Kesatria Dari Ujung Desa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 22 October 2013

Kumel, dekil, polos dan apa adanya itulah salah satu gambaran tentang Hendar kecil. ia adalah salah satu anak ke 4 dari 5 bersaudara. Hendar sendiri tumbuh dalam keluarga yang bisa di katakan sangat sederhana atau serba kekurangan dalam sisi ekonomi. hidup serba kekurangan sudah menjadi hal yang biasa bagi hendar, tetapi ia tak hanya diam menyaksikan apa yang keluarganya rasakan, Hendar selalu berusaha mensiasati hal tersebut dengan berbagai macam tindakan kreatifnya, seperti berjualan es lilin, kacang rebus, jagung rebus milik tetangganya yang berbaik hati untuk membantu. dan gambar mewarnai yang hendar buat sendiri untuk di jual di sekolah dasar tempat ia menimba ilmu serta hendar juga berjualan kantong kresek di pasar tradisional. Tak ada sedikit pun rasa malu, canggung yang menghantuinya, tapi yang ada hanya semangat dan percaya diri.

Setiap pagi Hendar pergi ke sekolah untuk melaksanakan kewajibanya sebagai pelajar, sambil membawa beberapa dagangan untuk dijajakan. sedangkan sepulang sekolah ia tak langsung bermain layaknya anak-anak seusianya, akan tetapi Hendar pergi ke pasar untuk berjualan kantong kresek yang sudah menjadi rutinitas setiap pulang sekolah.

ya memang tak pantas rasanya seorang anak kecil seusianya yang harusnya menikmati masa-masa dunia anak, malah ia menjelma bak orang dewasa. tetapi apa daya keadaanlah yang memaksa ia.

Kaki kecil penuh dengan lumpur hitam pasar tradisional yang beralaskan sandal kusam berbeda pasang itu, terus membawa ia menjajakan barang daganganya dari tempat satu ke tempat yang lain.

“pak, bu kantong kreseknya…!” tawarannya ke setiap kali ada orang yang sedang berbelanja.
2 ratus rupiah harga per kantongnya sudah membuatnya senang di setiap ada orang yang membeli dagangan hendar.

Sinar matahari yang sangat menyengat tak membuatnya ikut terbakar dalam sengatan panasnya sang surya untuk terus mengerjakan rutinitasnya itu. terkadang rasa haus dan lapar menjadi teman pengantar setia hendar

Berwangian bau sengatan matahari, bemandikan keringat, beraromakan semerbak bau khas pasar tradisional sudah menjadi gaya hidup dalam pekerjaanya. Jika waktu sudah sore, hendar mencukupkan pekerjaan dan pergi untuk pulang dengan sedikit membawa uang dari hasil jualannya. Tak banyak memang, akan tetapi itu sedikit cukup untuk mengisi uang saku dan sedikit membantu orang tua hendar di rumah. Waktu terus bergulir dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun berlalu dengan pengorbanan, kini Hendar tumbuh menjadi sosok pemuda biasa lainnya, yang sekarang duduk di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) swasta di daerah pamarayan serang. Berbekal dari ilmu dan pegalaman yang ia dapat dari masa kecilnya, cukup membuat ia tegar dan siap menjalani NANO-NANO KEHIDUPAN di masa nanti. Cahaya masa depan yang cerah kini sedang menanti untuk ia raih. Dan Masa lalu biarlah belalu hidup getir, pahit dan jauh dari kata cukup biar saja menjadi bingkai kehidupan dan jadi motivasi untuk meraih masa depan yang gemilang.

Itulah Aku Muhammad Suhendar orang-orang sering memanggilku Hendar sang penulis cerita sederhana ini. Aku tinggal di salah satu desa yang tidak jauh dari pusat kota, tapi aku merasa jauh di pedalaman desa karena aku sendiri tidak begitu merasakan manisnya suasana kota…

Cerpen Karangan: Muhammad Suhendar
Facebook: Muhammad Suhendar Al-islam
namaku muhammad suhendar sering di panggil hendar,,,,saya tinggal di salah satu desa yg ada di kecamatan rangkasbitung kabupaten lebak banten. kini usiaku +-17 tahun kelahiran 5 november 2013 dan bersekolah di salah satu smk swasta di pamarayan serang.

aku sendiri sangat suka dengan menulis apalagi menulis artikel dan cerpen karena bagiku menyenangkan di samping karena cita2’ku ingin sekali menjadi seorang jurnalis….!!!

Cerpen Kesatria Dari Ujung Desa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gang Setan

Oleh:
Semua terdengar memiliki irama ditelingaku. Setiap lantunan detik dari waktu yang terus berjalan ada bisikan dari pasir dijalanan yang tak disadari adanya. Arakan awan membawa lukisan sederhana dari biru

Demi Boyband

Oleh:
“GRB Tool” adalah salah satu boyband yang naik daun saat ini. Bahkan aku salah satu penggemarnya. Aku adalah seorang cowok. Tapi kenapa aku menyukai mereka? Apa aku seorang gei?

Tuhan Membawamu Kembali

Oleh:
Dentingan halus suara piano mengalun indah. Menggelayut semu di telinga, hati dan otak Mary. Seorang lelaki yang memakai seragam putih abu-abu, membiarkan jemarinya menari di atas piano putih itu.

Mempunyai Adik Baru

Oleh:
Hai namaku Nabilah Azahro, cukup panggil Aza saja. Aku bersekolah di Min Pelaihari. Pada hari Senin (Tanggal 20 juni 2016) pada jam 4 subuh terdengar suara orang menangis, pada

Lentera Cinta Suci

Oleh:
Asalamualaikum. cerita ini diambil dari kisah ku sendiri, kisah yang membuat ku akan mengerti arti cinta yang sesungguhnya. cerita ini berawal dari perkenalan ku dengan seorang laki laki yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *