Berjuang Demi Masa Depanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 6 October 2016

Hay, namaku Riri umur 20 tahun anak pertama dari dua bersaudara dan saat ini lagi kuliah di jurusan pendidikan matematika salah satu universitas swasta. Ayahku bekerja sebagai petani dan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, walaupun aku terlahir dari keluarga petani aku tetap bahagia karena kasih sayang yang mereka berikan merupakan suatu anugerah terindah dari Tuhan untukku.

Aku memiliki adik laki-laki cukup terpaut jauh sih karena sekarang aku sudah kuliah semester empat dan adikku baru kelas empat SD, ya nggak masalah sih sebenarnya. Aku bersyukur berada di tengah keluarga yang benar-benar aku sayangi. Tetapi ada satu hal yang benar-benar tantangan pada saat ini bagiku yaitu kemana arah tujuan masa depan yang akan aku jalani. Dari awal kuliah aku sangat bingung, karena aku merasa pilihan yang aku ambil itu cocok dan sesuai kemampuan aku atau nggak. Dan setelah selama empat semester, jurusan yang saat ini aku jalani berubah menjadi beban hidupku aku udah nggak tau mau gimana. Emang sih kuliah itu nggak semudah yang kita bayangin ketika SMA, kuliah membuat tanggung jawab menjadi semakin besar dengan rintangan-rintangan yang harus diselesaikan. Tapi kuliah juga nggak buruk-buruk amat tergantung dari pribadi masing-masing yang menjalani.

Saat ini aku mengalami kesulitan ketika nilai-nilai semesterku menurun, sedih banget tapi mau gimana? Setiap nilai-nilainya keluar aku pasti selalu menangis ada aja rintangannya. Kelemahanku itu selalu ketika saat ujian, aku sudah berlatih dan berlatih agar aku dapat memahami materi yang telah disampaikan sama dosen ketika perkuliahan. Aku sudah berusaha sampai aku benar-benar paham tapi ketika UAS aku selalu tidak bisa mengerjakan paling cuma beberapa nomor karena ketika ujian materi yang sudah aku pelajari berasa sekejap hilang dari otakku benar-benar zonk rasanya kaya kita lagi kehausan pas mau minum eh airnya udah habis.

Padahal kebanyakan orang yang bilang kalau UAS itu untuk mengukur kemampuan seseorang. Tapi menurut pandanganku tidak semua orang dapat diukur seperti itu karena permasalahan yang dihadapi orang itu berbeda-beda. Ya kaya aku sekarang aku ngerasa benar-benar lemah ketika UAS tapi karena sikap aku yang selalu santai di depan teman-teman jadi kelihatan biasa aja tapi sebenarnya aku punya ketakutan yang begitu besar bahkan sekarang aku sudah nggak tau gimana caranya ngatasin permasalahan yang aku hadapin sekarang entah akan lanjut kuliah atau nggak.

Butuh perjuangan ekstra batin, jiwa dan raga. Sekarang aku harus siap apapun resikonya karena itu adalah pilihanku, walaupun setelah itu aku nggak tahu akan seperti apa yang pasti aku nggak akan bunuh diri atas kegagalan saat ini. Untuk memperoleh suatu pencapain yang kita dambakan memang butuh perjuangan.

Cerpen Karangan: Maria Helena
Facebook: Maria Helena

Cerpen Berjuang Demi Masa Depanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pendamping Hidupku

Oleh:
Aku tidak mengerti dengan semua perasaan yang saat ini sedang ku rasakan. Aku tidak mengerti. Dari semua yang sudah terjadi, yang hampir saja aku lupakan. Mengapa kau hadir membawa

A Little Fake (Part 1)

Oleh:
“Kikan, aku punya hadiah spesial buatmu,” Tanya tiba-tiba muncul di hadapanku sesaat setelah aku menutup buku Oliver Twist. Sejenak aku menunggu dan gadis itu sudah menghilang di balik rak

Untuk Kamu Yang Sempat Hadir

Oleh:
Apa kabar? Udah lama kita tidak berjumpa, jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak pernah lagi. Aku maklumi itu semua aku menghargai kehidupanmu, dan kamu? Entahlah masih peduli dengan

Si Dogol

Oleh:
Dogol adalah anak semata wayang dari pasangan ibu tuti yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan bapak rahmat hanya seorang petani. sebenar nya dia adalah anak yang pandai hanya

Aku Pantas Dianggap

Oleh:
Kami hanya diam membisu tanpa sepatah kata pun, setelah kami berdebat dengan Aini cs masalah kelompok bahasa Perancis. Padahal, kami yang lebih dulu mendaftar pada kelompok Aini dibandingkan mereka.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *