Trio Pembasmi Hantu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 3 July 2014

“Coca, kamu jalan di depan ya. Aku dan Sasa jalan di tengah. Zonxa di belakang.” Xixi mengatur posisi.

Sabtu malam ini, Xixi dan kedua sepupunya, Coca dan Zonxa menginap di Villa Xixi. Mereka berencana meburu hantu di Villa Pak Rommi. Villa kosong itu, terkenal berhantu. Mereka bertiga tidak takut pada hantu. Mereka menyebut diri mereka Trio Pembasmi Hantu.

Sementara Sasa merasa agak takut. Sasa adalah anak penduduk desa. Ia mengaku kalau ia pernah melihat ada hantu di villa tersebut. Trio Pembasmi Hantu pun langsung meminta Sasa menunjukkan jalan untuk menuju ke villa Pak Rommi.
Akhirnya, setelah agak lama, mereka pun sampai di Villa Pak Rommi. Ukurannya cukup besar. Berlantai dua. Cat dindingnya ditumbuhi ilalang.

Bagian belakang Villa Pak Rommi tampak sangat berantakan. Kaca pecah berserakan, ada banyak kayu dan papan bekas kebakaran. Akhirnya mereka lewat pintu belakang saja karena tidak terkunci dan lebih mudah masuk.

Satu per satu masuk ke dalam Villla Pak Rommi. Xixi menyalakan senter kecilnya yang berwarna biru. Ternyata mereka berada di dapur yang berantakan. Beberapa bagian hangus terbakar.

Xixi memasuki ruangan selanjutnya yang sangat luas tanpa batas. Ia menyorotkan senter ke lantai ruangan itu.
“Aneh, kenapa ada banyak sekali jejak kaki di lantai? Jejak kaki ini ada di dapur sampai tangga ke lantai dua.” bisik Xixi.
“Artinya, ada orang yang baru saja masuk ke villa ini. Jejaknya baru, belum tertutup debu.” sahut Coca berbisik juga.

Perlahan mereka ikuti jejak kaki itu menuju tangga dan menaikinya. Debu di pegangan tangga, juga tampak tersapu tangan seseorang.
“Lihat ada cahaya dari kamar keempat. Berarti…” Bisik Zonxa kepada yang lain.
“Sttt…!” bisik Coca dan Zonxa.

Braak! Tiba tiba pintu kamar terbuka! Trio pembasmi Hantu terkejut. Di hadapan mereka berdiri sosok bergaun putih panjang dengan rambut panjang terurai. Sosok tersebut tampak melayang.
“Han.. hantu!!” teriak Xixi begitu keras.
Aneh, sosok bergaun putih tersebut malah berbalik, dan masuk kembali ke dalam kamar, lalu menutup pintu kamar. Pet! Kali ini lampu di kamar dimatikan.

Sasa merengek minta pulang, tetapi Coca yang pemberani bersikeras masuk memeriksa kamar itu. Ia merasa ada yang aneh,
“Masak hantu menyalakan lampu kamar?” kilah Coca. “Zonxa, kamu ikut masuk kan?” bisiknya lagi.
“Tentu aku bukan anak penakut aku kan Trio Pembasmi Hantu yang sangat pemberani.” kilahnya bersemangat.

Akhirnya mereka semua masuk memeriksa kamar tersebut. Mereka menyorotkan senter kecil mereka ke seluruh penjuru kamar. Kamar tersebut tampak rapi. Ada setumpuk pakaian, bantal, guling, sehelai tikar yang masih baru, juga ada setoples makanan ringan dan sebotol besar air mineral yang dingin. “Itu dia hantunya.” Coca dan Zonxa yang pemberani menyorotkan senternya ke arah sosok putih yang misterius itu.
“Tolong jangan tangkap saya…” ucap sosok tersebut dengan suara gemetaran. Trio Pembasmi Hantu pun melongo memandangi sosok tersebut.
“Itu kan Kak Erna!” tiba-tiba terdengar seruan Sasa.

Erna adalah gadis remaja berumur 15 tahun yang dulu bekerja di Villa Pak Rommi. Namun, enam bulan lalu kompor di dapur Villa Pak Rommi tersebut meledak. Sejak itu Pak Rommi tidak pernah datang ke villa itu lagi.
Erna hidup sebatang kara dan tak punya rumah. Akhirnya, ia diam-diam tinggal di villa itu. Pada siang hari, ia bekerja di pasar. Agar penduduk tidak berani datang ke villa itu, dia menyamar jadi hantu. Erna juga menyebarkan cerita bahwa villa itu berhantu.

Erna berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dengan senang hati papa dan mama Xixi mengijinkan Erna untuk bekerja di villa mereka.

Cerpen Karangan: Joseph Manuel
Facebook: Joseph Manuel

Cerpen Trio Pembasmi Hantu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sekolah Baru Caca

Oleh:
Hari ini hari minggu, besok caca masuk sekolah awal kelas 2, caca diajak bundanya ke gramedia untuk membeli yang dibutuhkan untuk sekolah… “caca!” kata bunda “iya bun… ada apa?”

Burung Pipit yang Sombong

Oleh:
Di hutan ada seekor burung, Pipit namanya. Ia tinggal sendirian di rumah. Ayah dan ibunya sudah meninggal. Pipit mempunyai sifat sombong. Ia tak pernah membantu orang lain, saat orang

Kemah Perjusa

Oleh:
Aku Ririn. Sekarang aku duduk di kelas empat sekolah dasar. Pagi ini aku masuk sekolah setelah beberapa lama liburan. Aku pergi ke sekolah menaiki bus sekolah. Ketika di perjalanan

Maafkan Aku Vannesa

Oleh:
Vannesa nama yang bagus, untuk diberikan kepada anak yang cantik, imut, baik dan pintar. Tapi tidak untuk Vanesa yang ini, dia memang cantik, pintar dan baik. Tapi dia selalu

Musik Tengah Malam

Oleh:
Musik piano yang membuatku terjaga di tengah malam kembali terdengar. Sudah beberapa hari ini rumahku menjadi horor karena alunan musik tersebut. Alunan musik yang entah dari mana datangnya membuatku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

6 responses to “Trio Pembasmi Hantu”

  1. Sintina Velolina says:

    wow. bagus bgt

  2. Mis says:

    wow bguz bgt

  3. Citra Riana Putri says:

    Wow…seru banget ceritanya…

  4. Deby Febriani says:

    itu kan.. yg kayak di majalah bobo yg dulu. tokohnya sih namanya beda. tapi erna nya emang yg kayak di bobo. banyak yg persis sih kata2nya

    • moderator says:

      kalau boleh tau, penulisnya yang di majalah bobo orangnya sama atau beda dengan yang ini deby? 🙂 kalau ternyata penulisnya beda dengan yang ini, kita akan bantu hapus cerpennya dari cerpenmu karena pelanggaran hak cipta… 🙂 kakak nantikan informasinya ya deby 🙂

  5. fasya says:

    Ceritanya seru banget !!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *