Tersesat Di Hutan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 15 December 2018

“Liburan sebentar lagi nih, gak ada niatan buat pergi nih?” Tanya Nanda
“Kuy lah ke bogor ke rumah nenek gua mumpung di sono sepi” jawabku.
“gua sih mau aja, gimana si Ilhamnya aja”
“Kuy lah, kapan lagi liburan bebas dari orangtua” jawab Ilham.
“oke siap, tapi ongkos masing masing yah” jawabku
“Woles aja itu mah” jawab Nanda
“Oke lah, jadi nih” jawab Ilham.
“siiip, jadi terus” jawabku

Kami berencana liburan di bogor ke rumah nenekku. Yah, walaupun deket tapi pemandangannya bagus dan yang penting bisa bebas dari masalah apapun.
Kami menabung dari sekarang untuk tidak terlalu membebankan orangtua kami. Uang jajan kami selalu disisihkan 10 ribu per hari agar pas liburan tidak perlu meminta uang ke orangtua.

“gak kerasa yah besok udah liburan” Tanya Ilham
“iya, lu semua udah siapin baju blom?” jawabku
“blom nih, ya udah gua siapin baju dulu ya” jawab nanda
“oke, gua juga mau siapin baju nih buat besok” jawab Ilham
“ohh, ya udah kalo gua sih tinggal nyari tas doang” jawabku
“Gak nanya” balas nanda
“bodo amat” jawabku

Dan malam pun tiba, aku tiba-tiba tidak bisa tidur. Aku memikirkan bagaimana liburan besok apakah menyenangkan atau membosankan. “ahh gak usah dipikirinlah mendingan gua tidur” gumamku dan aku pun tertidur.

Akhirnya pagi tiba, aku sarapan masakan ibuku lalu mandi kemudian pakai baju dan jaket. Aku pamitan dengan orangtuaku karena teman-temanku sudah menungguku di terminal.

Saat dalam perjalanan, aku menghadap jendela karena pemandangannya bagus. Aku selalu bercanda dengan temanku saat di bus. dan bus yang kami tumpangi mogok dan kami keluar sebentar untuk mencari udara karena di dalam sangat panas.
Tiba tiba aku kebelet buang air kecil dan mencari pepohonan yang ada di sekitar, kemudian temanku juga mau buang air kecil hingga kami bertiga mencari pepohonan yang jauh dari bus.

Saat sudah selesai kami berjalan menuju bus, tetapi kami tidak melihat bus dan jalan tol. Kami terus berjalan dan mengikuti jejak kami sendiri saat mau buang air. Sudah 10 menit kami berjalan mengikuti jejak kaki kami tapi kami tetap tidak melihat bus situ.

“ehh lu ngerasa gak, kalo kita cuma muter-muter doang di sekitar sini?” Tanya nanda
“iya juga sih dari tadi kita jalan kaga ngeliat bus dan jalan tol” jawabku
“apa mungkin kita dikerjain sama penunggu di tempat ini?” Tanya Ilham
“gua gak percaya sama hal kaya gitu” jawab nanda
“tapi mungkin aja sih soalnya dari tadi kita jalan lurus kedepan kaga ngeliat bus” jawabku
“jadi apa yang kita lakuin soaalnya ini hutan” jawab nanda
“ya udah jangan pada panik, kita jalan lagi aja ke depan siapa tau nemu tuh bus” jawab ilham

Kami bertiga berjalan menyusuri hutan dengan ditemani nyamuk dan mungkin seekor ular. Sekitar 1 jam berjalan kami sudah kelelahan dan beristirahat di bawah pohon beringin karena cahaya matahari terhalang oleh daun. Tiba-tiba tanpa tersadar kami pun tertidur.

Aku tiba-tiba bangun dengan terkejut karena seperti ada yang menjilat telapak kakiku, dan ternyata hanya anjing kecil. Aku bingung kenapa ada anjing di hutan. Aku pun tersadar bahwa matahari sudah digantikan bulan purnama. Aku membangunkan teman-temanku dan bingung melihat anjing di hadapannya.

Anjing itu terus menggonggong tanpa henti. Saat kami perhatikan lama-lama anjing itu semakin membesar dan yang tadinya imut jadi buas. Kami hanya diam tak berdaya dan tiba-tiba muncul siluet hitam dibelakang anjing itu.
Kami agak sedikit tenang karena ada orang pedalaman yang membantu kami. Tiba-tiba siluet hitam itu menghilang dan di belakangku seperti ada orang yang mengasah pisau tepat di belakangku, padahal teman-temanku ada di sampingku.
“1.. 2.. 3 lari!!!” teriakku

Kami berlari ke segala arah untuk menghindari orang itu tanpa memikirkan barang bawaan kami. Kami berhenti dan sepakat untuk melawan orang itu. Kami mengambil apapun yang ada di tanah, kayu, balok apapun itu untuk menghajar orang itu.

Kami menghajar orang itu dengan segala kemampuan kami, tapi dia lebih kuat dari kami. Kulihat ilham sudah kelelahan dan tiba-tiba orang itu menusuk ilham tepat di dadanya. Nanda yang tadinya fokus sekarang tidak fokus karena ilham mati di hadapannya. Dan nanda pun mati tertusuk pisau tepat di matanya.

Aku sedih saat kedua temanku mati karena orang itu. aku pun melawannya dengan tenaga yang tersisa, dia mengincar perutku kemudian aku tahan dengan tanganku. Sial kena lenganku akupun bersandar di pohon dan orang itu mengayunkan pisaunya yang siap dilempar. Aku terdiam sambil menangis dan pisaunya melesat tepat di mataku.

Tiba-tiba aku terjatuh dari kasurku dan aku kemudian demam. Aku pergi ke dapur mengambil minum dan mengechat temanku agar tidak jadi liburan karena aku demam. syukurlah itu hanya mimpi, Mungkin karena aku belom membaca doa tidur saat mau tidur. Tanpa sadar aku merasakan sakit di lengan kananku dan melihat goresan seperti terkena pisau.

Cerpen Karangan: Syahrul Himawan
Facebook: M S Himawan

Cerpen Tersesat Di Hutan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lucid Dream

Oleh:
Arnold Baswedan. Itulah nama gue. Oh ya, kalian tau tentang tentang Lucid Dream? Yap. Sebuah kejadian di alam mimpi yang terasa begitu nyata. Dan kau bisa merasakan segalanya di

Kolam Renang Misterius

Oleh:
Ada yang aneh dengan kolam renang itu saat malam. Kolam renang yang terletak tidak jauh dari kantor polisi itu terlihat sangat aneh. Setiap minggu biasanya aku, Isyah, dan Stev,

Misteri Kematian Smith Alex (Part 1)

Oleh:
Oxford, kota yang dahulunya indah nan damai berubah menjadi kelam saat mafia mafia datang ke inggris. Mafia mafia ini sangat ditakuti warga Oxford sehingga terdapat banyak kriminalitas seperti pembunuhan,

Detektif Numpang Lewat

Oleh:
Di sebuah kota maju yang bernama kota Neuro, terdapat sebuah SMP favorit bernama SMP Pelita. Hari ini adalah hari pertama sekolah untuk siswa-siswi angkatan baru tahun ini. Di antara

Kalung Liontin Merah (Part 1)

Oleh:
“Aku nggak akan menangis. Hal itu hanya dilakukan oleh orang lemah,” ucapku dalam hati. Tapi ternyata pikiranku tak sejalan dengan hatiku yang telah tergores sekian lama. Tersirat banyak luka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *