Ternyata Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 12 August 2019

“Teng… Teng… Teng…” bunyi jam di rumahku tepat menunjukan pukul 00:00 wib, tiba-tiba, “Aaa…” terdengar suara jeritan dari sebelah rumahku. Aku ketakutan, dan tak dapat tidur semalaman…

“Kriing… Kriiing… Kriing…” jam wekerku berbunyi. “Hah aku telaaat” ujarku sambil terkejut. Hari ini aku lupa kalau sekarang ada janji dengan sahabatku.

Oh iya hampir lupa… Perkenalkan namaku maya, aku tinggal di perumahan graha tlogowaru – malang. Aku mempunyai 3 sahabat sejati, ada ryan si kutu buku, ada cecil si otak pintar, dan ada bryna si ceroboh. Mereka bertiga adalah sahabatku sejak kecil, walau kita beda sekolah tapi tetap satu hati.

“Hai semua, maaf ya aku terlambat karena bangun kesiangan” ujarku sambil meminta maaf
“Iya… Lain kali awaas kalau telat lagi ya” jawabbryna sambil mencibirku.

Hari ini aku dan sahabatku akan ke taman bersama sambil bercakap-cakap.
“Eh, bryn kamu tadi malam dengar teriakan nggak dari depan rumahmu? Kan rumahmu deket?” tanyaku.
“Iya tadi malem aku dengar, menakutkan deh” jawabnya. “Aku juga sama. Kalau ryan gimana?” tanya cecil pada ryan. “Eeeh… Ng-nggak kok” jawabnya sambil menyembunyikan sesuatu.
“Aneh, kan rumahmu persis di sebelah rumah tersebut?” tanyaku, “Ng-nggak tau. A-aku nggak denger kok. Oh iya aku pergi dulu ya, soalnya banyak tugas nih” jawabnya sambil pergi meninggalkanku.

“Aneh ya ryan” ujarku ke sahabatku yang ada di sampingku. “Eh, daripada kita bingung, gimana kalo habis ini kita ke rumah itu?, nanti kita ketemuan di depan rumahku, bagaimana, setuju nggak?” tanya cecil. “Setuju!!!” jawabku dengan bryna hampir bersamaan.

Setelah dari taman, aku cecil, dan bryna langsung segera pulang dan ambil peralatan. Setelah itu, kami bertemu kembali di depan rumah cecil.
“Eh semua sudah bawa senter sama tongkat kayu, belum?!” tanyaku pada mereka. “Sudah dong, ini dia” jawab bryna. “Ya udah, langsung yuk masuk ke dalam!!” ujarku.

Akhirnya kami semua menuju rumah tersebut. Lalu aku mengetuk rumah tersebut, dan tiba-tiba pintu terbuka sendiri. Kami pun langsung masuk. Ketika kami masuk, kami melihat barang-barangnya banyak yang berantakan ditambah lagi bau darah yang begitu menjijikkan. Kami sambil ketakutan. Namun kami memberanikan diri untuk masuk.

Setelah itu kami memeriksa sekelilingnya dan naik ke lantai dua. Tiba-tiba “Bruuuk…”, kami mendengar suara aneh dari ujung kamar, kami pun lari ke kamar tersebut. Ketika dilihat tidak ada apa-apa, hanya ada barang yang berantakkan. Lalu setelah itu aku terkejut ketika pintu lemari di belakangku terbuka dengan sendirinya. “Hah, apa itu di sana” ujar cecil sambil ketakutan. Lalu aku membuka lemari itu, dan mendapati ada seorang anak menangis di sana. “Hah, dek ngapain kamu di sana?” tanyaku pada adik tersebut. “Hiks.. Hiks… Tolong aku kaaak…” jawabnya sambil menangis. “Iya ada apa, coba cerita sama kakak!” ujarku sambil menenangkannya. “Begini kak… Kemarin malam ada seseorang datang ke rumahku kak, lalu ia mendobrak pintu dan membunuh keluargaku, hanya aku yang selamat dan aku sembunyi di sini, aku tak tahu siapa dia, yang jelas dia seorang pria… Hiks… Hiks…” jelasnya sambil menangis.

Tiak-tiba terdengar seseorang sedang menuju kemari, dan alangkah terkejutnya kami ketika yang kulihat dia adalah ryan sahabatku. “Hah!!! Dialah kak pembunuhnya, tolong aku kak…” ujarnya sambil ketakutan. “Tidak mungkin, dia teman kakak dek” jawabku. Lalu, “Hahaha… Ya betul sekali, akulah pembunuhnya, hahaha…” ujar ryan sambil tertawa. “Mengapa kau lakukan ini ryan, apa tujuanmu..?” ujar cecil. “Hahaha… Aku melakukan untuk menyingkirkan mereka dari rumah mewah ini, dan sekarang giliran kalian yang harus mati, hahaha…” jawab ryan sambil menyodorkan pisau ke leher cecil. “Tidak ryan, jangan!!! Kami sahabatmu” ujar bryna, lalu ryan melempar pisaunya ke jantung bryna, lalu aku pun menjerit ketakutan, hingga akhirnya kami semua terbunuh hanya oleh satu sahabat…

Itulah akhir dari kisahku, dan aku sarankan untuk memilih teman yang baik…

Tamat

Cerpen Karangan: Ryan Restu Pangeran
Nama: Ryan Restu Pangeran
Umur: 12 tahun
Kelas: 8-B
Asal sekolah: SMPN 10 MALANG
Facebook: Ryan shan
Kata-kata untuk pembaca:
“Pilihlah teman yang baik, karena merekalah yang akan menemanimu walau kau sedang bersedih”

Cerpen Ternyata Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tragedi

Oleh:
Dini terbangun mendengar suara gaduh di lantai bawah. Ia keluar kamar mencoba memastikan suara gaduh tersebut. Namun, apa yang dilihatnya di bawah sangat membuatnya takut. Keringat dingin mulai membasahi

Gadis Misterius

Oleh:
Siapakah gadis yang memakai gaun bercahaya dan bermahkotakan rangkaian bunga mawar dan bunga melati itu… ia melangkah dengan anggunnya menulusuri padang rumput juga melintasi sungai biru nan jernih, lalu

Misteri Kakek Berkepala Botak

Oleh:
“Kia sayang, ayo sarapan dulu” seperti biasa, mama sudah menyiapkan sarapanku. “Ya ma” jawabku. Aku segera melahap habis sarapanku lalu pergi ke taman. “Holdie! Holdie!” aku memanggil anjing kecilku

Mengapa? (Part 1)

Oleh:
Namaku Tissa. Aku tinggal di kota yang tidak pernah tidur. Bukan Jakarta maksudku, tapi kota Tangerang. Namun, tempat tinggalku berada di perumahan yang agak sepi. Sering kubertanya-tanya, mengapa orangtuaku

Misteri Kelas Sharoom

Oleh:
Suasana pagi di Sekolah Hippelatranz sangat dingin. Sekolah Hippelatranz adalah sekolah yang memiliki dua asrama. Yaitu asrama Tarns untuk siswa laki-laki dan asrama Hippa untuk siswi perempuan. Di kamar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *