Best of The Best My Best Friend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 February 2014

Nama saya Muhammad Nuh Nurkholid, Saya sekolah di salah satu sekolahan di Kab. Cirebon, Yaitu SMA Negeri 1 Susukan. Saya kelas XI IPA 3, Saya mengikuti eskul Pramuka dan menjabat wakil ketua OSIS periode 2012-2013 juga di percaya menjadi ketua panitia dalam pelaksanaan MOS (Masa Orientasi Siswa). Perasaan saya senang karena bisa menjadi ketua sekaligus dag dig dug karena mengemban tugas yang sangat berat.

MOS di hari pertama pun di mulai, Saya kembali di percaya menjadi Pemimpin Apel Pembukaan MOS, Semuanya berjalan lancar sampai akhirnya pada hari terakhir MOS calon siswa kelas X mengumpulkan tugas yang telah kami berikan, Yaitu tugas membuat surat cinta yang ditujukan kepada panitia MOS. Saya mendapat surat cinta sebanyak 83 surat, tetapi ada satu yang berbeda dalam surat itu.

“Ini punya siapa ya?, sampe bagus banget di lapisi kotak. Anak kelas X sampe segitunya”
“Coba liat namanya dong mas bro!, kali aja lu kepincut”
“Gak mungkin lah bro, Saya mah gak anggep serius, tapi seneng juga sih”
Andi pun tertawa mendengar ucapanku tadi, Kubuka perlahan isi surat yang di bungkus dengan kotak berwarna pink dan berbentuk kubus itu.
“Sreeett” terlihat bernama RIZKYANA.

“Siapa namanya bro?”
“RIZKYANA bro”
“Elu kenal kaga”
“Kenal sih, tapi saya gak suka apalagi cinta bro”
“jangan begitu, Nanti kemakan omongan sendiri lu bro”
“Hahaha, siap lah”
“Coba bacain dong”
“nih baca sendiri aja”
“sini suratnya”

Andi pun membaca surat itu dengan seksama, Tersenyum, hanya itulah yang ada pada wajah Andi ketika membaca surat cnta untukku itu.
“Tembak sama lu aja bro, Dari surat ini dia mengatakan dia suka sama lu”
“Waduh, Fikir-fikir dulu dah gua, hahaha… jadi kaya ngomongnya anak betawi ya”
“Kalau gua mah emang anak betawi”

Setelah membaca surat dari dia, seakan malu dan grogi ketika ku bertemu dia. Apakah ini yang dinamakan cinta?, Saya waktu itu berfikir tak mungkin ku jatuh cinta kepadanya karena ku hanya menganggap dia sebagai sahabat ataupun adik ku saja, Karena kita kenal semenjak kita SMP. Dan kami pun masih sering SMSan.

Pada hari minggu siang itu saya biasa lagi baca-baca buku untuk mempersiapkan belajar di sekolah besok. “Dreeettt dreet dreeet dreet”, Handphone ku bergetar, ketika ku lihat dari Rizkyana. “ada apa dia SMS padaku” ku berfikir sejenak. Lalu kubuka SMS itu. Dan isi dari teks itu “Kakak, lagi ada waktu enggak?, Temenin kiki ke Arjawinangun yuk, Mau beli buku Logaritma”. Entah mengapa ku sangat senang ketika membaca isi SMS itu. Saya membalas SMS itu dengan “iya hayu, Kakak tunggu kiki di depan SD ya”, “iya kak nanti kiki kesitu” ia menjawab. Kami pun pergi berdua. Di perjalanan kami mengobrol tak tentu arah. Dan saya keceplosan bilang…
“Kiki, kakak cinta sama kiki”
Seketika wajahku memerah..
“Apa kak?” memancing ku untuk mengatakannya lagi
“AKU CINTA KAMU” Dengan perlahan
“Hemm… Kakak bercanda ah”
“enggak kiki… kakak enggak bercanda”
“Iya”

Hatiku bimbang, Ku berfikir dia mau menerima ku atau tidak?, Bagaimana jika ia tak mau menerima ku?, Resah tak tau mau berkata apa.
“kakak?”
“Iya kiki”
“Aku juga cinta sama kakak”
“Apa ki?” memancing kiki agar kembali mengatakan hal itu
“Aku juga cinta sama kakak”
“Jadi kita resmi?”
“Maunya?”
“Ya harus resmi dong”
Seakan ku melayang dalam angan. Ku ingin berteriak “YES!!!” waktu itu, Tapi aku malu karena kami dalam posisi sedang mengendarai motor.

Sesampainya di tempat buku, kami langsung mencari buku, setelah buku itu kami dapat, Kami langsung kembali pulang.
Hari demi hari kami isi dengan berbagai kegiatan yang sangat menyenangkan, Belajar bareng, Berangkat dan pulang sekolah bareng, Jajan di kantin bareng dan masih banyak lagi. Saya merasa dia lah segalanya, “She is my future” saya berfikir seperti itu, Ku tambatkan hati padanya, Ku sangat menyayangi dan mencintainya.

Saat malam tiba ia memberi tahuku akan menginap di SMP karena pada malam itu ada pelantikan ekstrakulikular Paskibra, Dan dia menghadiri acara itu sebagai alumni Paskibra. Tertulis SMS dari dia “Aa, aku nginep di SMP, ada pelantikan paskibra”, Ku menjawab “iya, hati-hati ya, mau dibawain sweater?”, Dia membalas “Iya boleh”, “Ya udah aku kesitu ya” jawabku. Dengan terburu-buru ku menuju SMP tempat ia menginap, Karena ku takut ia sakit karena ia mempunyai penyakit yang aku pun tak tau penyakit apa yang dideritanya. Karena motor sedang di pakai oleh bapak, Ku mengayuh sepeda dengan cepat, Tak ku hiraukan dingin yang menusuk dan malam yang sangat gelap pada malam itu karena ku sangat menyayangi dia kala itu.

Sesampainya di tempat ku memberikan sweater ku yang berwarna biru itu kepadanya.
“Sayang, Ini sweaternya”
“Iya, terima kasih ya”
“Iya sayang sama-sama, Hati-hati ya… I love you”
“Iya A, Aa juga hati-hati”
“Bye”
Kiki membalas dengan senyuman, Aku pulang ke rumah dengan wajah berseri karena ku baru saja bertemu dia.

Waktu berlalu, Ku sangat mendukung apapun yang ia lakukan. Hingga ketika ada pertandingan bola basket ku dukung dia karena ia mengikuti ekstrakulikular basket. Tapi pada saat ada turnamen basket di salah satu sekolah di Cirebon, Saya tak bisa mendukung secara langsung karena saya tengah berada di Majalengka. “kriinngg” telfon berbunyi, ku angkat dan…
“Bro pacar kamu!!!”
“Ada apa sama pacar saya?”
“Tangannya bro, tangannya” dengan panik
“Kenapa?”
“Bengkak, Tulangnya retak!!!”

Ketika mendengar tangan kiki cidera tanpa berfikir panjang ku tancap gas menuju ke tempat ia bertanding basket. Ku lihat speedometer menunjukan angka 100 KM/jam. Tak ku hiraukan karena yang ku hiraukan hanya kiki, Saya sangat khawatir kala itu. Sesampainya di tempat ku langsung menemuinya.
“Kiki?, mana kiki?” panik mencari kiki
“Iya sayang aku di sini”
“Ya allah… Coba lihat tangannya, Mana yang sakit, Udah di bawa ke dokter belum?”
“Gak usah lebay deh A”
“Kamu pasti sakit, Ayo Aa antar kamu pulang!”
“Enggak!!!”
Saya kaget ketika ia membentak ku seperti itu, Ada apa dengannya?, Ku bingung, Ku duduk di sampingnya sambil menemani dia.

“Sayang, ayo pulang…” dengan suara yang lembut
“Sekali enggak, tetap enggak, Gak usah lebay gitu ih”
“Aku tuh sayang sama kamu, Cinta sama kamu, Tapi kenapa kamu malah kaya gini..?”
“Hem” dengan wajah ketus
“ya udah Aa pulang ya, Mau ada perlu ke palimanan”
“Iya, Hati-hati”

Saya pergi meninggalkannya, Ku berfikir seakan dia tak memikirkan rasa ke khawatiranku padanya saat itu. Kemudian pada keesokan harinya ku dengar ia tak masuk sekolah, Ku mengajak saudaranya yang kebetulan satu sekolahan dengan ku untuk mengantarkanku menengok Kiki.
“Mba, anterin saya ke rumah embet (Kiki) yuk!”
“Ayo”

Ku membeli buah dengan uang ku yang seadannya, Kala itu ku hanya memiliki uang sebesar Rp.20.000,-. Ku belikan ia buah pir, Ketika sampai di rumahnya ku buang semua rasa malu ku karena hanya ingin bertemu sang pujaan hati.
“Assalamualaikum” sambil mengetuk pintu
“Walaikumsalam” terdengar suara seorang perempuan yang ternyata adalah kakaknya. Tak lama berselang kiki keluar, Mungkin karena ia mendengar suaraku.
“Ayo masuk, Ada apa?”
“Saya mau menengok kamu, mau tau kondisi kamu” dengan berjalan memasuki rumah
“Baik-baik aja kok”
Kami mengobrol hanya sebentar karena ku tahu kondisinya masih begitu lemah.
Srreeeeekkkk dengan membuka tas “Ini sayang ada buah untuk kamu”. memberikan plastik yang berisi buah
“Terima kasih ya”
“Sama-sama, Aa pulang dulu ya”
Aku pun berjalan keluar rumah sambil permisi pulang sama orangtua dan kakaknya kiki.

Waktu berjalan semakin cepat, Hubungan kami semakin hari semakin renggang. Aku pun tak tau kenapa ia bisa berubah secepat itu, Dulu ia baik, Ramah, Sopan, sekarang menjadi cuek dan selalu marah-maarah. Hingga suatu hari ku bicara dengannya.
“Kamu kenapa?”
“Gak papa”
“Kamu kenapa berubah?”
“Kamu itu terlalu over kak! aku gak suka!, kita jadi kakak adik aja, atau teman biasa!”
Terperangah ku mendengar kata yang ia ucapkan, Seakan tak percaya, Hatiku terasa hancur berkeping-keping. Secara bersamaan air mata pun menetes dengan sendirinya.
“Jadi kamu mau putus? oke kita putus”
“Iya!”
Dia pergi meninggalkanku begitu saja, Sakit, Perih, kecewa, marah dan rasa shock bercampur menjadi satu. Ku tak tau harus berbuat apa. Ku sangat mencintainya, Ku sangat menyayanginya, tapi ternyata rasa itu tak berarti baginya.

3 hari berlalu, rasa sakit itu masih ada, sampai ada salah satu teman kiki mengatakan padaku “kak, sebenarnya ku ingin mengatakan hal ini dari jauh-jauh hari tapi aku takut… aku ingin mengatakan bahwa kiki sudah pacaran lagi sama pelatih paskibra, Mereka dekat waktu kiki masih sama kakak”

Ku berlari, berlari sepanjang jalan, Air mata ini terus menetes. Dalam hati ku bertanya “KENAPA? KENAPA? KENAPA?, Kenapa dia setega itu sama saya?”. Ku masuk ke dalam kamar dan ku tenangkan hati ini. Ternyata ku ingat satu hal, dulu kiki pernah bilang ia nginep di SMP karena ada pelantikan paskibra, Ternyata kiki dekat dengannya di mulai dari pelantikan itu.

Keesokan harinya ku berbicara pada Ega, Andi dan Ibnu karena merekalah sahabat terbaik ku.
“Woy, Kita gempur, Kita beri pelajaran buat dia!” dengan sangat emosional
“Siapa?”
“Pelatih paskibra tak tau diri, Dia ngerusak hubungan kami!, Kami putus gara-gara dia!”
“Tahan emosi mu boy, Cewek di dunia ini gak satu, Ada banyak!”
“Cari lagi sama saya!” berusaha menenangkan hatiku
“Gini, Lu jangan gegabah, Anggap ini buat pelajaran buat lu kedepan, Lu bayangin roda, Roda itu selalu berputar dan sekarang lu lagi berada di bawah tapi yang nyakitin lu (kiki) lagi berada di atas, Kita tunggu proses dan waktu. Sampai nanti lu pasti berada di atas dan yang nyakitin lu itu pasti jatuh ke bawah, Ngerti kaga?”
“Iya ngerti, Tapi dia gak ngehargai prasaan gua man!, gua mau dia ngerasain apa yang gua rasain sekarang!” sangat emosi
“Iya saya ngerti prasaan kamu karena saya juga pernah ngalamin hal itu, Tapi ingat karma itu ada”
“Nuh, Lihat mata saya!, Ayo kita bangkit dan bangun!, Lupakan semua.” membuka tangan kanannya
Trep “ku jabat tangan Ibnu.”
“Kita ini sahabat, Jangan berbuat sendiri kita harus bersama-sama dalam menjalani suatu hal, Pemuda tak harus ambil tindakan dengan emosi dan kekerasan, jangan hanya karena perempuan pelajar jadi tawuran! oke bro!”
Perkataan Andi, Ega dan Ibnu masuk dalam hatiku, hatiku yang tadi marah pun kini terasa seperti gurun yang dituruni oleh salju, tenang dan tak lagi emosi.
“Makasih semuanya, You are best of the best my best friend”
“sama-sama bro, sambil menepuk pundakku”.

Luka yang kudapat sedikit terobati. Hikmah yang ku ambil dalam peristiwa ini yaitu Memang cinta itu perlu diperjuangkan, Tetapi kita harus berfikir ke depan, Kita masih anak SMA, Masih jauh untuk mencapai masa depan, jangan kita hancurkan masa depan kita karena cinta dan jangan kita ribut apalagi sampai adu fisik karena memperebutkan seorang wanita. Karena Ega berkata “Cewek di dunia ini gak satu, Ada banyak!”, Dan Andi Lau teguh berbicara bahwasannya “Lu bayangin roda, Roda itu selalu berputar dan sekarang lu lagi berada di bawah tapi yang nyakitin lu (kiki) lagi berada di atas, Kita tunggu proses dan waktu. Sampai nanti lu pasti berada di atas dan yang nyakitin lu itu pasti jatuh ke bawah”. Juga Ibnu berpesan “Ayo kita bangkit dan bangun!, Lupakan semua.”
Ya, Mereka benar, Sahabat yang baik akan meredam kita jika kita emosi, bukan malah ikut mengompor-ngompori untuk bertindak anarkis.

Semoga cerpen ini akan membuka teman-teman pelajar betapa pentingnya damai dan tak perlu kita ribut hanya karena perempuan. Karena ibnu berkata “Cari lagi sama saya!”.
STOP ANARKISM DI LINGKUNGAN PELAJAR!!!

Cerpen Karangan: Muhammad Nuh Nurkholid
Facebook: Muhammad Nuh Nurkholid Scout
Nama: Muhammad Nuh Nurkholid
Ttl: Cirebon, 27 Maret 1997
Profesi: Pelajar
Alamat: Jl.kh Zaenal Mustofa Susukan, Cirebon
Cita-cita: Tni
Hobi: Olahraga

Cerpen Best of The Best My Best Friend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terjebak Cinta Yang Salah

Oleh:
Cinta itu kadang seperti coffee yang hangat jika dinikmati, tapi kadang pahit jika terlalu lama dirasakan. Cinta itu tak pernah salah dan tak pernah membuatmu sakit hati, mngkin belum

Crazy

Oleh:
“Apa?!,” sontak Felly kaget setelah mendengar keputusan rekan band yang lainnya. “Sorry, Fel. Tapi, mau bagaimana lagi kita sudah terlanjut menerima tawaran itu,” ucap Bram lirih. “Lagipula, kita tidak

Makna Sebuah Piala

Oleh:
“Dasar bocah b*ngsat!!” Teriak pria bertubuh besar itu. Matanya yang sangat tajam dan terkesan sangar mampu membuat bulu romaku merinding ketika sekilas ditatapnya. Tak bisa ku bayangkan seperti apa

Batas

Oleh:
Aku pun tak pernah menyukai sebuah cerita sedih namun kusadari bahwa tidak akan ada cerita bahagia apabila cerita sedih itu tidak terjadi, dan barangkali dalam cerita ini Kebahagiaan adalah

Mas Kul Bukan Untukku

Oleh:
Pagi yang cerah dan matahari tak pernah lelah menyinari dunia dengan cahayanya yang menjadi sumber kehidupan bagi seluruh umat manusia. Kumulai hari ini dengan bersiap pergi ke sekolah. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *