Siapa Perempuan Itu?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 7 January 2017

Pukul 12 siang, aku sempat bertengkar dengan seseorang dan aku sangat emosi. Aku berusaha untuk melupakan kejadian itu, tapi tetap saja tidak bisa. Emosiku semakin meluap, rasanya aku ingin sekali melampiaskan emosiku ini pada seseorang. Tidak, sebaiknya aku lakukan hal lain untuk menghilangkan amarahku ini.

Aku memutuskan untuk wudhu dan tidur siang. Saat tidur siang, aku bermimpi mengalami kejadian yang aneh. Tapi tiba-tiba aku terbangun, dan aku tidak bisa mengingat mimpi yang barusan aku alami. Saat itu jam menunjukkan pukul 3 sore. Aku baru sadar, kalau saat itu aku harus pergi ke rumah temanku untuk kerja kelompok. Aku pun langsung bergegas menuju kamar mandi. Beberapa menit kemudian, aku selesai mandi. Setelah itu, aku langsung berpakaian dan langsung pergi ke rumah temanku.

Tak terasa sekarang sudah jam setengah 6 sore. Aku pun langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, adzan maghrib pun berkumandang. Aku langsung pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat maghrib. Sholatku tidak khusyuk, karena aku masih memikirkan kejadian siang tadi.

Sesudah sholat maghrib aku langsung pulang ke rumah. Aku duduk di kursi yang berada di teras rumah sambil memandangi rumah dua tingkat yang berada tepat di depan rumahku. Itu rumah temanku, saat itu ia dan keluarganya sedang pergi ke luar kota, dan rumah tersebut sedang kosong alias tidak berpenghuni. Aku duduk dan melamun memikirkan kejadian siang tadi. Lalu tiba-tiba aku melihat sosok perempuan berbaju putih berambut panjang sedang mengintip lewat jendela besar yang ada di rumah temanku itu. Dia mengintip, masuk dan mengintip kembali. Aku merinding, mahluk apa yang mengintip itu.

Aku langsung masuk ke dalam rumah dan memberitahu Ibuku tentang perempuan itu. “Bu, tadi aku melihat perempuan mengintip lewat jendela di rumah di depan rumah kita”. “Mungkin itu hanya halusinasimu saja” balas ibuku. “Kalau Ibu tidak percaya, lihat saja sendiri” kataku menyuruh Ibu untuk melihat sosok yang kulihat tadi. Ibuku pun langsung pergi ke luar dan melihat ke arah jendela besar tersebut. “Mana? Tidak ada apa-apa kok. Kan sudah Ibu bilang itu hanya halusinasimu saja”. “Tidak bu, tadi aku benar-benar melihatnya” jawabku. “Sudahlah lebih baik kamu masuk dan tidur saja” balas Ibuku.

Aku pun masuk dan tidur di kamarku. Aku bertanya-tanya dalam hati. “Kemana perginya sosok perempuan tadi, siapa sih dia sebenarnya?”.

Dua bulan kemudian aku pergi berlibur keluar kota bersama keluargaku. Kejadian itu masih melekat kuat di ingatanku. Entah bagaimana caranya agar aku bisa melupakan kejadian menyeramkan itu.

Cerpen Karangan: Ade Mulyawan
Blog: admulyawan.blogspot.com
Seorang pelajar yang suka menulis. Hasil tulisan saya dapat kalian temukan di blog saya: Ade Mulyawan Blog.

Cerpen Siapa Perempuan Itu? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi Atau Bukan?

Oleh:
Kamis, 27 Mei 2016 Di suatu pagi hari yang sunyi, handphoneku yang aku taruh di samping meja tempat tidurku bergetar, aku dengan serentak kaget atas geteran tersebut. Aku langsung

The Cellphone

Oleh:
Manabe menatapku seolah yang kutanyakan padanya mendapatkan jawaban ya. Namun aku tidak percaya, Mustahil bagiku. Aku langsung kembali masuk ke dalam kelas, lalu mencari sosok yang dari tadi aku

Dunia Transparan

Oleh:
“Hah?? Ke Samarinda, Bu?” ucapku terbelalak. “Iya, kampung halaman ibu. Kamu udah lama nggak bermain ke sana, kan?” “Iya, bu.. tapi, malas, ah” gerutuku sambil terus memainkan gadget. Ibu

Mr. K (Kingdom)

Oleh:
Setumpuk berkas sudah menanti di meja kerjanya ketika pria tampan dengan setelan jas lengkap tanpa dasi dengan tinggi 172 cm dan tatanan rambut rapi yang sekarang berusia 25 tahun

Menghilang

Oleh:
Mungkin bukan saatnya membicarakan cinta dalam benakku saat ini. Karena ku terperangkap dalam banyak tanggung jawab dan segudang target yang harus dicapai semester ini. Tapi, dia membuatku ternganga saat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *