. Sari langsung berubah. Ia menampakkan, wujud aslinya!
“Kau pastilah Ayuri Kyonin!” ujarnya kejam.
“Bukan! Aku Shara Anindita Roselia!” teriakku sesendu-sendunya.
“Tapi kenapa kau bunuh kami!?” tanya Risa.
“Tidaaaaaaak!! Aku baru 10 tahun! Tidak mungkin! Lagian aku baru bertemu kalian!” jawabku sekencang-kencangnya.
“Aku Sari Sentosa. Saudaraku Risa Sentosa! Aku dan Risa lahir 5 Juli 1923!! Kami juga menyaksikan sendiri bagaimana kau menyiksa orangtua kami! Jangan bilang kau tak tahu!” jelas Sari tegas. Risa mengangguk mengiyakan perkataan Sari.
“Ini sudah 2014!” jawabku. Mereka kembali ke wujud manusia mereka.
“Baik, mungkin ini yang pertama dan terakhir, Ra. Ini sudah terlalu lama!” ucap Risa.
“Kita akan selalu berteman, kan?” tanyaku.
“Tentu! Da!!” mereka menghilang dari pandanganku seketika. Gemericik cahaya mengantar kepergian mereka serta mereka memaafkan siapapun Ayori Kyonin.

Tamat

Cerpen Karangan: Rihhadatul Aisy
Facebook: Aisy Code Lyoko Evolution

Cerpen Sari dan Risa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Saat Malam

Oleh:
Duduk, memilih novel dan membacanya. Itulah aktivitasku setiap malam. Namun malam ini berbeda. Entah mengapa perasaanku tidak enak. “Tok.. tok..” Terdengar sebuah suara mengetuk jendelaku. Dengan ragu aku menyalakan

Iris (Part 2)

Oleh:
Aneh juga ternyata jika bisa melihat diri sendiri tanpa cermin atau kamera. Aku, Zaidan kecil yang masih SMP, melepaskan dekapannya pada Iris. Iris berbalik menghadap Zaidan. “Kenapa kamu menyelamatkanku?

Anak Misterius yang Baik Hati

Oleh:
“Audreyyy..!!”, terdengar suara seorang gadis berteriak memanggil nama temannya. Namanya adalah Licia. “Apa..?”, jawab temannya yang bernama Audrey Angelica. “Ih, sombong banget sih, kamu..?!”, “Ya ampun Cia, aku mau

Menghilang

Oleh:
Mungkin bukan saatnya membicarakan cinta dalam benakku saat ini. Karena ku terperangkap dalam banyak tanggung jawab dan segudang target yang harus dicapai semester ini. Tapi, dia membuatku ternganga saat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Sari dan Risa”

  1. dhun says:

    sebenarny crtany bgus cuma agak bingung juga, terkesan terburu2 dan ending ny gantung. Semangat terus yaa

  2. Niwana says:

    bagus sih ceritanya. cuma agak sedikit gak ngerti di bagian endingnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *