Fire

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 August 2016

”Jatuh”. Atau yang biasa disebut dengan “Gagal”. Pasti semua orang pernah mengalaminya apa pun itu dalam kehidupannya. Manusia, ya kita adalah manusia yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Seperti halnya AKU.

“Clarrisa Stephani, seorang pecundang yang amat menyedihkan” oceh Bella sambil terus memutariku dan memain-mainkan rambut panjangku. Kini aku terduduk di lantai dengan rasa perih yang kutahan, kenapa? Aku tersenggal oleh kakinya yang sengaja ingin menjatuhkanku. “Kenapa? sakit ya lututnya?” ucapnya lagi untuk yang kedua kalinya.

Aku selalu saja teringat masa-masa enam tahun lalu, mungkin Aku menjadi trauma. Aku berusaha melupakannya, tetapi kenangan buruk itu selalu saja muncul di pikiranku. Saat-saat dimana Aku dipukuli, diancam, bahkan dituduh. Sempat terlintas di pikiranku, bahwa Aku ini adalah satu-satunya orang yang sangat menderita di dunia ini. Setiap pulang sekolah Aku selalu menangis di dalam kamar, orangtuaku tidak mengetahuinya. Tidak mengetahui sebab Aku menangis, mereka hanya tau bahwa Aku menangis karena kesulitan dalam mengerjakan pr. Tapi Aku beruntung memiliki Mbok Surti, pembantu di rumahku. Mbok Surti selalu mengerti keadaanku, tidak hanya itu Mbok Surti juga selalu memberikanku motivasi dan tentu saja menyemangatiku. “Semangat Non! Jangan pernah menyerah, semangat! Semangat!” begitulah Mbok Surti menyemangatiku sebelum Aku berangkat ke sekolah. Semenjak itulah aku mulai bersemangat untuk terus maju dan meninggalkan segala keterpurukan. Selain dukungan dari Mbok Surti, tentu Aku selalu berdoa kepada Tuhan. Aku berdoa agar teman-temanku yang selalu menyakitiku diperbaiki menjadi lebih baik, dan Aku berdoa semoga tidak ada lagi yang menjadi korban “Pembullyan” seperti Aku.

Lima tahun kemudian Aku benar-benar berubah, berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Orangtuaku juga makin bangga denganku karena perubahanku juga karena prestasi-prestasiku di sekolah yang selalu aku tekuni. Berkat doa dan semangat yang berapi-api. Seperti kata pepatah “Berakit-rakit dahulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Dan juga Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan seseorang. Kita bisa berubah asalkan kita berniat dan juga melakukannya dengan keikhlasan. Dan yang terakhir adalah selalu bersemangat dalam melalukan segala aktivitas. Masa lalu adalah sejarah, dan masa depan adalah sebuah impian yang harus kita capai. Bersemangatlah seperti api yang berkobar.

Cerpen Karangan: Hasna Asjad Allamah
Facebook: Hasna Asjad
Twitter: @HasnaAsjad1
Askfm: Hasna Asjad
keep spirit

Cerpen Fire merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Merelakan Dalam Semalam

Oleh:
Hujan tak henti hentinya mengguyur kota Bandung pagi itu. Sedari pagi sampai malam yang larut, tetesan tetesan air itu masih saja berjatuhan dengan derasnya. Membuat banyak orang terpaksa berdiam

Hujan Di Tengah Gerhana Matahari

Oleh:
Hari berganti hari, minggu telah berganti minggu lagi. Tak terasa seiring berjalanya waktu, tubuh manusia akan terus bertumbuh dan usia kita hidup akan terus berkurang. Dimana ada suka cita,

Gaptek?

Oleh:
Rian. Cowok pintar dan keren dari kelas XI IPA 1 itu lah yang selalu mengganggu pikiran ku. Aku dan Rian sekelas pas kelas X, tapi sekarang tidak lagi. Rian

Mega Mendung (Part 1)

Oleh:
Namanya Mega Melandrani, bersekolah di SMA Pancasila. Kini dia duduk di kelas 12. Jika semua anak yang sedang gugup untuk menghadapi ujian itu sama sekali tidak dirasakan Mega. Dia

Dunia Satu Koran

Oleh:
Terdengar suara tangis lembut dalam seruan adzan yang berkumandang. Malam itu begitu sunyi dan sepi. Akan tetapi, rumah itu memiliki cahaya remang karena pendaran lampu gantung. Arkana Aditya nama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *