Teman Saat Malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 30 November 2019

Duduk, memilih novel dan membacanya. Itulah aktivitasku setiap malam. Namun malam ini berbeda. Entah mengapa perasaanku tidak enak.

“Tok.. tok..” Terdengar sebuah suara mengetuk jendelaku.
Dengan ragu aku menyalakan lampu kamarku dan membuka jendela untuk melihatnya. Perasaanku semakin menjadi jadi saat tidak ada apapun yang kulihat. Jendelaku jauh dari pohon sehingga tak mungkin ranting pohon yang melakukannya. Seingatku saat ini juga musim semi, sehingga tak mungkin juga angin yang melakukannya.

“El?” hening.
“Elly??” masih tetap hening.
“ELLY!!!!” teriakan mama membuyarkan lamunanku yang tentunya memikirkan hal ‘aneh’ tadi.
“I-iya ada apa ma?”
“Tolong beliin mama susu buat adik kamu. Kan jam segini masih buka tokonya.” ujar mamaku
“T-tapi ma..”
“Cepetan gih. Ini uangnya.” ujar mama sambil berjalan keluar kamarku.
“Huhh!” dengan cepat aku menyabet mantel dan sepatu kets kesayanganku dan mulai melangkah keluar.

Udara malam ini cukup dingin, mungkin ini yang menyebabkan malam ini cukup hening. Dalam perjalananku, aku tidak menjumpai anak muda yang biasanya nongkrong sambil bercanda tawa. “Aneh. Tak seperti biasanya.” batinku. Sengaja kupercepat langkahku.

Sesampainya di toko yang kutuju, aku langsung mengambil susu dan membayarnya. Petugas kasir pun bertanya padaku.
“Anda sendirian?”
“Iya, memangnya kenapa pak?”
“Nggak takut ta?”
“Memangnya kenapa pak? Memang suasananya agak berbeda pak. Ada apa ya?”
“Malam ini adalah peringatan 15 tahun pembunuhan masal di kota ini. Rumornya jika ada yang mengetuk jendela, maka itu adalah arwah gentayangan dari peristiwa tersebut. Anda pindahan dari kota lain ya?” ujar petugas kasir dengan nada bercanda.
“I-iya pak” ujarku lalu pamit pulang.

Entah mengapa pernyataan petugas kasir tadi membuatku sweetdrop. Apakah tadi itu…

Cerpen Karangan: Zulfikar Dabby Anwar
Blog / Facebook: Dzoel
Hanya mencoba

Cerpen Teman Saat Malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Buku Misterius

Oleh:
Rinai-rinai hujan membasahi atap-atap rumah, terdengar seperti sebuah irama, jendela kaca yang berada di samping ranjang tidurku, kututup secara perlahan agar air tidak banyak masuk ke dalam kamarku. “kring…

Wake Up

Oleh:
Sesak, terasa begitu sesak melihat semua barang yang ada di sekelilingku. Susah sekali rasanya ingin bergerak, karena begitu banyak sesuatu yang menempel di tubuhku. Ingin ku mengangkat tubuh, namun

Wajah Yang Berseri

Oleh:
Aku Steve. Sejak kecil aku tak pernah memiliki teman. Alasannya macam-macam, mereka bilang aku anak yang aneh dan sedikit sakit. Entahlah mungkin maksud mereka aku memiliki penyakit kejiwaan semacamnya.

Pinkbells

Oleh:
“Dia pernah datang dalam mimpiku dan menjanjikan sejuta perhiasan asalkan puisinya dibaca khalayak ramai,” ujar Rugosa Smith ketika sadar setelah jatuh pingsan karena tertimpa plafon gedung itu. Plafon yang

Pasu Kecil

Oleh:
Arina, gadis desa kelas 3 SMP merasa tidak tenang beberapa hari ini, Dia yang biasanya senang ikut ibunya pergi ke sawah untuk membantu, sudah tiga hari ini tidak lagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *