Bintang Lapangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 17 November 2013

“Awas.. si buntung mau lewat, beri dia jalan teman teman” teriak seorang anak
“Hahaha… dasar buntung” lanjutnya sambil tertawa
Tak bosan bosannya mereka mengejekku, aku memang sudah terbiasa dengan ejekannya. Tapi… kadang aku merasa merasa menyesal di lahirkan dengan keadaan cacat begini. Aku iri dengan mereka yang terlahir dengan kesempurnaan. Mereka bisa berlari kesana kemari sepuasnya, tapi aku? berjalan saja lambat seperti seekor siput.

Namaku Amir, umurku 15 tahun. Aku duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Bapak dan Ibuku adalah seorang petani, kehidupan kami bergantung pada lahan itu. Aku sangat ingin kaki palsu… tapi penghasilan orangtuaku yang pas pasan hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari, mana bisa beli kaki palsu? aku harus mememdan mimipiku dalam dalam.

Banyak anak anak di sekolah menjauhiku, alasanya mereka malu berteman denganku. Tapi Lili dan Wandi berbeda, mereka mau menjadi temanku. Dengan di bantu tongkat kayu aku berjalan menuju kelas, “Amir… amir tunggu” sebuah suara yang tak asing lagi, ya Lili memanggilku. Dengan napas terpenggal penggal, Lili berusaha untuk bicara.
“Kenapa berlari seperti itu?” tanyaku penasaran
“Ah ngga penting, itu… nama kamu ada di daftar pemain Sepak Bola untuk perlombaan bulan depan” katanya dengan napas yang masih terpenggal
“Hahaha, kamu memang ahli bergurau” jawabku sambil tertawa
“Kamu tidak percaya? ayo ikut aku ke mading sekolah”

Aku pun mengikuti langkahnya Lili menuju ke mading sekolah. Namaku tertera di daftar itu, percaya tidak percaya… ini sepeti bermimpi. Bagaimana aku bermain Sepak bola dengan keadaanku yang seperti ini? Padahal aku tidak pandai bermain sepak bola.

Adzan zuhur menggema di telingaku, aku mengambil air wudhu untuk menenangkan pikiranku yang kalut ini. Setelah melaksanakan sholat, ada kekuatan yang membuatku percaya diri. 1 bulan aku mendapatkan berbagai macam latihan, awalnya terasa sangat sulit… aku mencoba dan terus mencoba. Hari ini perlombaan di mulai.
Keringat dingin bercucuran dari tubuhku, kedudukan kami 2 – 2 momen yang sangat menegangkan. Waktu terus berjalan, detik detik terakhir kami mencetak gol dan akhirnya team kami menang. Kami membawa pulang sebuah Piala dan Uang tunai. Kini aku tau, di dunia ini tak ada kata tidak mungkin selama kita masih berjuang.

Cerpen Karangan: Ambarnia
Facebook: Ambar Nia
Kritik dan saran bisa lewat @nia_ambar

Cerpen Bintang Lapangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjuangan Seorang Gadis

Oleh:
Mengingatkanku pada sebuah perjuangan seorang gadis yang ingin menggapai impiannya kala itu. Tepat setahun yang lalu.. Ia baru saja lulus SMA. Seperti siswa pada umumnya, ia ingin melanjutkan pendidikannya

Janji Andine

Oleh:
Suatu pagi yang cerah, mama Andine membolehkan Chica untuk menginap di rumahnya. Chica adalah saudara sepupu Andine yang masih berumur 6 tahun. Mama Andine mengijinkan Chica untuk menginap di

Selamat Tinggal Bu Salma

Oleh:
Sekarang pelajaran terakhir yaitu matematika, yang diajar oleh Bu Salma. Selesai mengoreksi PR matematika, Bu Salma ingin memberitahukan sebuah pengumuman. “Anak-anak harap tenang. Ibu ingin menyampaikan sesuatu yang penting.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Bintang Lapangan”

  1. nursyahdina al - rahmah bobihu says:

    semua cerpen anakx bagus2 banget, aku suka baca cerpen2x…

  2. dhany says:

    like dgn story ny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *