Baheera

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 October 2019

Baheera, biasa dipanggil Bara. Ia hanyalah seorang anak laki-laki biasa dan memiliki kehidupan yang biasa. Hanyalah orang biasa yang memiliki sedikit kelebihan dan banyak kekurangan. Jika dalam sebuah cerita, Ia bukanlah seorang tokoh utama yang memiliki peranan penting, ia hanyalah seorang tokoh pembantu yang hanya memenuhi sebuah cerita. Bara pun melihat dunia sebagai tempat yang biasa, tempat dimana ia akan hidup dan tempat dimana ia akan mati.

Penyebab Baheera melihat dunia dengan cara seperti itu adalaah karena masa lalunya. Ia tidak dibesarkan oleh ayah dan ibunya, mereka mengalami kecelakaan maut dimana kapal yang mereka tumpangi tenggelam ke dasar lautan. Baheera masih berumur 4 tahun saat itu, dan ia adalah satu-satunya korban selamat dari kecelakaan tersebut. Tidak ada yang benar-benar ingin merawatnya, hak asuhnya selalu berpindah-pindah dari satu saudara ke saudara yang lain. Selalu dikucilkan, dan ditinggalkan. Hingga saat ia berumur 10 tahun, Baheera diasuh oleh keluarga jauhnya yang tidak dikaruniai anak dan membesarkannya di sebuah desa. Mereka menganggap baheera seperti anak kandungnya sendiri.Itu merupakan pertama kalinya Baheera merasakan kasih sayang orangtua.

Semua itulah yang membuat Baheera menjadi Bara yang sekarang. Seorang yang baik hati dan sangat mementingkan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Bara melihat dunia sebagai tempat yang biasa dan menjalani hidupnya dengan biasa, Benar.. bagaikan seorang tokoh pembantu dalam sebuah cerita.

Pada suatu hari saat pertengahan jalan menuju ke sekolah, ia melihat kerumunan ibu-ibu di jembatan kayu. Mereka terlihat panik dan menunjuk ke arah sungai. Karena penasaran, Bara pun mendekati kerumunan tersebut. Salah satu wanita disana pun berteriak “TOLONG TUHAN!! ANAKKU!!”. mendengar teriakan tersebut, Bara pun segera melihat ke sungai, dan ia melihat seorang gadis kecil tidak berdaya yang terbawa arus dengan seekor anjing yang dipeluknya.

Tanpa pikir panjang ia pun segera menyelamatkan mereka, Walaupun Bara mempunyai Aquaphobia (takut air) dikarenakan trauma yang dialaminya dulu. Dengan hampir ikut tenggelam, ia berhasil menangkap gadis kecil itu, dan membawanya ke pinggir sungai. Bara berhasil menyelamatkan gadis itu beserta dengan anjingnya. Bara tidak mengharapkan imbalan apapun dan segera pamit meninggalkan mereka. Dengan seragamnya yang basah, ia tidak bisa pergi ke sekolah. Bara pun pergi mencari tempat untuk mengeringkan bajunya, beruntung ia menemukan tempat yang nyaman di bawah rimbun pepohonan.

Akhirnya bara bersantai di bawah pohon sambil menunggu seragamnya kering.
“Hmm… jadi kamu memutuskan untuk bolos disini?”
“Mau bagaimana lagi, seragamku basah,” Jawab Bara
“Yaah… aku juga tidak bisa menyalahkanmu.. mau dibantu?”
“Tidak perlu.. sebentar lagi ini ak.. akan… tunggu..,” Bara mulai menoleh ke arah suara misterius tersebut dan sekejap ia tersentak karena kaget dan takut yang bercampur aduk. Suara misterius itu berasal dari seorang gadis cantik yang memakai seragam SMA seperti Bara. Karena mengira gadis itu hantu, Bara pun segera memakai seragamnya dan berlari meninggalkan gadis itu.

Keesokan harinya, ia mendapati gadis yang ia temui kemarin sedang mengikuti dirinya dan keesokan harinya… terus begitu. Bara pun mulai curiga, dan memutuskan untuk menemuinya. Saat pulang sekolah, Bara pun kembali ke tempat dimana ia bertemu dengan gadis misterius itu.

“Hooh, jadi kamu menyadariku yaa..,” celetuk suara perempuan dari belakangnya.
Bulu kuduk Bara pun mulai berdiri, keringatnya mulai bercucuran, perlahan-lahan ia menghadap ke belakang dan mulai melihat hantu itu. Ia melihat gadis cantik yang melihatnya dengan senyuman.

“K..kau bukan hantu ya.. Apa yang kau inginkan dariku?” Tanya bara kepada gadis itu
“Hantu?.. hahaha begitu ya, jadi selama ini kamu mengira bahwa aku seorang hantu, tentu saja aku bukanlah hantu,” sanggahnya sambil tertawa.
“Jika kau bukan hantu, apa yang kau inginkan dariku?” Tanya Bara
“Ada yang ingin kutanyakan, Saat gadis kecil itu terbawa arus sungai, dari matamu, kamulah orang yang paling ketakutan diantara semua orang yang ada disana dan…,”
“Tunggu dulu, saat itu kau ada disana?” Bara bertanya sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya
“Biarkan aku menyelesaikannya dulu!” Gadis itu membentak Bara
“B..baik!”
“Eghmm.. jadi… kamulah orang yang paling ketakutan saat itu dan satu hal yang aku bingungkan adalah, kenapa satu-satunya orang yang paling ketakutan saat itu adalah satu-satunya orang yang bergerak untuk menyelamatkannya?” Tanya gadis itu dengan tatapan serius ke arah Bara.
“Kau benar, saat itu aku sangat ketakutan, bahkan aku sangat trauma dengan air. Tapi saat itu aku harus melakukan apa yang harus aku lakukan. karena itulah aku menyelamatkannya.” Bara menjawabnya dengan senyuman
“Hmm.. jadi kamu adalah tipe seorang karakter utama dalam cerita ya?” Tanya gadis itu.
Bara terdiam sejenak, dan mulai menjawabnya
“Tidak kau salah.. aku hanya seseorang yang menjalani kehidupan dengan biasa dalam sebuah dunia yang biasa. Aku hanyalah seorang tokoh pembantu”. Bara menjawabnya dengan tatapan kosong.
Gadis itu sangat terkejut melihat Bara menjawabnya seperti itu. Terlebih lagi dengan tatapannya yang seperti tidak ada jiwa di dalamnya.

“Apa kamu menganggap kehidupanmu… dunia ini… semuanya… adalah hal yang biasa?” Tanya gadis itu
“Setiap rasa cinta akan menjadi rasa sakit, Setiap permulaan akan menjadi sebuah akhir, setiap kehidupan akan menjadi kematian. Itulah kehidupan… Itulah dunia… aku sudah melalui semuanya dan merasakan semuanya, dan semua hal itu biasa di dunia yang biasa.Seperti yang kukatakan, aku hanyalah seorang tokoh pembantu, seorang yang menjalani kehidupan dengan biasa.”
Gadis itu terdiam bisu, mendengarnya membuat hatinya seperti menangis di dalamnya. perlahan-lahan ia mulai mengatakan sesuatu
“kamu bukanlah seorang tokoh pembantu, bahkan di dunia ini tidak ada seorangpun yang menjadi seorang tokoh pembantu.” Kata gadis itu sambli memejamkan mata
“Apa maksudmu?” Tanya Bara

Perlahan-lahan gadis itu membuka matanya
“Semua yang kamu katakan memang benar, tapi jika kamu merubah sudut pandangmu, kehidupan di dunia tidak akan menjadi hal yang biasa, melainkan akan menjadi hal yang luar biasa. Jika kamu merasakan rasa sakit… carilah perasaan bahagia, Jika sesuatu berakhir… Mulailah kembali…, Jika terdapat kematian… carilah kehidupan yang baru. Jika kamu melihat dunia ini dengan cara biasa, dunia akan terlihat biasa. Akan tetapi, jika kamu melihat dunia sebagai sesuatu yang menarik, dunia akan terlihat sangat menarik. Semua orang adalah seorang karakter utama dalam kehidupannya sendiri, termasuk juga dirimu, Baheera.” Gadis itu mengatakannya dengan senyuman hangat.

Bara terdiam membisu. Gadis yang sama sekali tidak diketahuinya mengatakan hal seperti itu kepadanya. Bara ingin bertanya bagaimana gadis itu tahu namanya, tapi tubuhnya tidak bisa di gerakkan dan menjadi kaku seperti patung.

“Apa kamu tahu, kata Baheera berasal dari bahasa arab, yang artinya Luar biasa. Hehehe.. Sejak awal orangtuamu tahu bahwa kamu akan menjadi orang yang luar biasa.”
Bara mulai meneteskan air mata
“Siapa kamu sebenarnya?” Tanya Bara
“Namaku..”

“Bara.. bangun.. sudah siang nak.. cepat bangun.” Suara ibu angkatnya Bara membangunkannya.
Bara terbangun dari tidurnya, ia menyadari bahwa pertemuannya dengan gadis itu hanya sebuah mimpi. Tanpa disadari, Bara mulai meneteskan air mata.
“Aduh kamu kenapa.. kok kamu menangis?” Tanya ibu angkatnya dengan panik.
“Tidak ada apa apa bu, mataku hanya sedikit perih” jawab Bara sambil mengusap air matanya.

Pagi itu, Bara berangkat sekolah seperti biasa. Mimpi itu masih terngiang-ngiang dalam kepalanya. Bara terus melamun, bahkan saat ia berada di dalam kelas. Sebelum pelajaran dimulai, wali kelas Bara mengumumkan sesuatu. Susasana kelas yang tadinya ramaipun, mendadak menjadi sunyi.

“Baiklah anak-anak… hari ini kita kedatangan murid baru.. kamu, ayo masuk dan perkenalkan dirimu”
Murid pindahan tersebut adalah seorang gadis yang sangat cantik, dan seisi kelas yang tadinya sangat sunyi menjadi ramai. Susasan kelas membangunkan Bara dari lamunannya, dan mulai melihat murid pindahan tersebut.
“Namaku Elviera Callysta, aku baru pindah kesini bersama keluargaku, aku berharap bisa akrab dengan kalian semua, salam kenal.”

Gadis pindahan itu sangat mirip dengan gadis yang ada di mimpi Bara. Ia pun mulai teringat dengan apa yang gadis itu katakan di mimpinya, dan tiba-tiba bara mulai meneteskan air mata.Hal itu membuat seisi kelas terkejut, bahkan gadis yang sedang memperkenalkan diri itu.

“Hey Bara, ada apa?” Tanya salah satu teman sekelasnya.
Bara pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati gadis tersebut dan mulai mengenggam tangannya,
“Aku berjanji, mulai saat aku tidak akan menjadi seorang tokoh pembantu lagi, tapi aku akan menjadi seorang tokoh utama dalam cerita kehidupanku sendiri!” kata bara dengan penuh semangat
“Yaah… bagaimana aku mengatakannya.. tunggu dulu kamu siapa?” Tanya gadis itu kebingungan

The end

Cerpen Karangan: Baheera Elviera
Blog / Facebook: Muhammad Syarif
Cerpen yang berjudul Baheera ini adalah cerpen pertama saya. Jika anda ingin mengkritiknya, saya akan menerimanya dengan lapang dada. Karena mungkin banyak kesalahan penulisan yang saya lakukan dan bahkan mungkin cerita yang saya buat sangat membosankan. Oleh karena itu, Give me your opinion about this and tell me the truth 🙂

Cerpen Baheera merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secret Admirer

Oleh:
Hari ini seperti hari-hari sebelumnya, gak ada yang istimewa dalam hidup gue. Setiap hari cuma bangun, mandi, sekolah, pulang sekolah, gitu aja terus sampe kiamat. Ngebosenin banget kan? “Nungky,

Terimakasih Tuhan

Oleh:
Pagi yang cerah membuat aku bersemangat berangkat ke sekolah. Namaku Alisa Rosemelly, panggil aja sasa. Sekarang aku kelas 7 smp, aku sekolah di SMP MELATI. Aku banyak dikenal semua

Diam Diam Naksir

Oleh:
Aku udah lama banget kenal sama dia, tapi anehnya aku sama dia gak pernah ngobrol satu sama lain. Kita ngobrol cuma sekali waktu masa orientasi siswa. Saat itu aku

Si Sempe

Oleh:
Kalau biasanya anak cowok susah baget deket sama bokapnya… beda dengan keadaan gue dan kakak-kakak gue ke bokap. Kita justru deket banget sama ayah. Mungkin karena dia orangnya super

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *