Khayalan Si Bungul (Guitar Love)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 November 2017

“Aaaaahhhh.. Kenapa aku harus menuruti cewek aneh itu” Keluhku yang sudah menunggu selama satu jam untuk audisi pemain gitar yang nantinya bakal duet dengan salah satu penyanyi papan atas yaitu Sella Indri.
Dengan perasaan terpaksa aku datang di audisi itu, aku duduk di waiting room sambil memegang gitar. Sedikit kesal karena lama banget nunggu nomorku dipanggil.

Karena sudah satu jam menunggu, Aku sudah berpikiran untuk pulang, Namun tak disangka ada orang yang mendekatiku. “Yoooooo bro, Kamu ikut audisi ini juga ya?”
“Iya.. Hehehe” Jawabku sambil melihat siapa yang menanyaiku, ternyata dia adalah orang bergaya anak punk dengan gitar listrik yang dibawanya.
“Hohohoho, Sama kita bro. Akan kutunjukan musik metal yang sesungguhnya. Dengan kecepatan tanganku, aku yakin aku bisa lolos audisi ini. Hahahaha” Katanya sambil memetik gitarnya seakan berada di konser
“Bisa mainkan pop gak?” Tanyaku
Dia mulai tersenyum dan entah kenapa kepercayaan dirinya meningkat “Musik pop? Untuk apa genre musik cengeng begitu, yang dibutuhkan brave, keberanian menggunakan nada-nada yang keras seperti musik punk”
“Ini kan audisi untuk penyanyi pop, bukan penyanyi metal, Gendrenya beda loh.” Mendengarkanku si anak punk itu seperti kehilangan semangatnya. Mungkin dia shock dengan jawabanku tadi.
“Nomor 30!” Begitu nomor urutk dipanggil, aku meninggalkan anak itu yang membatu karena frustasi.

Aku berjalan menuju ruang audisi dengan aura kemalasan di sekitar tubuhku, Aku terdiam sejenak di depan pintu, mengerakkan ganggang pintu dengan berat hati, Apakah tindakanku benar? Apakah akan ada hal yang merepotkan di dalam sana? Ntar main gitar terus pulang kan?. Begitu terus pertanyaan-pertanyaan di dalam otakku yang membuatku enggan mebuka pintu itu.
“Woi, cepat. Antrian masih panjang itu” Kata penjaga pintu yang berbadan besar, aku pun ketakutan dan mau tak mau masuk ke dalam.

Sebelum aku melanjutkan cerita ini, aku akan menceritakan asal mula kenapa aku ikut audisi itu. Perkenalkan namaku adalah Aditya Pratama. Umur 25 dan aku adalah pengangguran kelas atas. Tidak ada yang bisa mengalahkanku dalam hal kemalasan untuk beraktifitas. Tidur, makan, tidur, makan, nonton film di laptop, tidur lagi. Itulah pekerjaanku setiap harinya.

Namun suatu hari aku agak bosan dengan kebiasaanku dan pergi ke cafe di dekat rumahku untuk sekedar penyegaran sambil mendengarkan live musik dan susu coklat dingin kesukaanku. Begitu niatku.
Pandanganku yang sedari tadi selalu menghadap luar jendela, Sedikit teralihkan dengan lagu yang dibawakan oleh band yang ada di sana “Oh, Ini kan lagu korea? Stalkernya 10cm. Keren juga. cewek lagi yang bawakan. gokil”

Musik yang begitu sad, dengan penjiwaan yang luar biasa, setetes air mata pun keluar dari mataku. Penyanyi itu pasti ingin menyampaikan perasaannya lewat lagu, lagu itu menceritakan tentang cinta seseorang yang hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Ternyata bener kata orang kalau lewat musik kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.

Namun selang beberapa menit setelah lagu itu, aku merasakan ada seseorang datang, aku merespon kedatangannya, namun aku langsung memalingkan wajahku ke bawah.
“Ce.. Ce.. Cewek Cantiiiikkk!!!!” Jeritan hati jombloku mulai berteriak melihat cewek cantik duduk tepat di depanku.
“Dia vokalis yang tadi kan? Kenapa dia duduk di sini? Jangan-jangan dia terpana dengan kegantenganku? Pastinya ya kan?” Pertanyaan aneh menguasai otakku, Cewek itu menepuk pundakku dan pertanyaan itu hilang seketika.

“Mas, Bisa main gitar kan?” Katanya dengan senyum yang manis itu, Tapi dari mana dia tau aku bisa main gitar? Padahal orang-orang kan gak ada yang tau. Esper kah orang ini?
“Iya, Sedikit” Jawabku
“Tolong, Gantiin gitaris kami dong bentar. Dia lagi ada urusan” Dengan nada memohon
“Eh, Anu, Maaf aku ada janji dengan teman, aku mau pergi nih.. daaaahh” Kataku mengambil tasku lalu beranjak dari tempat dudukku. Namun sesuatu yang diluar dugaan terjadi dia, menangkap bahuku. lalu mendekatkan bibirnya ke telingaku.
“Gitaris terbaik pentas seni SMA 6 Palembang, Berangkat ke jakarta setelah lulus sekolah lalu menginap di salah satu rumah ayahmu di jakarta. Berniat untuk mengasah kemampuan gitarnya supaya menjadi gitaris terkenal, tapi selalu gagal saat audisi. Kegagalan membuatmu menjadi orang yang malas keluar rumah dan membuatmu menjadi orang yang paling gak berguna di dunia. Namun kamu selalu bilang kepada teman-teman SMAmu kalau kamu udah jadi gitaris salah satu band di jakarta. Wah.. Hebat ya.. Bagaimana ya kalau aku sebarkan fotomu saat ini ke teman-teman SMAmu. Oooh.. Kalau gak orangtuamu aja ya? Pasti mereka bakal shock banget ya kan?” Bisiknya dengan kejam walau diselimuti dengan senyumannya yang menipu.
“Da.. Da.. Da.. Dari mana kamu tau?” Kataku gemeteran karena kata-kata yang di bisikannya itu adalah kebenaran.
“Dari mana ya? Rahasia dong. Tapi nanti bakal kasih ku kasih tau siapa aku. Ayo sekarang main gitar dulu ya” Cewek itu pun melepas tangannya dari bahu, lalu berjalan ke panggung dengan bersiul-siul. Aku pun terpaksa mengikuti kemauan cewek itu dan naik ke atas panggung.

“Nyanyi lagu apa?” Tanyaku sambil menyetem gitar
“Lagu anji dia, Oia pake intro ya, Jadi enak masuknya”

Aku pun mulai memainkan gitarku, entah kenapa saat petikan pertama, perasaanku berbeda daripada yang sebelumnya. Perasaan nyaman, Itu yang kurasakan. Jari-jari di tangan kiriku pun menari dengan senangnya seakan mendapatkan sesuatu yang dicarinya. Jari di tangan kananku seakan bermain sentil-sentilan dengan ke enam senar gitarku. Apakah karena dia yang menyanyikannya? Faktor dia?

Setelah lagu itu selesai, tepuk riuh penonton terdengar jelas di telingaku, Luar biasa rasa, seakan sedang konser tunggal, Entah kenapa hatiku merasa lega, bebanku seakan berkurang sedikit.
Lagi-lagi cewek itu menangkap tanganku, lalu menyeretku ke meja sebelumnya. Dia pun mengambil selembar kertas. Kertas itu adalah pamplet audisi gitaris, yang nantinya bakal duet dengan Sella Indri.

“Ini apa?” Kataku
“Ikut ini yah?”
“Aku pass deh, Aku berniat berhenti bermusik, Mau gimana lagi? Kalau aku ikut audisi ini, aku pasti bakal gagal. Maaf ya.” Kataku sambil bersiap untuk pulang
“Aku bakal sebarin fotomu sekarang kalau kamu gak ikut?” Ancam dia
“Terserah maumu apa. Aku gak peduli. Pokoknya aku gak ikut” Kataku sambil berdiri dari tempat duduk. lalu sesaat ingin meninggalkan dia dengan pelannya aku berkata “Aku gak mau gagal untuk kesekian kalinya”
Dan lagi-lagi di saat aku perjalanan pulang, cewek itu meneriakiku agar aku menghentikan langkahku. Tapi aku malah mempercepat langkahku, Cewek itu pun berlari

“Aku bilang tunggu!!!!” Dia menendang punggungku yang membuat aku terjatuh.
“Sudah kubilang kan aku gak mau ikut, kenapa sih kamu itu batu banget. Aku itu gak punya bakat main gitar”
“Bakat itu gak ada, yang ada cuma pekerja keras, berusaha melebihi batas kemampuannya untuk mencapai sesuatu. Aku tau kerja keras kamu selama ini. Jadi jangan nyerah dengan mudah dong” Teriaknya
“Kamu tau apa tentang aku hah? Kita baru ketemu sejam yang lalu, jangan sok tau tentang aku. Berkali-kali aku bertanya kenapa aku selalu gagal dan aku selalu mendapat jawaban yang sama kalau aku adalah pencundang” Teriakku lebih keras darinya
“Aku tau kamu, lebih dari siapapun” Katanya dengan sangat pelan, Lalu dia mengeraskan suaranya kembali “Ingat kembali niatan awalmu kenapa kamu ingin bermain gitar, kamu pasti akan mendapatkan jawabannya. Aku yakin nantinya nada-nada yang keluar di setiap petikan gitarmu akan menjawab semua pertanyaanmu. Jika kamu mau tau siapa aku, datang ke audisi itu” Cewek itu pun pergi Sedikit kesal dengan cewek itu dan terpaksa mengikuti audisi yang dilaksanan 3 hari setelah kejadian itu.

Pintu audisi kubuka dan ternyata 3 orang duduk di depanku. Dan salah satunya adalah cewek itu, yang mengejutkan identitas cewek itu adalah Sella Indri. Rasanya aku pengen mukul itu cewek saat bertatapan. Namun cewek itu menjulurkan lidahnya lalu memutar-mutarkan sebuah gantungan kunci berbentuk gitar.

Aku pun teringat saat 5 SD aku berjanji pada seorang bernama iin. Iin berniat saat besar nanti dia ingin menjadi penyanyi, dan aku pun berkata padanya kalau aku akan menjadi pemain gitar supaya bisa mengiringinya saat bernyanyi nanti. Janji itu kami simbolkan dengan bertukar gantungan kunci berbentuk mic untukku dan gitar untuk iin.

“Ternyata kamu” Kataku sambil tersenyum

END

Cerpen Karangan: Nur Ubay
Facebook: Hokage Ubay Varuna
Penulis: Nur Ubay
Tempat/Tanggal Lahir: Samarinda, 5 Agustus 1991
Hobi: Nonton Anime
Email: Hokageubay[-at-]gmail.com
CP: 085250200879
Saya adalah penulis amatir yang selalu berkhayal kalau cerita yang ku buat akan jadi kenyataan dan aku menjadi tokoh utama dari cerita tersebut. hehehe. Walaupun sebenarnya gak bisa sih tapi tidak ada salahnya untuk berkhayal

Cerpen Khayalan Si Bungul (Guitar Love) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diam Diam Suka

Oleh:
Namaku Angela Garavani S. Aku akrab dipanggil Angel. Ceritaku ini berawal dari aku duduk di bangku SMP. Aku sekolah di SMPN 1 CIKARANG UTARA. Aku mempunyai 2 sahabat yang

Bersaing Di Piala Walikota

Oleh:
Pagi itu aku bangun dikala adzan subuh berkumandang. Hal yang selalu aku lakukan tiap bangun tidur adalah minum segelas air yang segar. Bagiku meminum air itu selalu membuat pikiranku

Zea dan Persahabatan

Oleh:
Pagi ini Zidan bermaksud menyapa Zea. Sekaligus mengucapkan selamat atas juara dua yang diraih Zea pada lomba melukis kemarin. Tapi yang disapa malah memasang wajah jengkel, dan secepat kilat

Love With Ranika

Oleh:
Aku ian, tinggal sederhana dengan sekolah berbasic pertanian di kota ternama di indonesia. Aku baru saja dipindah sekolahkan karena alasan keuangan yang tidak memungkinkan. Pada hari pertama ini menjadi

Indahnya Mencintai Diam Diam

Oleh:
Senyumnya, tatapan mata teduhnya membuat jantung shila berdetak lebih kencang. Mengingat kejadian 2 hari 1 malamnya (persami) perkemahan sabtu-minggu. “hai shila” Sapa alice, membangunkan shila dari bayang-bayang wajah seorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *