Truth

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 16 June 2016

Hantu? Ha! Sejak kapan di dunia ini ada hal-hal semacam itu? Hantu itu tidak ada! Itu hanya halusinasi manusia yang terlalu dibesar-besarkan dengan bahasa yang bagus sehingga orang-orang mulai terpengaruh dan ikut-ikutan percaya. Nyatanya? Hoax! Tidak ada yang bisa membuktikan secara pasti hantu itu benar-benar ada atau tidak.

Namaku Shailene. Kalian bisa memanggilku Ai. Aku pelajar, dan termasuk dari kalangan orang-orang yang percaya pada teori ilmiah daripada karangan payah yang tak terbukti. Silahkan hina aku, tapi jika aku bertanya pada kalian apa kalian bisa membuktikan hal yang kalian percayai itu benar-benar ada atau tidak, kalian bisa tidak? Kalau tidak, silahkan tutup mulut kalian.

Sarkastik. Itu memang aku. Tapi aku tidak bermaksud menghina. Kau tahu? Terkadang kejujuran itu pahit jika dikatakan secara murni, dan aku bukanlah orang yang suka untuk mengurusi perasaan orang lain yang tak pernah berjanji untuk menjaga perasaanku juga. Tak berguna.

Baiklah, kembali ke topik utama. Apa tadi yang kubicarakan? Ah, ya, hantu. Ha, sampai sekarang aku masih tak percaya bagaimana caranya orang-orang dari seluruh dunia bisa mempercayai hal seperti itu. Maksudku, ayolah, kalian serius? Mempercayai hal yang kalian lihat hanya pada saat kalian depresi atau bangun dari tidur? Kalian pernah dengar halusinasi? Cari kata itu di kamus, dan kalian akan tahu apa sebenarnya ‘hantu’ itu.

Menggelikan sekali melihat orang-orang yang mati ketakutan saat melihat cahaya lampu mobil yang terpantul ke jendela kamar mereka. Aku tak bisa berhenti tertawa.

“Sayang, makan malam!” Ah, ya, Ibuku. Aku hidup bersama Ayah dan Ibuku, omong-omong. Aku langsung turun ke bawah dan menuju dapur.
“Makan malam apa kali ini, Bu?” Tanyaku sembari duduk di kursi makan dan mengambil piring. Ibu yang memunggungiku tampak tertawa.
“Seperti biasa, sayang. Ibu harap kau tak bosan dengan makanan itu.” Jawab Ibu. Aku tertawa, mana mungkin aku bosan dengan makanan Ibuku? Bahkan saat Ibu memasakkan masakan yang terakhir kali-
-… Tunggu dulu.
Aku tertegun. Ini tidak mungkin.
Tidak tidak tidak tidak-
“Kau kenapa, sayang? Tidak lapar?”
Ini gila!
Aku bangun dari kursiku, lalu langsung berlari ke dalam kamar.

Katakan ini hanya mimpi! Katakan padaku ini hanya mimpi! Mana mungkin ini bisa terjadi? Halusinasi tak mungkin senyata itu! Atau aku ternyata delirium[*]? Oh, pikiran macam apa itu?! Sejak kapan aku mengkonsumsi delirian[**]?! Lagipula perilakuku masih normal! Semuanya tidak masuk akal! Apa-apaan ini semua?

Ibuku sudah meninggal bersama Ayahku dua tahun lalu, bagaimana bisa mereka sekarang sedang mengetuk pintu kamarku?
“Shailene? Ini Ayah dan Ibu. Kau kenapa?”

Delirium: Adalah salah satu gangguan pemikiran dan perilaku. Orang yang mengalami delirium biasanya tidak bisa berfikir logis, mengalami halusinasi, kebingungan, mengalami masalah mengingat, tidak bisa mengendalikan perilaku, dan antara mengalami euforia (sangat senang) atau dystoria (sangat sedih). Orang yang mengalami delirium masih bisa berfikir kompleks, namun alur pikirannya terganggu. Dan ditambah dengan ketidakmampuan mengendalikan emosi dan perilaku, biasanya membuat penderitanya menjadi seseorang yang berbahaya.
Delirian: Adalah jenis psikotropika yang mampu menghasilkan efek delirium

(Sumber : Cerita “Jurit Malam : Benteng Gelap” Karya Alfi Rizky R. (WattPad))

Cerpen Karangan: Jamilatuzzahra
Facebook: Jamilatuzzahra
Hai! Aku Jamilatuzzahra. Sekarang aku bersekolah di MTsN Banjar Selatan 2 Banjarmasin. Semoga kalian senang dengan ceritaku, ya!

Cerpen Truth merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jingga di Ujung Senja

Oleh:
“Nja, senjanya! The most perfect one!” “Hah? Mana? Huuh, nggak ah nggak. Biasa aja. Jingganya kayak kemarin. Nggak ada yang spesial.” “Duh, kamu! Kamu mau senja yang gimana, sih?”

Pria Di Bawah Hujan

Oleh:
‘Sret’ ‘sret’ suara langkah kaki itu begitu jelas dan nyata jelas bukan ilusi atau lainnya. Ini entah keberapa kalinya aku lagi-lagi mengintip lewat jendela kamarku, penasaran pada seorang pria

Siapa Yang Mengetuk Pintu Kamarku?

Oleh:
Aku siswa sekolah menengah pertama di daerah jakarta, rumah ku di tanggerang aku selalu terlambat jika ke sekolah, karena supir pribadi ku yang lelet. hari ini hari senin. “Huhh,

Dibalik Hilangnya Shina

Oleh:
Purnama kali ini berbeda dengan purnama biasanya. Karena purnama malam ini saudara-saudaraku berkumpul di rumahku. Mereka datang kesini karena kakakku, Kak Litta, besok malam akan mengadakan resepasi pernikahan. Malam

Penguntit

Oleh:
HAH! HAH! HAH! Dengan napas yang terengah-engah, Della masuk ke rumahnya dan segera mengunci pintu. Della masuk ke rumahnya dengan perasaan lega. Dia lalu merebahkan dirinya di atas kasurnya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *