Bangkit Dibalik Ratusan Kegagalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 6 September 2021

Sudah enam bulan wanita penjaja tulisan itu merutinkan kegiatan mengirim tulisan di media massa. Hingga bulan ke enam ini tercatat sudah ada seratus dua puluh tiga tulisan yang terkirim di berbagai media. Kesemuanya belum ada yang dimuat.

Sedih terasa kuat menjalar di hati. Rasa lelah mengirim tulisan kerap menghampiri. Beruntung selalu berhasil Ia tampik segala rasa lelah dan sedih itu. Rasa sedih Ia jadikan semangat untuk terus menulis. Rasa lelah membuat Ia semakin kuat untuk bangkit di tengah kelelahan yang menderu sama kuatnya.

Mimpi besar wanita penjaja tulisan yang berstatus sebagai mahasiswa itu masih berujung di koran. Mimpi besar tulisan dimuat di koran sudah ada di benaknya Sejak SMP. Hanya saja saat itu Ia tidak tau cara yang tepat untuk mengirim tulisan ke koran.

Semasa SMA mimpi besar tulisan dimuat di koran masih bersemayam indah di benaknya. Lima kali sempat ia coba untuk selalu mengirim tulisan di koran melalui e-mail dan pos. Lagi-lagi tidak berhasil. Di tulisan ke lima Ia menyerah.

Menjadi mahasiswa yang aktif di organisasi intra kampus membawa Ia bertemu dengan kelompok pegiat literasi tepat delapan bulan sebelum tulisan yang dikirim mencapai angka seratus dua puluh tiga. Awal mula ia mengikuti karena ajakan teman satu organisasi yang juga ikut kelompok tersebut, membuat Ia langsung mengiyakan ajakannya.

Hal yang membuat Ia bahagia bergabung dengan kelompok pegiat literasi yaitu semua anggota tampak mencintai literasi. Terbukti dengan selalu ramainya kegiatan rutin latihan seputar bab literasi satu minggu sekali yang selalu ramai. Membuat Ia hampir tidak pernah melewatkan kegiatan ini
Anggota pegiat literasi sebagian besar memiliki rekam jejak tulisan di berbagai lini. Ada yang tulisannya dimuat di koran, ada yang sering menjuarai berbagai lomba menulis, dan ada pula yang sudah memiliki banyak buku. Membuat Ia yang belum memiliki rekam jejak menulis sebesar anggota yang lain, menjadi semakin kuat untuk menyamai teman-temannya.

Pelajaran tentang pengiriman ke media ia dapatkan dari kegiatan di kelompok pegiat literasi. Ia pun melangkah sesuai yang ia pelajari di dua bulan setelah Ia bergabung di kelompok pegiat literasi.

Bulan ke enam dengan kegagalan, Ia coba membaca ulang semua tulisan yang pernah Ia kirim ke berbagai media. Jenis tulisannya yaitu opini, cerpen, berita dan puisi. Sekedar merefleksikan diri atas berbagai kegagalan.

Pertama, Ia tersenyum malu di tulisan bulan pertama mengirim. Banyak tulisan yang tidak sesuai paragraf dan tema. Ada pula tulisan dengan bahasa-bahasa yang terlalu berlebihan. Ia coba memaklumi karena di bulan pertama Ia masih masa belajar.

Kedua, sedikit demi sedikit tampak Ia tersenyum dengan semangat. Tulisannya semakin baik di bulan kedua dan ketiga dengan beberapa kesalahan di paragraf dan isi yang terkadang tidak memiliki kaitan dengan tema.

Ketiga, Ia semakin banyak sering tersenyum semangat. Tulisannya menjadi semakin jauh lebih baik di bulan ke empat sampai ke enam. Kesalahan semakin sedikit.

Ia pun kembali fokus lagi di waktunya yang tengah berhadapan dengan berbagai tulisannya. Kemudian tersadar dan berkata dalam hati “Kalau sekarang Aku bisa menilai baik-buruk tulisanku, itu artinya ilmuku tentang dunia menulis sudah… sudahh… sudah semakin baik. Oke ini tanda sedikit lagi Aku yakin bisa membuka pintu keberhasilan tulisan dimuat di koran. Kan kukejar lagi”.

Benar keyakinannya. Satu minggu setelah ia mengulang membaca tulisan Ia, satu tulisan Ia berhasil dimuat di koran untuk pertama kali. Ia sangat bahagia. Sampai-sampai sebagian besar honor tulisan yang mencapai angka dua ratus ribu Ia gunakan untuk syukuran.

Setelah satu tulisannya dimuat untuk pertama kali, di minggu yang lain tiga tulisan lainnya juga dimuat di berbagai media. Bulan berikutnya dan berbagai bulan seterusnya kini diwarnai kebahagiaan. Tulisan Ia menjadi sangat sering dimuat di koran.

Satu tahun setelah tulisan pertama dimuat, Ia sudah berhasil menerbitkan buku yang cukup diminati banyak kalangan. Membuat Ia memiliki nama besar di kancah kepenulisan.

Tanpa terasa 15 tahun sudah Ia mewarnai dunia dengan berbagai karya tulisnya. Dunia sudah mengenal nama Ia sebagai penulis best seller dunia International.

Hadiah terindah dari Ia untuk 15 belas tahun keberhasilannya yaitu menulis 2 buku. Pertama, buku tentang perjalanannya meraih kesuksesan. Buku kedua, buku pamit pulang terhadap dunia karena menderita kanker di berbagai tempat di tubuhnya yang disembunyikan dari dunia.

Benar saja, enam hari setelah buku resmi diliris Ia yang bernama “Ia” meninggal dunia karena kanker. Dunia baru menyadari semua kisah yang ada di buku yang ia liris adalah kisah nyata “Ia”.

Meninggalnya “Ia” membawa duka yang dalam bagi dunia International. Namun kisah perjuangan yang tidak kenal menyerah di balik banyaknya kegagalan meraih mimpi dan kisah hidupnya menghadapi kanker dengan tetap berusaha terlihat baik-baik saja dihadapan orang lain membuat dunia International mengenangnya dengan Indah.

Tidak ketinggalan, tulisan-tulisannya banyak yang diarsipkan di sebuah museum literasi dan terus dinikmati jutaan orang dari generasi kegenerasi.
Nama “Ia” akan tetap abadi di dunia International meski raga “Ia” telah bersemayam indah di kerak bumi.

End

Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, 4 Desember 2019 (12:25)

Cerpen Karangan: Nur Hanifah Ahmad
Blog / Facebook: ekspedisi-kata-enha.blogspot.com / Nur Hanifah
Instagram: @hanifah_enha_a
Seorang mahasiswa semester akhir penggemar literasi.

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 6 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Bangkit Dibalik Ratusan Kegagalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sekolah Bukan Penjara

Oleh:
Aku Denry seorang murid pecundang yang tak punya tujuan. Bukan tanpa sebab, hanya saja semesta menjadi satu-satunya alasanku tak pernah mendapat posisi layak pada sebuah lembaga kecil yang konon

My Book Diary

Oleh:
Pagi hari di minggu pertama bulan ini, hai namaku sarah biasa di panggil arha, aku kelas 9 atau 3 smp, aku di kenal sebagai cewek yang puitis banget, yang

Banyak Yang Jauh Lebih Baik

Oleh:
Ossy dikenal sebagai gitaris di sekolahanya karena ia punya bakat bermain gitar dengan mahir. Ossy merasa bahwa dia tidak pintar bermain gitar masih ada beberapa teknik yang belum bisa

Don’t Give Up Clara

Oleh:
Namanya Clara, ia adalah sahabatku yang sangat pasrah akan segala hal. Ia tidak pernah percaya diri dan merasa terendah dari semua orang. Teman-teman sekolahku pun tak ada yang mau

Sisa Hariku

Oleh:
Pada suatu hari di kota Surabaya terdapat seorang anak yang bernama Defi. Dia anak yang sangat sombong, nakal dan boros. Karena ibu dan ayahnya punya uang banyak ia selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Bangkit Dibalik Ratusan Kegagalan”

  1. Kaila adila putri says:

    Cerpen nya bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *