Berkah Pada Masa Pandemi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Covid 19 (Corona), Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 26 July 2021

Pandemi yang berkepanjangan membawa pengaruh dalam kehidupan banyak orang, jika kita ambil hikmahnya sangat menguntungkan diri kita sendiri.
Selain pikiran kita tetap fresh imun dalam tubuh kita akan bertambah yang menjadikan kita tetap kuat dan sehat dalam menghadapai situasi yang serba sulit seperti sekarang ini.

Awalnya aku bekerja membantu warung nasi uduk di samping rumah sebagai pelayan kurang lebih empat tahunan, sebelum warung dibuka aku sudah datang membereskan meja tempat daganagan.
Aku diberi gaji yang cukup untuk satu bulan sedangkan setiap harinya aku juga diberi kebebasan untuk sarapan, kadang yang menitip makanan memberiku bonus satu atau dua buah kue.

Untuk sarapan setiap hari aku tidak perlu mengeluarkan uang, jika ada yang berbaik hati yang menitip lauk juga sering menyisihkan satu bungkus untukku.
Kalau untuk berdua dengan suami makan satu hari tidak terlalu dipikirkan, ada saja rezekinya.

Di masa pandemi ini karena umumnya WFH semua anak dan suaminya tidak lagi keluar rumah, otomatis bisa membantu ibunya untuk melayani pembeli.
Berkaitan dengan hal itu tenagaku sudah tidak dibutuhkan lagi di warungnya karena anak dan suaminya sudah siap membantu.

Suatu hari aku dipanggil ibu Nara pemilik warung untuk menyampaiakan hal itu
“Maaf ya karena sekarang berlaku WFH Rona sudah bisa membantu melayani pembeli, dan sekaligus melatihnya untuk bisa berwirausaha. Untuk sementara bu Ina istirahat saja dulu”,
“O iya bu”
Bu Nara memberikan gajiku yang terahir dengan sedikit bonus sebagai tanda terimakasih.

Awalnya mendengar berita itu aku sangat kaget karena satu-satunya penghasilan keluarga hanya dari upah yang kuterima dari ibu Nara.
Dengan berbesar hati aku terima keadaan itu, sambil hari berikutnya berpikir hal apa yang harus aku lakukan sedangkan suamiku belum bekerja.
Selama kurang lebih satu bulan aku berpikir bagaimana caranya supaya punya penghasilan, untuk mengatasi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suatu hari selesai solat duha aku berdoa semoga Allah membikan solusi pada masalah yang sedang kuhadapi, kemudian aku lanjut berbenah sambil berpikir.
Seketika itu aku dapat ide untuk membuka warung kecil di depan rumah dengan menu yang berbeda dengan bu Nara, agar tidak terjadi salah paham dan pikiran yang negatif.
Kalau bu Nara menjual nasi uduk, aku coba menjual lontong sayur walau menjual sarapan tetapi menu yang berbeda membuat pembeli merasa ada variasi.

Dengan niat yang baik untuk mendapatkan penghasilan keesokan harinya kumulai berjualan lontong sayur. Menaruh meja kecil di depan rumah, selain itu aku tambah dengan gorengan sebagai tambahannya.
Alhamdulilah daganganku hari ini lancar, waktu masih pukul delapan daganganku sudah habis terjual. Dengan bersyukur aku benahi tempat dan menutup warung kecilku.

Setelah semua beres aku bersiap untuk solat duha, kembali memohon pada Allah agar semua dilancarkan dan diberi keberkahan dalam menjalankan usaha ini.

Waktu berjalan tidak terasa sudah satu bulan aku membuka warung, dengan penghasilan yang lumayan, pembelipun sudah tau bahwa aku biasanya buka warung pukul berapa.
Sedikit demi sedikit aku benahi warung kecilku agar terlihat rapi dan pembeli merasa nyaman belanja di warungku.

Tidak terasa waktu sudah satu tahun, pelanggan sudah merasa nyaman berbelanja sarapan lontong sayur buatanku, sebelum pukul enam aku sudah buka dan siap melayani pembeli.
Kini warungku sudah rapi dan ciri daganganku sudah dikenal pelanggan jika aku tidak buka satu hari para pelanggan sudah bertanya-tanya ada apa yang terjadi sehingga warungku tidak buka.

Sekarang warung lontong sayurku sudah banyak pelanggan setelah aku buka pembeli sudah antri, sehingga pukul sepuluh paling telatnya daganganku sudah habis.

Jika kita berpikir yang positif akan sesuatu ada yang Allah berikan maka kenyatannya juga akan mengikuti yang penting kita yakin dan berdoa.
Inilah kisah nyata yang aku alami di masa pandemi covid 19, teman sekalian mari kita mulai dari sekarang menyikapi dan berpikir positif atas apa yang sedang kita alami.
Pasti Allah akan menjawab semua itu sesuai dengan pikiran positif kita Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang pada hambanya.

SEKIAN
Semoga bermanfaat.
Pantai harapan, 24 Juli 2021

Cerpen Karangan: Nuraida
Blog / Facebook: Nuraida

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 26 Juli 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Berkah Pada Masa Pandemi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bakat Terpendam

Oleh:
Namaku Farid, aku adalah murid sekolah menengah pertama, lebih tepatnya SMPN 1 jakarta. Aku adalah anak seorang pengusaha kaya, hidup kaya raya, tempat tinggal bagus, kesenangan difasilitasi dan hal

Peluang Emas Berharga

Oleh:
Hari ini adalah hari yang biasa dilalui bagi Dika dengan keberangkatan awal Paginya menuju ke Sekolah, Dika bertemu dengan teman-teman yang sebaya dengannya, teman-temannya senang sekali mengusili Dika dan

Amazing Grace

Oleh:
Kuhentikan langkahku persis di depan pintu ruang musik. Terlihat di dalam sana, ada seorang gadis sedang menarikan jari-jemarinya di atas tuts-tuts piano putih. Ya, dialah Isabella Kira Gotzoen, yang

Terimakasih Ibu

Oleh:
“Indi, aku yang jaga, kamu yang ngumpet, ya!” seru Kezia sambil berjalan menuju pohon terdekat untuk mulai menghitung. Dengan gembira, aku berlari mencari tempat persembunyian. Suara Kezia yang menghitung

The Tuesday

Oleh:
Pernah merasa seperti di atas awan? Melayang terhembus angin yang memang diharapkan datang, menerobos badai yang bahkan dulunya takut untuk dilewati, dan memekik senyum yang hampir mekar karena terjebak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *