Wake Up

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 18 December 2017

Sesak, terasa begitu sesak melihat semua barang yang ada di sekelilingku. Susah sekali rasanya ingin bergerak, karena begitu banyak sesuatu yang menempel di tubuhku. Ingin ku mengangkat tubuh, namun begitu lemah rasanya. Ingin kubuka mata ini, namun terasa begitu berat rasanya. Ingin aku bersuara namun suaraku tercekik di kerongkonganku.

Napas yang terengah-terengah membuatku sulit untuk berpikir. Bahkan saat ini aku tidak tahu aku berada di mana. Dengan siapa. Dan apa yang sebenarnya barusan terjadi. Aku hanya mampu mencium bau alkhohol yang menyengat di hidung. Selang-selang panjang yang ditanam di hidungku. Alat infus yang tertancap di tanganku. Perban putih di kepala dan di tangan. Cadangan darah yang berada di sampingku dan pakaian putih yang kukenakan. Pakaian khas yang digunakan seseorang ketika tertimpa nasib yang sama sepertiku saat ini.

Aku hanya mampu menggerakan jari manisku. Tergerak begitu lemah dan tak berdaya. Sulit sekali rasanya. Mati rasa semua tubuhku. Semua terasa berat. Semua benda terasa bergerak tak berarah yang membuat pening kepalaku. “Apa? Apa yang sebenarnya terjadi denganku?”

“Tolong… tolong”. Rintihku melalui gerakan jari manisku. Namun tak seorangpun menyadararinya.
“Kumohon siapapun tolong aku, aku lemah dan tidak berdaya”. Bisikku dalam hati. Namun tetap saja tidak ada yang menghiraukanku. Hingga jatuh satu dua titik airmata yang awalnya menggenang di kelopak mataku dan mulai turun di pipiku.
“Kumohon siapapun, tolong aku!”. Rintihku dalam diam dan berlinang airmata.
“Jasmine! Kaukah itu?!” Kata seseorang. Sekuat tenaga aku kumpulkan tenaga untuk membuka mata. Namun aku hanya dapat merintih sambil terus berlinang airmata.
“Oh tuhan! Ini benar Jasmine! Oh darling I so worried about you honey. Are you okay right now?”
Ah! aku sangat mengenal suara lembut ini. Tak lain adalah My Mom. Aku merasa beruntung sekali ada Mom yang selalu di samping ketika aku tertidur lelap tak sadarkan diri.

“Darling, kamu sudah bangun dari tidurmu sayang? Kamu tidur begitu lelap sayang, namun Mom sangat bersyukur kamu dapat bangun kembali”. Kata Mom sambil mengusap rambut panjangku dan mengecup keningku.
“Be… be… berapa lama Mom?. Kataku terbata-bata lemah.
“Kamu tertidur selama tiga hari sayang. But it’s okay. You are fine right now! Mom selalu menunggu dan berdoa agar kamu membuka matamu kembali sayang. Dan Puji Tuhan, ternyata Tuhan mengabulkan doa Mom sayang”. Kata Mom penuh haru.
Aku hanya mampu membalas dengan senyum tipis, namun dalam hatiku aku sangat bersyukur dapat kembali membuka mata dan melihat sosok luar biasa di sampingku.

“Baik, Nona Jasmine Rosalina Clark, anda dapat pulang sekarang”.
Astaga! Inilah yang aku tunggu. Sepuluh hari di tempat yang penuh dengan bau alkhohol dan alat medis yang terlihat tidak bersahabat. Akhirnya aku dapat melangkah pergi dari tempat ini. Sepuluh hari yang begitu melelahkan dan menyakitkan.

Dad membantuku berjalan di kursi roda dengan mendorongnya dari belakang. Sedangkan Mom sibuk mengurus administrasi dan barangku. Terlihat cerah di wajah mereka berdua. Melihat putri semata wayangnya telah keluar dari rumah sakit, akibat kecelakan yang dialaminya.

“Are you okay, honey?” Tanya Dad.
“I’m fine Dad”. Jawabku seraya tersenyum
Dad membalas dengan senyum tulus sambil mengecup keningku.

“I’m free right now!”. Kataku dalam hati. Senang sekali rasanya dapat keluar kealam bebas setelah terkurung di tempat yang tidak menyenangkan selama sepuluh hari lamanya. Aku rindu akan kehidupanku di luar sana. Aku merindukan sekolah, sahabat-sahabatku, hobiku dan masih banyak lagi. Aku ingin melakuakan semua itu secepatnya. Aku sangat bersemangat untuk memulai semuanya. “Yes I’am ready! I’am so ready to see the world”. Kataku optimis.

Esoknya hari pertama aku berangkat sekolah. Semua menyambutku dengan begitu hangat. Bahkan sebagian anak kelasku sampai ada yang menangis. Mereka berebutan ingin menolongku dengan mendorong kursi roda yang aku gunakan. Satu persatu memelukku begitu erat, mengira bahwa aku tidak akan kembali sekolah lagi. Suasana haru dihari pertama sekolah setelah aku kecelakan merupakan pengalaman yang paling menyentuhku. Tidak pernah aku bayangkan, bahwa begitu banyak orang yang menyayangiku di dunia ini. Mom, Dad, teman sekelasku, guru-guruku dan orang lain. Dimana terkadang aku tidak menyadari kasih sayang yang orang berikan padaku.

“Jasmineeee!!!! Hiks.. hiks… hiks sahabatku sayang. I miss you so much honey. Kenapa lama sekali kamu pergi sayang. Aku kesepian selama kamu nggak berangkat sekolah sayang. Aku harus duduk sendirian selama sepuluh hari. Bayangkan sepeluh hari. Itu lama kan!”
“Maafin aku Chloe sayang. Janji deh aku nggak bakal pergi lama-lama lagi. Maafin ya sayang, ini yang terakhir deh”
“Beneran ya, janji lho. Jangan diulangi lagi”
“Iya Chloe sayang. Jangan sedih lagi dong. Cup.. cup…”. Kataku sambil mengusap airmata di pipi Chloe.
Tak kusangka begitu rindukah ia denganku sampai menangis tersedu-sedu seperti itu. Namun aku sangat beruntung memiliki sahabat baik sepertinya. Sahabat yang pengertian dan selalu ada untukku baik disaat suka maupun duka.

“Ayo Jas, kita ke bangku. Sini aku bantu”.
“Makasih ya Chloe makin cantik deh kalo gitu”
“Iya sama-sama yang lebih cantik. Apalagi ditambah bando putih ini nih”. Tunjuknya ke kepalaku.
“Kamu ngeledek ya? Ini namanya perban Chloe”
“Oalah perban aku kira bando model baru”. Katanya sambil menahan tawa.
Melihat wajahnya membulat aku tidak dapat menahan tawa ku pula. Hingga tawa pecah di antara kami berdua.

Hari pertama sekolah aku lalui dengan mudah dan lancar. Karena begitu banyak tangan yang membantuku. Ketika pulang sekolah pun, Chloe tak lupa membantuku masuk ke mobil sampai benar-benar aku berada di tempat yang aman dan nyaman.

“Hati hati Jasmine. See you tomorrow”
“Iya kamu juga hati hati ya. See you”
Lambaian tangan Chloe masih dapat kulihat cukup jauh. Hingga akhinya menghilang dengan sendirinya. Perjalanan tidak terlalu lama hanya 15 menit. Namun jika jalan sedang tidak bersahabat bisa lebih dari 15 menit.

Ketika berhenti di Traffic light. Aku mengamati ada beberapa jalan yang berubah. Misalnya ada perbaikan jalan dengan aspal. Rute jalan yang sedikit berbeda dan hal-hal kecil lainnya. Aku hafal setiap jengkal kota ini. Namun ada yang ganjil yang kurasa. Aku melihat seorang lelaki yang mungkin 2 tahun lebih tua dariku. Berdiri diam di pinggir jalan dekat dengan traffic light. Tidak jelas apa yang ia lakukan. Ketika lampu berwarna merah ia tidak sedang akan menyeberang hanya terdiam saja. Datar tak berekspresi. Tubuhnya berada di situ namun entah pikirannya berada di mana. Ia seperti tidak berada di situ. Aku melihatnya cukup lama. Aku perhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Lelaki bertubuh cukup tinggi dan sedikit pucat di wajahnya. Apa yang sedang ia lakukan.

Aku menjadi merasa ada yang ganjil pada dirinya. Siapa dia aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Atau karena aku terlalu lama di rumah sakit, hingga aku tak menyadari keberadaannya. Ketika aku sibuk memperhatikannya, tiba-tiba ia menoleh kepadaku. Sontak aku kaget dan berusaha mengalihkan pandanganku ke arah lain. Jangan sampai ia melihatku ketika aku sedang memperhatikannya. Namun ketika aku melirik ke arahnya lagi. Ia tetap menoleh ke arahku dan melihatku tanpa berkedip sedikit pun.

Ia melihatku seperti orang aneh. Sampai raut wajahnya berubah. Ia menyeritkan alisnya. Menatapku dengan tatapan tajam dan tak biasa. Seakan aku seseorang yang aneh. Tatapannya membuatku menjadi salah tingkah. Ia menatapku seperti ia mengenalku. Namun aku tidak tahu siapa lelaki misterius ini.

Kejadian tatap menatap ini berlangsung cukup lama sekitar 20 detik. Hingga ia berusaha mengucapkan sebuah kata namun aku tidak paham apa yang ia katakan. Aku cukup jauh darinya. Dan belum lagi aku berada di dalam mobil. Suara bising kendaran dan lalu lalangnya menggangu pandanganku. Ia berusaha mengucapkan sesuatu padaku. Awalnya aku bingung. Ia berbicara dengan siapa. Apakah denganku? Namun ketika aku menoleh kanan kiri depan belakang tidak ada yang ia ajak bicara selain aku. Lalu aku menunjuk diriku sendiri.
“Me?”
Ia mengangguk. Deg! Aku merasa semakin ganjil. Apa yang ingin ia sampaikan padaku?.
Namun setelah aku berusaha membaca gerakan bibirnya. Aku mengerti apa yang ia katakan.
“Wake up!”
Itulah yang ia katakan. Apa maksudnya aku tidak paham. Aku ingin membalas ucapannya dengan gerakan bibir yang sama pula sambil berkata. “I’m sorry?”. Namun lalu lalang kendaraan begitu padat, dan lelaki tadi sudah hilang entah ke mana.

“Di mana dia?” Pikirku. Tolah-toleh kanan kiri tidak ada. Di mana ia?
Kemudian aku bertanya dengan Pak Najib. “Pak lihat lelaki yang berdiri dekat traffic light tadi ngga?”
“Lelaki siapa ya non?”
“Yang tadi di situ”, tunjukku.
“Maaf non sepertinya tidak ada siapa-siapa dari tadi bapak perhatikan”.
“Oh ya sudah Pak”

Pukul 22.00 malam, cepat sekali rasanya. Hari sudah mau berganti lagi. Semenjak bertemu lelaki tadi aku jadi kepikiran terus. Apa maksudnya dengan “Wake Up”. Apakah ia melihatku tidur di mobil. Tidak bukan, jelas-jelas ia sedang berbicara denganku. Namun aneh sekali lelaki tadi. Bukan hanya aneh namun juga misterius sekali. Siapa dia? Apa ia mengenalku? Sepertinya aku tidak pernah bertemu dengannya.

Karena terlalu lama memikirkan lelaki tadi aku jadi terbawa oleh rasa kantukku. Dan ternyata aku bertemu dengannya lagi. Pertemuan yang ganjil aku rasa. Di dalam mimpiku ia terus menerus mengucapkan kata “Wake Up, Wake Up dan Wake Up”. Apa maksud itu semua? Karena kata-kata itu aku menjadi terbangun dari mimpiku dengan nafas yang cukup terengah-engah dan keringat di keningku.
“Apa-apa ini?” Kataku dalam hati. Siapa dia? Mengapa aku sampai memimpikannya. Namun aneh aku seperti mengenalnya setelah pertemuan kedua ini. Aku pernah melihatnya di suatu tempat. Di mana ya?

Tanpa aku sadar ada kertas di tanganku yang aku pegang erat. Aneh sekali mengapa aku memegang kertas ini. Penasaran aku pun membukanya. Tertera tulisan Jl. Rosevelt 56. Apa maksudnya? Siapa yang menulis ini? Dari mana kertas ini berasal?

Pikiranku menjadi ke mana-mana. Ada apa dengan alamat ini? Siapa lelaki misterius yang aku temui ini? Apa hubungan antara kedua hal ini?. Otak berfikir keras sambil megingat-ingat kejadian di masa lampau. Rosevelt no 56. Rosevelt? Ah bukankah itu jalan yang aku lalui ketika itu. Jalan yang cukup ramai namun tetap lancar. Jalan ketika aku mengalami kecelakaan beberapa hari lalu.
Astaga! Jantung bedegup cepat. Apa maksud ini semua? Pasti ada hal yang tersembunyi dari teka-teki ini. Aku berusaha mengingat sekuat tenaga. Ketika aku kecelakaan kala itu.

Brakkk!!! Tabrakan hebat antara mobil yang kukendarai dan sepeda motor yang dibawa oleh seorang lelaki. Jl. Rosevelt no 56. Sebelum semuanya menjadi gelap aku sedikit tersadar aku mengalami kecelakan. Darah berlumuran di aspal. Keadaan panik dan menegangkan. Terlihat lelaki tertidur di aspal dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri. Aku tidak dapat melihat dengan pasti wajahnya. Namun ketika ia diangkat oleh warga dan terbuka helm di kepalanya. Aku mengerti siapa dia sekarang.

Dia lelaki di pinggir traffic light kemarin dan lelaki yang aku temui di mimpi barusan. Astaga! Ternyata kami berdualah yang telah mengalami kecelakan kala itu. Aku tidak tahu dengan pasti keadaannya setelah kecelakaan bagaimana, karena aku tidak pernah bertemu dengannya. Namun memoriku kembali berputar. Ia mengatakan “Wake Up” padaku. Maka artinya ia memintaku untuk “Bangun”. Bangun dari apa?

Aku tergesa-gesa menuju rumah sakit. Tempatku dirawat. Dan kejadian yang mengejutkanku terjadi. Aku melihat ruangan tersebut dipenuhi orang-orang yang aku kenal. Mom, Dad, Chloe dan beberapa orang lainnya. Sedang menangis tersedu-sedu menatap seseorang yang terbaring kaku, dingin tak bergerak dengan kain putih menutupi wajahnya.
“Ada apa ini”. Bisikku

Aku mendekat ke ranjang dan melihat penampakan diriku sendiri terbaring kaku, tak bernapas dan tak bernyawa lagi. Aku tidak percaya, aku tidak percaya ini semua. Bagaimana mungkin? Aku berteriak, berteriak sekuat tenaga memanggil Mom, Dad dan Chloe namun tidak ada yang mendengarku.

“Aku di sini Mom”
“Dad aku di sini”
“Aku mohon Chloe lihatlah aku. Aku berada di sampingmu saat ini”

Namun tak ada jawaban sama sekali. Semua terdiam dalam tangisnya masing-masing. Aku tidak percaya, apakah aku sedang bermimpi. Aku mencoba mencubit lenganku. Namun gagal ini bukan mimpi ini dunia nyata. Aku mulai histeris teriak dan menangis. Aku tidak mengerti ini semua, bagaimana mungkin, hari ini merupakan hari pertama aku sekolah, hari pertama aku keluar rumah sakit, bertemu sahabat-sahabat, menikmati hari pertama pengasinganku di rumah sakit. Namun apa ini, apa ini semua?

Aku keluar ruangan berlari terbirit-birit seperti dikejar serigala namun tidak tahu harus berlindung ke mana. Tiba-tiba di depanku persis berdiri lelaki itu. Ia berdiri tenang, dengan ekpresi datar, wajah pucat dan tiba-tiba tersenyum.

“Wake up Jasmine. You must wake up from your sleep”. Katanya tenang
“Dunia kita sudah berbeda. Ini bukanlah dunia kita lagi. Biarkan semua ini terjadi Jasmine. Tidak apa-apa, inilah takdir yang harus kita jalani. Inilah lakon kehidupan kita di dunia ini. Ini bukan tempatmu lagi Jasmine. Kamu punya tempat sendiri di alam sana”. Katanya berusaha menenangkanku

Dan sekarang aku percaya, ini memang bukan duniaku lagi. Aku harus pergi dimana seharusnya aku berada. Kulangkahkan kakiku tanda aku akan pergi menyusul lelaki tersebut. Ia mengajakku pergi dan ia pulalah yang menyadarkan.
Menyadarkanku akan semua hal diluar kemampuanku.

Tamat

Cerpen Karangan: Sekar Jatiningrum
Blog: sekarjatiningrum.blogspot.com
seseorang yang baru mencoba menulis

Cerpen Wake Up merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ilusi Nyata

Oleh:
Tenotenotenonenot… jam dindingku menjerit. Wah! sudah jam 11 malam. Tak terasa sudah 2 jam aku menghabiskan waktu untuk membaca cerita horror. Suasana malam yang sunyi senyap membuat bulu kudukku

Hutan Misteri (Part 1)

Oleh:
Senja baru saja turun, di kejauhan masih ada semburat merah muda yang cantik. Di tepi jalan terdengar bunyi mesin mobil di mana-mana. Fuhh… aku menghembuskan napas berat melihat pohon-pohon

Diary Albert

Oleh:
Mobil Jeep berhenti tepat didepan teras balkon lantai satu. Aku turun seraya menghirup udara segar. Rasa penat hilang seketika. Hawa di bukit ini sungguh menyegarkan. Mataku mengitari sekeliling Villa

Misteri Gelang Kaki (Part 1)

Oleh:
Kriiinnggg…!!! Bunyi alarm mengejutkanku yang sedang dalam buaian mimpi indah. Dengan gerak lambat dan agak malas, aku bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi. Pukul 06.30 aku sudah rapi

Terkadang Kebenaran Menyakitkan (Part 1)

Oleh:
Suara tangisan berdengung dari ruangan itu, seorang pria, yang juga kepala keluarga, baru saja kembali ke pangkuan sang illahi, sang anak, Rahmad, adalah yang hatinya paling tersakiti, kematian ayahnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *