Kita Pasti Bisa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 May 2017

Namanya Rifa, ia adalah seorang gadis pintar, cantik dan pendiam, ia duduk di kelas 1 SMA Harapan Bangsa. Walaupun ia cenderung pendiam tapi bukan berarti ia tak punya teman. Ia mempunyai 4 teman, dan masing-masing punya sifat yang berbeda pastinya. Temannya itu namanya Fajri, Risya, Nefa dan Rasti

Yang pertama Fajri ia adalah anak yang sangat serius dalam belajar, ia adalah anak yang tak mudah putus asa, cita-citanya adalah bisa melanjutkan kuliah di luar negeri. Yang kedua Risya, berperawakan tinggi, putih dan imut. Risya adalah teman Rifa yang paling cerewet, tapi ia termasuk anak yang kocak dan periang, walaupun ia tak begitu pintar, tapi tetap semangat dan percaya diri, prinsipnya bisa atau tidak bisa yang penting berani dulu. Beda lagi dengan Nefa ia anak tomboy, ia sangat jago main basket dan sepak bola bahkan anak laki-laki saja kalah saat bertanding dengannya. Lain lagi dengan Rasti, ia paling suka membaca buku terutama tentang cinta, ia juga pandai membuat puisi tentang cinta, banyak anak laki-laki atau perempuan yang memintanya untuk membuatkan puisi, karena puisi Rasti terkenal jitu jika untuk menembak seseorang, cita-citanya yaitu jadi puitis terkenal.
Keempat teman ini sudah mengetahui bakatnya masing-masing. Tapi mereka belum mengetahui apa bakat Rifa sebenarnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengajarkan kelebihan mereka, mungkin dari situ mereka mengetahui bakat Rifa.

Yang pertama Fajri ia mengajarkan kepada Rifa tentang cara jitu untuk merangkum pelajaran dengan cepat, tapi usahanya gagal, karena ternyata Rifa tak bisa melakukannya. Kemudian giliran Risya ia mengajarkan Rifa agar bisa percaya diri di depan banyak orang tapi hasilnya nihil. Sebenarnya Rifa sudah mengetahui apa bakatnya hanya aaja ia malu untuk menunjukkannya.

Tak terasa bel masuk berbunyi semua murid masuk ke kelas l, tak berapa lama bu Ida guru kesenian masuk ia memberitahu kepada muridnya bahwa akan ada lomba antar sekolah kategori lomba terdiri dari lomba baca puisi cerdas cermat dan lomba menggambar kaligrafi, kemudian bu Ida pun menulis siapa saja yang akan ikut lomba.
1. Rasti: baca puisi
2. Fajri: cerdas cermat
3. Rifa: menggambar kaligrafi

“Apa…? aku ikut lomba kaligrafi? bu mungkin ibu salah tulis” protes Rifa. “Tidak ibu tidak salah tulis ibu memang ingin memilih kamu, ibu percaya, kamu bisa kan Rifa?” kata bu Ida “t..tapi bu aku…” “sstt… Jangan bilang kamu tidak bisa jika kamu belum mencobanya” potong bu Ida. “Baik bu…” pasrah Rifa. “Tenang kita bakal bantuin kamu kok, tenang aja oke” hibur Risya.

Hari perlombaan pun tiba para siswa dari berbagai swkolah sedang mempersiapkan diri. Rasti pun sudah mempersiapkan dengan matang karena ia tak ingin membuat bu Ida kecewa.
“Duuhh… kok jadi gugup ya…” kata Rasti “iya… aku jadi takut nih…” lanjut Fajri. “tenang kita pasti bisa, kalau kalian ragu sekarang taruh tangan kalian di atas tanganku lalu kita berteriak KITA PASTI BISA faham” kata Rifa Temannya hanya mengangguk dan menuruti perkataan Rifa kemudian mereka berteriak “KITA PASTI BISA”.
Berkat ide Rifa itu akhirnya mereka biaa lebih percaya diri termasuk Rifa.

Dari perlombaan itu mereka dapat mengharumkan nama sekolah, karena mereka semua pulang dengan membawa piala kemenangan, kini nama Rifa sudah tidak dianggap sebagai anak pendiam dan penakut tetapi dijuluki si anak pemberani dan kreatif

Cerpen Karangan: Asriyati Sarifah Fajrina
Facebook: Asriyati Sarifah

Cerpen Kita Pasti Bisa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Makna Dibalik Selembar Daun

Oleh:
Siang itu, Raskia terlihat sebal. Ia melangkahkan kakinya menuju rumah yang jaraknya tak jauh dari sekolah. Didampingi sahabat baiknya Tasya, Raskia bejalan terngopoh-ngopoh dengan wajah cemberut. “Untuk apa sih,

Tak Disangka

Oleh:
Namaku Felicia. Teman-temanku biasa memanggilku Feli. Aku duduk di bangku SMA kelas 10, atau kelas X. Aku juga sangat menyukai musik sejak aku kecil. Hobiku adalah bermain musik dan

Won’t Stop

Oleh:
Aku meremas kesal buku tulisku. Tak kupedulikan isi dan sampulnya yang lecek. Seluruh tubuhku terus terpaku pada sebuah artikel yang dipajang di mading. Kertas artikel yang menjadi headline itu

Story of My Love

Oleh:
Gua Irfan biasanya teman teman gua manggil gua Ipan ada juga sih yang manggil gua endud karena badan gua emang besar. Cerita gaje dan enggak penting ini bermula saat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *