Siapa?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 16 September 2013

Pria bertudung hitam itu masih mengikuti Shila, entah apa yang diinginkannya hingga dia masih mengikuti Shila sejak keluar dari gedung kantor 30 menit yang lalu.

Jangan-jangan dia pembunuh berdarah dingin? Hiiiy, Shila setengah berlari menuju rumah barunya. Ya, Shila baru saja pindah ke rumah yang lumayan jauh dari kantornya, jaraknya sekitar 45 menit jalan kaki…

Sejenak dia menengok ke belakang, pria itu masih berusaha mengejarnya walaupun dengan terengah-engah..

Malam ini begitu sepi hanya sesekali kendaraan yang melintas..

Secercah harapan menghampiri Shila ketika dilihatnya warung kecil di ujung jalan ini.

“Mungkin aku bisa meminta bantuan seseorang disitu..”, batinnya.

Terengah-engah Shila pun sampai di depan warung kecil remang-remang itu, tapi tak seorang pun menunggui warung tersebut.. Kecewa, Shila memutuskan kembali berlari menuju rumahnya, pria bertudung hitam tadi masih mengejarnya walaupun jaraknya agak jauh..

Sesampainya di depan rumah, Shila menggedor-gedor pintu, seseorang bertubuh gemuk membukakan pintunya..

“Aduuuh Dioooon! Lama banget sih bukainnya! Cepetan tutup pintunya!”, perintah Shila seraya berlari ke kamarnya di lantai dua.

Shila berusaha melupakan kejadian barusan dan bersyukur bisa pulang dengan selamat.. Merasa badannya begitu lengket dan bau setelah marathon tadi, Shila memutuskan untuk segera mandi..

Usai mandi, Shila turun ke dapur di lantai bawah. Dilihatnya Dion tengah duduk sendiri
di sofa depan televisi, “Gimana de? Gampang nggak nemuin alamatnya?” Dion diam, tak menjawab.

Tok tok tok tok

“De, bukain tuh pintu… Mamah kali tuh… De.. Hoyy..”

Merasa dicuekin, Shila memutuskan untuk membukakan pintu.. Shila kaget, dilihatnya pria bertudung hitam tadi sudah ada di depan pintu rumahnya, buru-buru ditutupnya pintu itu, namun pria itu menahannya..

“Mbak, aku Dion!”
“Enggak! Bohong!”
“Sumpah, aku Dion, Mbak.. Aku nggak tau alamat sini, jadi aku dari tadi nungguin Mbak di depan kantor, ku ikutin malah Mbak lari kenceng banget..”
Keringat dingin mengucur dari dahi Shila, jika Dion baru sampai di rumahnya sekarang, lantas siapa yang duduk di depan tv tadi?

Cerpen Karangan: Triesya Augustien Ernawan
Facebook: m.facebook.com/triesya.ernawan
I’m a newbie here.. Mohon kritik dan sarannya ya… send to my fb… thank you.. 🙂

Cerpen Siapa? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pucuk Kemuning

Oleh:
Pulang kerja Burkat segera memacu sepeda motornya dengan kencang, maklum dia ingat kalau hari ini dia hampir melewatkan janji untuk mengantar istrinya pergi melihat pasar malam di lapangan dekat

Sebuah Pisau Di Matamu

Oleh:
Saat kau datang padaku dengan pisau di matamu tadi malam, aku histeris. Apa maksudnya ini, batinku. Kau tidak menunjukkan ekspresi kesakitan sedikit pun. Biarpun darah mengucur deras dari sela-sela

Hidupmu Adalah Hidupku

Oleh:
Sore itu langit begitu gelap dengan hembusan angin menerbangkan dedaunan. Ya hari begitu mendung pertanda hujan deras akan membasahi bumi. “bener nih lo nggak mau nginap?” Tanya ku sekali

Tragedi Berdarah di Perry’s Bookstore (Part 3)

Oleh:
Mario mulai menghilangkan keberadaan dari kerumunan itu layaknya Assasin sebelumnya, setelah Adam menjelaskan beberapa trik yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Adam juga meminta tolong Mario untuk memeriksa kembali

Aku Kakek dan Foto

Oleh:
Sudah lebih satu jam ku bolak-balikan lembar foto yang berserakan di atas meja kerjaku. Aku lelah dan mulai putus asa. 113 foto, karya terbaiku sudah aku tunjukan, tapi belum

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Siapa?”

  1. Yufita Ciptasari says:

    Hahahahaa bagus cerpennya (y) kurang panjang ajje,…

  2. talipocong says:

    Baca kisah ini membuat kertas tissu miliku hilang tak berbekas. Sedih bgt kisahnya. Mengharu biru kata orang tuh. Goodjob for the author, make a great romance lagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *