Teror Maut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 August 2017

Dulunya, SMA N 01 Karang Permai adalah SMA favorit di kalangan remaja SMP. Tetapi, sejak gosip seram itu tersebar luas, reputasi SMA N 01 Karang Permai perlahan-lahan turun. Gosip seram itu semakin menjadi-jadi karena didukung oleh teror-teror aneh yang terjadi di sekolah. Pelaku yang menyebarkan gosip seram dan yang melakukan teror itu belum juga ditangkap. Semua orang tidak berani menangkapnya karena terlalu takut.

Pagi itu, seluruh warga sekolah dikejutkan karena setiap ruangan berantakan, bahkan ruang guru dan ruang kepsek sekali pun. Anehnya, hanya di ruang kepsek saja terdapat tulisan “TUNGGU PEMBALASANKU” dengan darah. Pak Kepsek mengira jika itu hanyalah darah ayam. Pak Kepsek pun mengabaikan tulisan tersebut dan bergegas pergi ke halaman untuk melaksanakan upacara bendera. Setiap ruangan yang berantakan baru ditata sekedarnya karena para siswa juga harus segera berkumpul di halaman.

“Anak-anakku, kalian tidak perlu takut dengan teror tadi pagi, terutama untuk anak-anak kelas 10. Saya akan berusaha untuk menangkap pelaku teror tersebut. Jadi, kalian tidak perlu khawatir dan fokuslah pada pelajaran kalian.” jelas Pak Kepsek pada para siswanya ketika amanat berlangsung.

Selesai upacara bendera, para siswa kembali merapikan ruangan mereka masing-masing.
“Tya!!!” panggilan itu mengagetkan Tya yang sedang duduk kelelahan.
“Raka! Ada apa? Kau mengagetkanku saja, kenapa kamu baru masuk ke kelas?”
“Aku telat lagi. Oiya, apa benar tadi pagi sudah ada teror lagi?”
“Iya, kamu sih telat melulu, ngapain aja tadi malam?”
“Hmm… Aku berusaha menyusun rencana untuk menangkap pelaku teror itu. Rencananya sudah kususun cukup bagus. Tapi, aku kekurangan orang untuk melakukan semua rencana itu.”
“Jangan bilang jika kau mau melibatkanku dalam rencana konyolmu itu.”
“Iya, tolonglah Tya, aku mohon, kali ini aja, yaaa”
“Hm… Baiklah.”
Akhirnya, dengan raut muka sedikit tidak senang, Tya menyetujui permintaan Raka itu.

Sepulang sekolah, Raka menjelaskan semua rencananya kepada Tya. Tya hanya menjawabnya dengan anggukan kepala, sedangkan sendirinya tidak tau apa yang sedang dibicarakan oleh Raka.

Malam harinya, mereka berdua benar-benar datang ke sekolah. Tepat pukul 7 malam mereka berdua telah sampai di sekolah. Mereka mencari tempat untuk bersembunyi, dan akhirnya mereka menemukan tempat yang tepat yaitu di balik semak-semak yang rimbun.

“Hei Raka, lihat! Siapa laki-laki itu?” tanya Tya pelan.
“Aku tidak tau, hei lihatlah! Laki-laki itu membawa cukup banyak anak buah” jawab Raka pelan.

Dengan hati-hati, Tya mengeluarkan telepon selulernya dan menelepon salah satu kantor polisi. Mereka berdua tidak mungkin melawannya sendirian. Mereka cukup lemah untuk berhadapan dengan anak buah laki-laki tersebut.

Tanpa sadar, tiba-tiba ada seorang anak buah laki-laki tersebut mengetahui keberadaan mereka berdua dibalik semak-semak. Anak buah laki-laki tersebut lalu menyeret mereka berdua ke hadapan laki-laki tersebut.
“Hei, siapa dia!” tanya laki-laki itu kepada salah satu anak buahnya.
“Kami tidak tau, sepertinya mereka penyusup.” jawab salah satu anak buah.
Tya dan Raka hanya bisa terdiam dan berharap polisi cepat datang, karena rencana merka berdua telah hancur semua.

“Hei, siapa kalian! untuk apa kalian datang ke sekolah ini malam-malam?” tanya laki-laki itu kasar kepada mereka berdua.
Dengan perasaan penuh ketakutan, akhirnya Tya menjawab pertanyaan laki-laki itu dengan penuh keberanian.
“Harusnya aku yang bertanya kepadamu! Untuk apa kau ke sekolah kami dan masuk ke ruang kepsek!” jawab Tya dengan nada tinggi.
“Apa kau pelaku dari semua gosip dan teror-teror seram yang selama ini terjadi di sekolah kami!” lanjut Raka dengan penuh keberanian.
“Jika iya, memangnya kenapa? Kalian berdua akan melaporkanku kepada Pak Kepsek atau Pak Polisi” jawab laki-laki itu dengan santai.
“Siapa kau sebenarnya dan untuk apa kau kemari!” bentak Tya kepada laki-laki menyebalkan itu.

“Kau ingin tau siapa aku? Dan untuk apa aku kemari? Baiklah, aku Raffi Alfaro. Harusnya sekarang aku kelas 12 dan bersekolah di sekolah ini. Tapi, karena Pak Kepsek menyebalkan itu, aku dikeluarkan dari sekolah gara-gara masalah sepele. Aku ketahuan Pak Kepsek sedang mabuk-mabukan di luar sekolah. Dan besoknya aku langsung dikeluarkan dari sekolah. Mulai…”
“Kau pikir mabuk-mabukan itu masalah sepele, hah!!!” omel Tya ditengah-tengah pembicaraan Raffi. Namun, Raffi tidak mempedulikannya dan meneruskan pembicaraannya.
“Mulai hari itu aku merasa diriku bersalah, karena sebenarnya aku dipaksa temanku dari sekolah lain untuk mencoba meminumnya. Dengan bodohnya, aku malah melampiaskan amarahku kepada Pak Kepsek yang sama sekali tidak bersalah. Dan aku juga berbuat bodoh dengan meneror kalian seperti ini.

Tanpa sadar, ketika air mata Raffi mulai menetes, Polisi datang dan langsung menangkap Raffi dan anak buahnya. Diikuti Pak Kepsek yang menghampiri mereka berdua dan menanyakan keadaan mereka. Tya tidak mempedulikan kekhawatiran Pak Kepsek padanya. Ia hanya ingin Pak Kepsek memaafkan semua perbuatan Raffi yang selama ini ia lakukan.

Ia menjelaskan semuanya kepada Pak Kepsek.
“Begitu ceritanya Pak. Jadi, saya mohon supaya Bapak memaafkan perbuatan Raffi selama ini dan kembali memasukan Raffi ke sekolah kita ini.” pinta Tya dengan sangat kepada Pak Kepsek. Walau Pak Kepsek sedikit keberatan dalam hal tersebut. Namun, Pak Kepsek mengabulkan permintaan Tya.

Akhirnya, Raffi dimasukkan kembali ke SMA N 01 Karang Permai. Seiring berjalannya waktu, sifat Raffi berubah menjadi baik dan gosip seram tentang sekolah ini pun mulai hilang, tergantikan oleh gosip-gosip baik yang menarik para calon siswa baru untuk bersekolah di SMA N 01 Karang Permai.

Cerpen Karangan: Annisa Kusuma Noviyanti
Facebook: Annisa Kusuma Noviyanti
Hai, namaku Annisa Kusuma Noviyanti.
Jangan lupa baca cerpenku ya!!! Semoga kalian suka

Cerpen Teror Maut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Because of You

Oleh:
Pagi yang cerah. Kudengar deburan ombak pantai yang perlahan mulai hilang ditelan bisingnya suara kendaraan. Tirai-tirai yang menutup jendela kamarku mulai kubuka secara perlahan. Dengan mata ini, aku melihat

Karena Sepeda

Oleh:
“Ini bukunya, Mbak. Dan kembalinya lagi lima ribu. Terima kasih telah mampir di toko kami. Semoga harimu menyenangkan.” Ujar petugas kasir ramah sambil tersenyum lebar. Malah sangat lebar hingga

Bonjour, Arma

Oleh:
Lucu juga bila ditanya alasan mengapa aku tetap ingin menjadi ‘Secret Admirer’nya. Hingga saat ini, bahkan hingga detik ini aku tak bisa melepas hatiku ke orang lain. Sengaja ku

Siapakah Yang Menyapu Malam Malam Itu

Oleh:
Suasana sabtu sore itu sangat cerah, warnanya merona kemerahan di langit tanpa terlihat satu pun awan mendung yang menaunginya. Kenalkan namaku Irvan. Seperti biasa… aku dan tetangga sebelahku sebut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *