Sekolah Angker Misterius

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 7 April 2016

“Huft..” Rania mengusap keningnya yang penuh keringat. Ia melihat kedua temannya yang sudah tertidur pulas di sebelahnya. “Bangun, Gunjan! Martha!” seru Rania membangunkan ke dua temannya. Akhirnya, Gunjan dan Martha si pemalas itu bangun sambil menguap lebar lebar. Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi tapi sekolah masih belum dibuka. Maka dari itu, mereka bertiga lebih memilih diam di mobil. Setelah 2 menit kemudian, gerbang sekolah dibuka. Namun, saat mereka masuk semua murid sudah lengkap ada. Mereka aneh dengan semuanya.

“Helo Rania! Martha! Gunjan!” Sapa Angeline atau Angel dengan semangat ia melambai-lambaikan tangannya.
Rania, Martha dan Gunjan membalas melambai-lambaikan tangannya. Dan mereka mendekati Angel yang berada di depannya.
“Eh, tahu gak pas aku lihat di google sekolah kita termasuk sekolah angker loh.” Ucap Angel memulai pembicaraan.
Rania, Gunjan dan Martha menjadi ngeri mendengarnya. Setelah agak tenang, Rania, Gunjan, dan Martha pun menceritakan apa yang terjadi tadi. “Tadi, dari jam 05.55 sampai jam 06.55 kita nunggu di mobil, soalnya gerbangnya belum dibuka. Eh, pas dibuka anak anak udah lengkap semua.” Rania menjelaskan apa yang terjadi.

Bel masuk pun berbunyi. Rania, Angel, Gunjan, dan Martha masuk kelas mereka yaitu 6 B. Konon, kelas mereka tuh kelas angker yang ada hantunya. Cat dinding kelas mereka hitam putih seperti hantu. Di bagian belakang ada satu meja dan kursi yang kosong. Kata Caroline, anak yayasan sekolah Rania yang sekelas dengan Rania itu meja dan kursi itu milik roh-roh kelas itu.

“Eh, tahu gak sih meja dan kursi di paling belakang tuh milik Roh roh kelas kita.” Begitu yang selalu diucapkan Caroline jika teman-teman menanyakan hal itu. Pada malam yang gelap gulita, Rania, dan Angel masih belum pulang karena masih piket. Mereka takut karena katanya roh-roh itu akan hidup pada malam hari. Untungnya, Caroline, Martha, dan Gunjan setia menemani mereka. Setelah selesai, mereka berlima pun pulang. Saat itu, gerbang sekolah telah dikunci. Pak Satpam juga sudah pulang. Mereka berlima merinding ketakutan. Mereka ingin memanjat gerbang sekolah yang tingginya lima meter itu. Tapi, tidak ada gunanya pasti mereka disangka pencuri dan pintu setelah pagarnya juga sudah dikunci.

“Tuk.. tuk..” Suara sepatu mendekati mereka.

Mereka hanya merinding ketakutan lalu ke luar dengan memanjat lalu mendobrak pintu keluar. 5 minggu kemudian Sekolah Rania pun ditutup. Karena, ternyata ada seorang perempuan yang dibayar orang menjadi hantu. Dan salah satunya adalah Caroline, ternyata ia dibayar orang untuk menakut-nakuti temannya dengan berita.

SELESAI

Cerpen Karangan: Davina Kiesha Putri
Facebook: Davina Kiesha Putri
Namaku Davina Kiesha Putri. Umurku 8 tahun. Aku kelas 3A. Aku sekolah di SDS MUTIARA PARAHYANGAN. Facebook-ku Davina Kiesha Putri. Gmail-ku Marthalia.dkp[-at-]gmail.com. Tempat tanggal lahirku Subang,23 Oktober 2007. Semoga kalian suka cerpenku.

Cerpen Sekolah Angker Misterius merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Rumah Tetanggaku

Oleh:
Dengan gontai Aku melangkah menelusuri jalan setapak menuju rumahku. Malam ini dingin. Seperti biasa, lampu-lampu di sepanjang jalanan tak cukup membantu penglihatan dalam pekatnya kegelapan malam. Maklumlah suasana tempat

Petualangan Empat Orang Anak

Oleh:
“Kak, kita jalan yuk” ajak Ratih. Aku tak menghiraukannya. Aku sendiri lagi menikmati acara TV kesayanganku, yang tak pernah aku lewati satu bagian pun. “Kakak?” panggilnya sekali lagi. “Iya,

Liburan ke Solo

Oleh:
Halo, namaku Fanny. Aku tinggal di Jakarta. Aku anak tunggal, dan aku mempunyai rambut keriting lebat atau disebut juga “Kribo”. Ayah dan ibuku mengatakan bahwa itu anugrah. Padahal, di

Dunia di Balik Dinding

Oleh:
Karena setiap malam aku selalu mendengar suara orang yang sedang berpesta di balik dinding kamarku, aku mengajak sahabatku untuk menginap di rumahku malam ini. Kebetulan Ibu dan Ayahku sedang

Pena Biru Laut

Oleh:
Langit yang semula gelap, perlahan terang karena matahari mulai menampakkan sinarnya. Udara pagi yang masih bersih dari polusi udara terasa segar di tubuh. Cuaca hari ini sangat bersahabat, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *