Ketika Sang Juara Mulai Meredup

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 December 2018

Inilah kehidupan, kadang kita ada di atas kadang juga ada di titik di mana kita terpuruk dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Ya, inilah kisahku, seorang gadis yang baru tamat SMA dan masih bingung akan ke manakah aku setelah ini?.

Bukannya tidak mau meneruskan kuliah, tapi masalahnya rencana-rencanaku untuk masuk ke perguruan tinggi melenceng dari harapan. Bukannya aku bodoh, tapi mungkin Allah punya rencana lain. Selama SMA aku meraih ranking pertama setiap semesternya. Ini menambah beban di pundakku. Bagaimana tidak? Semua orang mungkin beranggapan bahwa aku melakukan hal-hal curang untuk mendapatkan posisi menjadi seorang juara. Anggapan itu dibuktikan dengan fakta bahwa aku tidak lulus masuk perguruan tinggi. Bukan hanya mendaftar pada satu perguruan tinggi saja melainkan 5 perguruan tinggi, mulai dari sekolah kedinasan hingga universitas swasta sudah kucoba. Tapi hasilnya nihil, pada saat itu aku mulai merasa putus asa.

Aku takut ketika harus melihat raut wajah orangtuaku yang kecewa karena anaknya belum bisa maju ke tahap yang lebih tinggi. Aku bahkan takut untuk memberitahu mereka. Bukannya menyalahi takdir yang Maha Kuasa tetapi aku menyalahkan diriku sendiri. Apakah selama ini aku sudah bekerja keras untuk menggapai impianku? Apakah aku tidak pantas untuk masuk perguruan tinggi? Apakah aku sebodoh itu hingga tak mampu masuk perguruan tinggi? Itu hal yang selalu aku tanyakan pada diriku sendiri.

Aku terkadang iri melihat teman-temanku yang sudah diterima di perguruan tinggi yang mereka impikan. Aku bahkan takut untuk datang ke acara keluarga ataupun acara ngumpul bareng teman. Kamu kuliah di mana? Itulah pertanyaan yang paling aku takuti. Aku bingung bagaimana aku harus menjawabnya, pertanyaan itu sangat sulit untuk dijawab dan pastinya menyakitiku.

Pada saat itu aku berada pada titik yang belum pernah aku pikirkan sebelumnya. Apakah aku harus menyerah untuk menggapai impianku? Tidak! Hati kecilku berkata untuk tidak menyerah. Banyak alasan yang membuatku untuk tetap semangat, masa depanku yang masih panjang, harapan orangtuaku yang ingin melihat anaknya sukses. Aku harus harus banyak belajar bersyukur kepada Allah karena telah mamberikanku cobaan seperti ini.

Kejadian ini melatihku untuk tetap kuat menjalani kehidupan ini. Mungkin suatu saat nanti akan ada cobaan yang lebih berat dan aku akan siap menghadapi itu. Pada akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah tahun depan dengan persiapan yang matang di tahun ini walaupun rasa takut untuk gagal masih menyelimuti diriku. Namun, aku harus tetap semangat untuk menggapai impianku.

Cerpen Karangan: Anggi Anggraeni
Twitter: @anggiang3

Cerpen Ketika Sang Juara Mulai Meredup merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Never Diet

Oleh:
Kutatap seorang pria yang baru kemarin bangkunya bersebelahan dengan bangkuku. Namun ia sama sekali tidak merespon dengan menatapku balik. “Rey… kamu tuh ya.. kapan dietnya? Makan nasi aja bisa

Agoraphobia

Oleh:
Ada seorang anak semata wayang dari keluarga kaya bernama Gwendy. Sejak lahir Gwendy mengidap penyakit cacat, sehingga kaki kanannya lebih panjang dibanding kaki kirinya. Awalnya ia tidak mempedulikan hal

Surat Kolong Meja

Oleh:
Pagi itu menjadi pagi yang tampak menyeramkan bagi Rani. Ya, murid kelas XI SMA Merah Putih itu terlambat masuk sekolah dan ini merupakan kali pertama Rani telat masuk sekolah.

Suka Duka Tetap Bersama Selamanya

Oleh:
Hari ini aku menjadi siswa di kelas 8 SMP. Aku senang sekali karena bisa naik ke kelas selanjutnya, mungkin berbeda nasib dengan mereka disana yang kurang beruntung. Di kelas

Aku, Sahabatku dan Cita Cita Kita

Oleh:
Saat ditanya tentang cita-cita, tidak setiap orang mampu menjawab dengan yakin. Mungkin kebanyakan dari mereka, menjawab dengan terpaksa. Karena tak mau dibilang manusia tak bercita-cita. Dari sejak kecil, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *