Kenangan Dan Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Perpisahan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 March 2018

Hallo, kenalkan namaku Ardhania Septia Raini. Ardhania artinya suci, Septia diambil dari bulan September, dan Raini yang diambil dari adaptasi rain yang berarti hujan. Biasa dipanggil nia, umur 17 tahun, kelas XI SMA Tunas Bangsa. Aku sangat menyukai hujan. Kata mama aku dilahirkan pas saat hujan turun di bulan September. Mungkin salah satunya itu yang membuatku suka dengan hujan.

Pagi ini rumah sudah dibisingkan oleh teriakan mama “niaaa… ayo cepat turun sarapan! nanti kamu telat lo ke sekolahnya”.
“iya ma” jawabku singkat. Aku pun menyelesaikan sarapan dengan cepat dan bergegas pergi sekolah.

Sesampainya sekolah aku melihat gerbang sudah ditutup oleh penjaganya “sial, telat lagi.” Ucapku pelan.
Semua siswa yang terlambat diberikan hukuman berdiri di lapangan sampai jam istirahat. Di sampingku aku melihat seorang pria yang tak kutau namanya memperhatikanku sejak tadi, “ngapain liat-liat?” ucapku ketus
“kamu capek ya? Kamu duduk aja biar aku yang awasi guru piketnya”
“gak usah, aku masih kuat kok” aku suka risih kalo ada orang yang tidak kenal memperhatikanku.

Akhirnya bel istirahat berbunyi. Dan aku pun sudah dibolehkan untuk ke kelas.

Setelah pulang sekolah, ada pesan masuk dari mama yang bilang kalo mama tidak bisa jemput dan aku disuruh naik taksi. Sudah setengah jam aku menunggu tapi tak ada satupun taksi yang lewat. Tak disangka ada suara “udah lama nunggu taxinya?”
“hm” aku pun langsung menjauh darinya
“tenang aja kali, aku orang baik baik kok. kenalin aku Ivander putra, kelas XII IPA1” katanya sambil memberi tangannya
“Ardhania Septia Raini panggil nia aja” jawalabku tenang. Setelah itu kita banyak bebagi cerita yang tak kusangka dia membuatku nyaman untuk berbicara dengannya.

Bunyi petir menyambar dan hujan langsung turun dengan lebat.
”ye … hujan” kataku spontan
“kok kamu senang banget sih hujan?” tanyanya
“aku suka aja nyium bau khas ketika hujan turun, namaku juga ada hubungannya dengan hujan, dan aku lahir juga saat turun hujan” jelasku sembari senyum. Tak lama aku mendapatkan taksi dan langsung pamit kepadanya

Hari hari berikutnya kami menjadi dekat, sering ngobrol di kantin dan nonkrong bareng.

Tak terasa UN bagi kelas XII semakin dekat. aku bertanya kepada kak Ivan “kak abis ini mau lanjut di mana?”
“rencana sih mau ngambil ITB, doain keterima ya niaaa” katanya bersemangat
“itu mah pasti kak, tapi kita gak bisa ketemu lagi dong kak” ucapku lesu
“kan ada line kita bisa video callan”

“ya kan tetap aja beda kak”
“ya udah kamu belajar aja yang rajin nanti susul aku kuliah di ITB ya” katanya
Aku hanya mengangguk

3 minggu kemudian,
UN sudah berlalu dan pengumuman ptn juga sudah keluar. Ya, benar saja, dia lulus di Teknik Kimia ITB. Aku bangga dengannya sekaligus sedih harus jauh darinya.
Dan aku pergi untuk menemuinya sebelum dia berangkat.

“kak jangan lupain aku ya”
“iya , gak bakal kok. Kakak pamit ya, hati hati di sini” ia lalu pergi.

Saat aku berjalan menuju rumah, tak terasa hujan turun deras. Hatiku sangat sedih, biasanya jika hujan turun aku akan senang. Aku sedih mengingat kenangan ku dengannya. Saat pertama kali mengobrol panjang lebar dikala hujan waktu menungggu taksi. Tetapi aku tak boleh sedih terus menerus. Aku teringat ucapannya yang memintaku untuk kuliah di ITB juga. “oke kak, aku akan belajar dengan giat dan nyusul kakak di ITB” ucapku bersemangat.

Cerpen Karangan: Nadhira Elia
Facebook: Nadhira Elia
Aku kelas x sma

Cerpen Kenangan Dan Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


This World

Oleh:
Aku berjalan memasuki kelasku, hari ini adalah hari pertamaku berada di sekolah ini, dan sekolah masih sangat ramai. Saat aku sedang asyik melihat sekeliling sekolah tanpa sengaja aku menabrak

Terimakasih Ibu

Oleh:
“Indi, aku yang jaga, kamu yang ngumpet, ya!” seru Kezia sambil berjalan menuju pohon terdekat untuk mulai menghitung. Dengan gembira, aku berlari mencari tempat persembunyian. Suara Kezia yang menghitung

Tatapan Pertama Camer

Oleh:
Malam minggu terasa hambar seperti malam-malam biasanya bagiku. Karena cewek gue gak bisa ke luar malam hari. Acara malam mingguannya hanya via bbm. Untuk menghilangkan suntuk gue yang kesepian

Rahasia di Pantai Pandawa

Oleh:
Terik matahari memudar bersamaan dengan jarum jam ini terus berputar. Matahari semakin condong ke barat diikuti tiupan angin yang semakin kencang. Rambutku yang terurai terbang mengikuti arah angin. Mataku

Kenapa Harus Kamu? (Part 1)

Oleh:
Siang itu, kami dari ekskul sekolah, ikut berpartisipasi untuk menyaksikan festival dance tingkat kabupaten yang tengah digelar di gedung kesenian daerah. itu dikarenakan sekolah kami juga mengikuti ajang yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *