Kegagalan Bukan Akhir Dari Segalanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 19 December 2017

Kegagalan dan kesuksesan adalah hal yang lumrah dalam hidup manusia. Dalam keseharian seseorang, antara kegagalan dan kesuksesan selalu datang silih berganti. Itulah seni dari hidup. Terkadang kegagalan yang kita alami dalam hidup, membuat kita hampir berhenti dari segala aktifitas kita, karena kita berpikir bahwa kegagalan adalah hal yang paling memalukan dan kegagalan merupakan akhir dari segalanya.

Pandangan di atas membuatku teringat akan kejadian di masa lampau. Dalam riwayat pendidikanku, aku pernah mengalami kegagalan dalam berproses. Ketika itu, aku berada di bangku SMP kelas III. Kita semua tahu, bahwa sebelum kita memperoleh sebuah ijazah maka kita harus melewati yang namanya ujian nasional dan ujian sekolah. Akhir dari ujian adalah pengumuman hasil ujian tersebut, dan ini adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap kita yang berproses.

Selama 3 tahun aku berproses, dan kini saatnya untuk aku harus menuai hasilnya. Kebimbangan dan keraguan selalu ada dalam pikiranku. Aku selalu dibebani dengan hasil ujian ini. Lulus atau tidak aku harus menerima semua itu. Tapi aku selalu berharap untuk lulus dalam ujian ini. “ya tuhan, sungguh memalukan apabila aku tidak lulus”. Pikirku dalam hati. Apalagi, model pengumuman kali ini berbeda dengan model pengumuman di tahun-tahun yang lalu.

Hari ini adalah hari yang telah ditentukan untuk mengumumkan hasil ujian tersebut. Pagi ini aku terlambat bangun pagi karena kerja seharian membuatku lemah. Ketika aku terbangun dari tidur, aku menemui teman-temanku yang sudah pada kumpul untuk mendengarkan hasil ujan tersebut. Aku menghampiri teman-temanku. 10 menit kemudian penyiar mulai membacakan hasil ujian dari sekolahku. “nomor yang dibacakan adalah nomor peserta yang telah lulus ujian sedangkan nomor yang tidak dibacakan adalah nomor yang tidak lulus dalam ujian.” jelas penyiar rspd itu.

Hati ku dak-dik-duk. Raut wajahku yang cerah ceria kini berubah. Aku sanksi, nomorku disebut ataukah tidak. Nomor pesertaku adalah 135. “129, 130, 132, 133, 137 dan seterusnya.” nomorku telah terlewatkan dan aku termasuk dalam peserta yang tidak lulus.

Setelah kejadian itu hidupku hampa. Aku berpikir, hidupku tak ada artinya lagi. Aku sedih meratapi nasibku yang malang ini. Tetapi pada sat itu, keajaiban tuhan terjadi, aku dan teman-teman yang tidak lulus dipanggil untuk mengikuti ujian susulan. Di ujian kali ini aku berjanji untuk diriku sendiri untuk harus lulus.

Setelah melewati refleksi yang panjang, akhirnya aku tahu, kegagalan ini merupakan akibat dari malas belajar, tidak menghargai proses, malu dan takut untuk mencoba dan kegagalan bukanlah akhir dari segala-galanya. Tetapi kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda.

Cerpen Karangan: Urby Binsasi
Facebook: Urby Binsasi

Cerpen Kegagalan Bukan Akhir Dari Segalanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dibalik Hujan

Oleh:
Di pinggir jalan, rintikan hujan mulai membasahi tubuhnya. Ia membiarkan tubuhnya terkena hujan. Ia tidak peduli jika ia berbuat seperti itu ia akan membuat tubuhnya sendiri sakit. Dialah Keisha.

Amazing Grace

Oleh:
Kuhentikan langkahku persis di depan pintu ruang musik. Terlihat di dalam sana, ada seorang gadis sedang menarikan jari-jemarinya di atas tuts-tuts piano putih. Ya, dialah Isabella Kira Gotzoen, yang

Hari Pertama di Bulan Desember

Oleh:
Drrrttt… Sebuah pesan singkat berisi promosi dari operator membuatku terbangun, dengan terkantuk-kantuk kulihat jam menunjuk angka 01.28 dan kuyakinkan diriku bahwa saat ini orang-orang sedang berenang dengan indahnya di

Diantara Mahasiswa dan Dosen

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Chintya Aryanto menuju ke ruang kelas perkuliahan dengan langkah gontai. Ketika sampai dalam kelas, Ibu Darmayanti, dosen matakuliah Pengantar Ekonomi Makro menyambut dengan nada

Sulut Kehidupan

Oleh:
Aku memulai pagi hari ini dengan senyum di wajah. Hari ini merupakan hari yang kunanti-nantikan sejak sepuluh tahun yang lalu. Sepuluh tahun bukan merupakan waktu yang singkat untuk dilewati,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *