Galau Bukan Akhir Dari Segalanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 March 2019

Galau adalah salah satu hal yang paling tidak enak yang pernah saya alami selama hidup saya, kegalauan saya bermula saat saya mengenal cinta dan wanita. Saat pertama saya rasa itu indah tapi pas di ujung batas kehancuran hubungan saya merasa berat sekali melihat orang yang saya sayang bersanding bersama orang lain.

Disaat itu lah kegalauan saya memuncak dan saya semakin uring-uringan tidak bisa makan, tidur tidak nyenyak, dan pola hidup berantakan. Pernah terlintas dalam fikiran saya dengan menjauh atau pindah ke tempat lain bisa merubah dan melupakan semua hal yang udah terjadi yang menjadikan saya orang yang paling galau saat ini.

Saya makin tidak mengerti saya harus bagaimana dengan semua ini. Saya harus bagaimana…?. Saat itu saya berfikir bahwa saya adalah orang yang paling gagal karena saya gagal mempertahankan pacar saya untuk terus bersama saya. Saya masih berfikir apa yang salah dari saya sehingga Dia berpaling dan meniggalkan saya. Saya pun tidak henti-hentinya selalu menyalahkan diri saya tanpa tau salah saya apa.

Waktu demi waktu berlalu dan saya lalui semua itu dengan kegalauan yang saya alami yang tidak ada habisnya. Tapi suatu hari saya denger kabar kalau mantan saya itu putus dengan pacarnya, Dia pun galau dan mulai mendekati saya lagi. Karena saya masih ada rasa sayang ke dia, ya saya senang saja pas dia mendekati saya lagi dan saat itu pun saya berfikir kalau dia masih sayang sama saya.

Setelah beberapa lama saya liat dia galau terus lama kelamaan saya ada rasa kasihan melihat mantan saya yang selalu galau karena dia ditinggal cowoknya yang berpaling ke wanita lain. Dan saya pun memberi dia sedikit wejangan agar dia tetap semangat. Dan pada waktu itu lah rasa sayang saya ke dia tumbuh kembali, dan saya pun sejak hari itu menjadi penghibur buat dia. Akhirnya kita sering pergi bersama dan di suatu malam dia sms saya

“haii” isi sms dia ke saya
“apa?” balesan sms saya ke dia
“lagi ngapain?” basa-basi dia
“lagi duduk santai aja nih, kenapa?”
“Aku masih sayang sama kamu, aku mau balikan sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar saya lagi?” Tiba-tiba dia tanya saya kayak gitu
“Aku mau kok, aku juga masih sayang sama kamu” balas saya sambil senyum senyum sendiri kegirangan baca sms dia
Sejak malam itu kami pun resmi balikan sebagai sepasang kekasih.

Keesokan harinya kami pun menjalani hari berdua penuh keindahan yang dilalui oleh dua anak manusia yang sedang dilanda asmara yang begitu indah sampai lupa adanya kehadiran orang lain di sekitarnya. Memang orang yang jatuh cinta itu merasa kalau dunia ini itu milik berdua dan yang lain hanya ngontrak.

Dan akhirnya 3 bulan berlalu … 4 bulan berlalu … dan begitupun bulan berikutnya kami lalui sebagai sepasang kekasih dan sampai akhirnya pada bulan ke 8 dia mulai berbeda sikap kepada saya. Sikapnya ke saya sudah mulai cuek, tidak peduli dan sikapnya sama persis seperti dahulu saya diputusin sama dia. Dan ternyata di akhir bulan ke 9 ternyata dia sudah ada yang deketin tanpa sepengetahuan saya juga ternyata diam-diam dia sudah jadian dengan orang itu. Sakit sekali rasanya, apalagi pas tahu kalau saya juga diputusin LAGI sama dia dan lebih parahnya saya diputusinnya setelah dia jadian sama pria lain.

Semenjak hal itu saya kembali jadi orang yang galau setiap waktu dan tempat. Saya gak tau lagi harus gimana dan saya tidak habis fikir ternyata saya disakitin lagi sama orang yang dulu pernah nyakitin saya. Saya kayak orang yang kehilangan tujuan hidupnya yang tidak tau harus kemana.

Makin lama saya makin bingung sama hidup yang saya jalanin. Sampai suatu saat saya lagi tertunduk lesu di kelas ada teman kelas saya namanya Fitri dia duduk di samping saya dan tiba-tiba dia pun berbicara
“saya juga pernah galau kok sama kaya kamu pas saya putus dari mantan saya dulu” kata Fitri
“ah serius kamu Fit? Tapi kamu senang senang saja waktu itu” Tanya saya
“pertamanya sih saya memang galau, uring uringan setiap waktu”
“terus?” Tanya saya semakin penasaran
“akhirnya saya sadar kalau hidup hanya sekali dan sayang bila kesempatan hidup itu kita sia-siakan dengan hal yang tidak penting seperti menggalau ini, apalagi galau karena kekasih” penjelasannya
“oh begitu ya Fit” saya sambil merenung dan memikirkan kata-kata itu
“Bukankah di dalam islam kita tidak boleh merenung atau memikirkan sesuatu yang membuat kita merasa murung terlalu lama atau berkelanjutan ya?” ucap Fitri
“Iya sih..” jawab saya sambil tertunduk.
“ya sudah sekarang kamu ga usah galau, galau itu tidak penting men. Galau hanya bisa membuat kamu kelihatan jadi orang yang lemah men. Jadi nikmati saja hidup kamu, lepaskan saja semua kegalauan kamu dan mulailah berkarya dalam hidup kamu” sambil menepuk bahu saya lalu dia pergi

Kata-kata itu yang selalu saya ingat dan membuat saya semakin termotivasi untuk tidak galau lagi dan memang benar kalau hidup memang hanya sekali, tidak ada gunanya juga kita galau dan menyesali semua yang sudah terjadi. Lambat laun teman teman dan sahabat saya memberi semangat dan masukan ke saya untuk saya kedepannya agar tidak berhenti begitu saja dan jangan menyerah sampai disini. Sesuatu yang saya ingat adalah kata-kata sahabat saya yang selalu kasih wejangan motivasi dan semangat buat saya terus berkarya.

Dari kejadian ini saya bisa belajar kalau galau bukanlah akhir dari segalanya, dan jangan jadikan kegalauan itu sebagai alasan kenapa kita gagal. Dan akhirnya saya tau kalau hidup itu sangat berharga dan sangat sayang untuk di sia siakan dengan hal yang tidak berguna dan membuang-buang waktu. Dan juga hidup itu adalah pilihan, kamuu mau stop berhenti sampai disini dan menyerah sama keadaan galau lu atau lu mau lanjut terus dan memperjuangkan hidup lu mau jadi apa nantinya.

Cerpen Karangan: Muhammad Wisnu Santari Wardana
Blog / Facebook: wisnu wardana

Cerpen Galau Bukan Akhir Dari Segalanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Aku Harus Memilih

Oleh:
Namanya Anita, ia seorang gadis yang rajin dan pintar. Sekarang, ia duduk di bangku SMA. Dia mempunyai mimpi untuk menjadi seorang dokter. Namun, terkadang ia harus memendam mimpinya itu,

Ada Cinta di Bis Kota

Oleh:
Pagi ini aku buru-buru berangkat sekolah. Aku hampir lupa kalau hari ini ada jam tambahan pelajaran pagi. Yups, aku sekarang kelas XII SMA dan wajib mengikuti jam tambahan pagi.

Keinginan

Oleh:
Sejak lulus dari SMP, aku bercita-cita untuk menjadi desain grafis atau animator, sehingga saya memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah menengah kejuruan, aku mengambil jurusan multimedia. Satu tahun aku menjalani

Senyum Seindah Pelangi

Oleh:
Semuanya seperti deja vu. Masih terukir dengan jelas di benakku, tentang hari itu. Di saat butiran-butiran air berjatuhan dari langit. Petir pun seolah tak mau kalah meramaikan suasana dengan

Sad Song

Oleh:
Kutelusuri lorong sekolah yang mulai sepi, suara sepatuku terdengar keras memecah keheningan ini. Tak ada seorang pun yang berada di sini, hanya aku. Seperti biasa, sebelum pulang ke rumah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *