Kekurangan Bukanlah Penghalang Untuk Meraih Kesuksesan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 November 2017

Di sebuah desa ada sebuah keluarga yang cukup kekurangan. Di dalam keluarga itu hanya ada ayah, ibu dan seorang anak yang berusia sekitar 14 tahun. Ayahnya berkerja sebagai tukang becak dan ibunya berkerja sebagai buruh cuci.

Sekitar 2 tahun yang lalu anaknya mengalami kecelakaan yang amat mengenaskan. Tangan kanannya harus diamputasi karena terlindas. Nama anak itu adalah Silvi. Anak yang cantik, lugu dan berkulit sawo matang ini harus mengalami nasib yang buruk di masa SMP nya ini. Dia selalu diejek teman temannya dan juga ada yang kasihan padanya. Tetapi dia tidak berputus asa dan terus mengejar cita citanya.

Jam weker berbunyi menunjukkan pukul 4 pagi. Silvi bangun dari tidurnya dan beranjak mandi. Untuk persiapan sholat dia mengambil air wudhu. Setelah sholat dia belajar dan membuka catatan pelajaran kemarin. Dia selalu tekun belajar meskipun dia harus menulis dengan tangan kiri Jam sudah menunjukkan 6 pagi waktunya Silvi untuk berangkat sekolah.
“Assalamualaikum” Ucap Silvi sambil mencium tangan ibunya. Karena ayahnya sudah berangkat kerja sejak jam 5 pagi tadi.
“Waalaikumsalam” Kata ibunya sambil mencium kening anak tunggalnya yang tersayang itu.

Dia berangkat sekolah dengan dua sahabatnya yang bernama Rifa dan Zulkifli. Mereka berjalan sambil berbincang bincang tentang pelajaran yang tidak mereka sukai. Kebetulan pada hari itu ada pelajaran yang tidak disukai Rifa.
“Huff… Rasanya aku ingin tidak masuk sekolah hari ini!” Eluh Rifa
“Mengapa?” Tanya Silvi dengan polosnya.
“Rifa saja.. paling paling juga karena ada pelajaran metematika” jawab Zulkifli
“Iya aku paling tidak suka dengan pelajaran ini” Rifa kembali mengeluh
“Rifa kamu tidak boleh seperti itu semakin kamu tidak menyukai pelajaran itu semakin jelek nilaimu karena kamu tidak mau mempelajarinya. Kamu harus belajar lebih giat untuk mencapai nilai yang bagus. Kalau kamu mendapatkan nilai yang bagus orangtuamu pasti bangga padamu.” Tutur Silvi.
“Baiklah Silvi aku akan mencobanya.” Kata Rifa penuh semangat.

Tak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Tak lama kemudian lonceng tanda masuk berbunyi. Semua siswa masuk ke dalam kelas. Kebetulan sekali waktu itu pelajaran kesukaan Silvi. Bu Neny masuk ke dalam kelas.
“Good morning mom” Ucap anak anak saat Bu Neny masuk.
“Good morning” balas Bu Neny
“Apakah ada tugas hari ini?” tambah Bu Neny.
“Tidak bu” jawab anak anak.

Bu Neny menjelaskan dan Silvi mencatat semua yang dijelaskan oleh Bu Neny. Tak lama kemudian Bu Neny mengadakan ulangan. Semua murid merasa tentang Silvi malah merasa senang.

“Sudah habis waktunya ayo kumpulkan!” Pinta Bu Neny.
“Sebentar lagi bu.” Teriak salah satu siswa
“Lima menit lagu bu” Siswa lain menimpali.
“Ini bu.” Silvi maju ke depan mengumpulkan hasil ulangan.

Semua siswa sudah selesai, Bu Neny segera keluar kelas. Silvi tersenyum lega karena dapat mengerjakan ulangan. Tetapi ada yang iri dengannya. Akan tetapi Silvi tidak menghiraukan itu semua dia membalasnya dengan senyuman.

Pada suatu hari ada lomba melukis dalam memperingati hari kemerdekaan. Silvi mengikuti lomba itu dan mewakili sekolah karena gambarannya bagus. Meskipun dia cacat tapi dia tetap bersemangat.
Semua peserta lomba berkumpul di tempat lomba. Semua berbisik bisik tentang kekurangan Silvi. Tetapi Silvi tidak menggubris semua itu. Silvi tetap memantapkan keinginannya.

Lomba pun dimulai, waktu demi waktu pun berlalu akhirnya lomba pun selesai. Juri mulai menilai semua hasil karya para peserta. Dua jam berlalu juri telah selesai memutuskan hasil yang terbaik. Akhirnya juri mengumumkan hasil keputusan lomba dari juara tiga.

“Inilah saat yang kita tunggu tunggu. Saya akan mengumumkan hasil karya terbaik yang menjadi pemenang. Pemenang ketiga atau juara ketiga adalah… Fatanul S. R dari SMP Negeri 1 Kota. Pemenang diharapkan untuk maju ke depan. Juara kedua adalah Rodiyatul Amanda dari SMP Harapan Jaya. Dan inilah juara yang di tunggu tunggu…”
Semua peserta merasa cemas begitupun Silvi. Silvi berdoa dengan penuh harap.
“Pemenangnya adalah Silvi Aliva dari SMP Nusa Bangsa.”
Semua orang merasa kaget, Silvi maju ke depan dengan penuh syukur. Dia menerima piala dan hadiah itu. Semua orang di sana kagum dengan Silvi.

Keesokan harinya semua anak di sekolah mengucapkan selamat pada Silvi. Sejak saat itu Silvi mulai mempunyai banyak teman dan dia selalu mewakili SMP nya untuk mengikuti lomba melukis. Tetapi dia tidak pernah sombong.

Jadi kekurangan bukanlah sebuah penghalang bagi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Janganlah bersedih karena kekurangan kita. Karena terkadang kekurangan itulah yang menjadi kelebihan kita.

Cerpen Karangan: Laila Sulistya Ningrum
SMPN 1 PURI

Cerpen Kekurangan Bukanlah Penghalang Untuk Meraih Kesuksesan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tempat Camping

Oleh:
“Kaylaaa…” teriak pacarnya Naufal, dan langsung duduk di sebelah Kayla dan menoyor kepala Kayla. “ishh, kebiasaan banget. kepala gue udah difitrah.” “biarin aja hahaha.. lo beli apa Kay?” tanya

Dia Semangatku

Oleh:
Dengan lesu, ku hempaskan tubuhku di atas kursi panjang yang berada tepat di depan kelas. Berulang kali ku hembuskan nafas putus asa. Kini, batinku kembali berontak. Ah! nilai ini

Aneh

Oleh:
Sekarang gue masih menikmati liburan pasca UN. Kemarin gue baru sampe di rumah setelah pergi ke Bandung untuk daftar si salah satu SMA favorit di sana. Kenapa Bandung? Entahlah

Bertepuk Sebelah Tangan (Part 2)

Oleh:
Meninggalnya kedua orangtua Fadhil memang membuatnya terpukul, jarang ia mau makan. Saat ingin makan, ia tak lapar, saat ingin minum ia tak haus, saat ia tak ingin makan, ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *