Banyak Yang Jauh Lebih Baik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 November 2017

Ossy dikenal sebagai gitaris di sekolahanya karena ia punya bakat bermain gitar dengan mahir. Ossy merasa bahwa dia tidak pintar bermain gitar masih ada beberapa teknik yang belum bisa ia pelajari dan masih banyak sekali orang yang jauh lebih baik dari dia. Maka dari itu Ossy selalu belajar. “Belajar dan Belajar tanpa peduli apa bakatmu”, kalimat yang selalu teringat di kepala Ossy. Dia selalu sebal dengan kalimat itu yang selalu dikatakan oleh Ibunya. Akan tetapi itu adalah kalimat yang selalu menghantui pikiran Ossy karena saat Ibunya sedang dalam kondisi nafas terakhir, ibunya masih sempat mengucapkan itu sampai akhirnya ibunya meninggal.

Ossy masih belum mengerti dengan maksud kalimat itu. Mungkin yang dimaksud adalah suruhan kepada Ossy untuk selalu belajar. Pikir Ossy belajar adalah cara yang ampuh digunakan untuk mengembangkan bakat. Tetapi perkiraan Ossy salah, karena terdapat kata “tanpa peduli apa bakatmu”. Jadi menurutnya ini tidak ada hubungannya dengan bakat. Karena kalimat itu selalu ada di kepala Ossy, Ossy selalu belajar untuk masa depanya.

Di sekolahnya Ossy memiliki teman sekelas yang selalu dibully yang bernama Suto karena dari segi fisik dia memang tidak sempurna dan dari segi pelajaran ia kurang pintar. Akan tetapi Ossy tidak mempedulikan itu, dia menerima Suto sebagai teman apa adanya.

Suatu hari Ossy pergi ke rumah Suto untuk mengantarkan buku Suto yang dipinjamnya. Di rumah Suto, Ossy melihat Suto memainkan sebuah gitar dan menyanyi dengan suara yang amat merdu. “wah kamu pinter banget main gitar dengan suara yang merdu gitu.. hebat hebat.” Ossy kagum.
“aku rasa kamu lebih mahir bermain gitar daripada aku” canda si Suto
“Enggak ah kamu jauh lebih baik” kata Ossy.
Tetapi Suto hanya menjawab “Kalau punya bakat sebaiknya dikembangkan dengan belajar bukannya dipamerkan ke orang lain. Ingatlah kita ini hanya masih amatir”.

Setelah Ossy pulang dia masih teringat dengan perkataan Suto itu. Dia merasa bahwa kata itu ada hubungannya dengan perkataan Ibunya. Ossy masih terus kebingungan dengan kedua kalimat itu. Yang lebih membuat Ossy Terkesan adalah bakat Suto yang keren yang tidak diketahui banyak orang. Pikir si Ossy hanyalah mereka menilai Suto dari segi fisik tanpa mengetahui apa bakatnya.

Ossy selalu belajar untuk mengembangkan bakatnya dengan belajar sampai ia merasa seperti “Legend”. Ossy berpikir bahwa merasa saja itu tidak apa apa kecuali merasa lalu mengaku. Ossy mungkin sudah merasa seperti legend tetapi masih banyak yang harus ia pelajari. Dari situ Ossy mulai mengerti apa maksud dari kedua kata kata itu. Pikir Ossy adalah kita punya bakat tetapi apa guna kita memamerkan bakat kita kepada orang lain, di situ pasti masih banyak masalah yang belum bisa kita pecahkan, maka dari itu kita harus belajar dan belajar untuk mememcahkan masalah itu, untuk apa dipamerkan kalau belum sempurna?.

Jadi menurutnya adalah kita harus belajar tanpa peduli sekeren apa bakat kita. Pasti ada yang jauh lebih baik dari kita maka dari itu kita harus belajar dan berusaha.

Cerpen Karangan: Syahril Hanafiyanto
Facebook: Syahrilhanafiy
Whats up!
masih duduk di bangku SMA dan menikmati masa SMA

Cerpen Banyak Yang Jauh Lebih Baik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senandung Kampus Biru

Oleh:
Matahari terasa terik sekali di bulan Juni ini, seolah berada di negeri padang pasir, tiada awan, tiada angin berdesir, hanya panas terik menyengat. Dua orang sedang asyik mengobrol, atau

Mimpi Untuk Nana

Oleh:
Pagi yang indah untuk memulai aktivitas. Namun keindahan itu seakan lenyap ditelan satpam yang meniupkan peluit pertanda gerbang sekolah akan ditutup. Aku harus berlari, masih ada jarak lima belas

Kau Jatuh Cinta Kawan Dan Kau Cemburu

Oleh:
Tustel yang ku pegang terlepas dari genggamanku, demi melihat sesuatu yang membuat nyeri yang tidak ku pahami menohok tepat di ulu hati. Sore itu aku dan ketiga sahabatku, Rina,

Sorry, Mom

Oleh:
Sudah tiga tahun lamanya, sejak ayah dan ibu berpisah. Hari itu tanggal 20 Agustus 1998 bertepatan dengan ulang tahunku. Ayah pergi meninggalkan aku dan ibu setelah pertengkaran dashyat pada

Friendzone

Oleh:
Nama gue Nadila Salshabila yang akrab disapa Nadil. Disini gue mau cerita tentang kisah cinta gue yang amat sangat rumit dengan seseorang panggil saja Dav. Kita ketemu di sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *