Mimpi Berto

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 January 2017

Pada Suatu malam di sebuah kampung terpencil di ujung timur Indonesia, hiduplah seorang anak kecil yang bercita-cita menjadi seorang pemain sepakbola. Ia adalah Berto, remaja muda yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dan setiap hari ia selalu membantu kedua orangtuanya mencari nafkah demi sesuap nasi untuk keluarganya.

Berto adalah anak bungsu dari 3 bersudara, disaat seharusnya masa mudanya dipakai untuk bermain dan bersenang-senang, berbeda dengan ia yang selalu membantu kedua orangtuanya tanpa mengenal waktu.

Hobbynya hanya satu, yaitu sepakbola. Jika ada waktu kosong, ia selalu menyempatkan waktunya untuk melatih kemampuannya bermain bola. Bahkan, saat akan tertidur ia selalu berharap dapat mengenakan seragam merah putih berlambang burung garuda di dada. Sebenarnya, dalam hal olahraga terutama sepakbola, ia selalu ikut kejuaraan di kampungnya, dan tak heran ia selalu mendapatkan gelar juara bersama teman-temannya.

Saat ini usianya sudah menginjak angka 18, kehidupan keluarganya pun juga mulai membaik, meski membaik tetapi berto dan keluarganya tetap rendah hati dan tidak pernah menyombongkan apa yang mereka punya sekarang. Setelah, melalui situasi yang sulit seperti hanya sekolah dengan memakai sandal dan alat sekolah seadanya, sekarang berto dengan mendapat beasiswa ke Jakarta berubah menjadi mahasiswa yang mulai dikenal orang.

Saat di Jakarta, Berto mempunyai 2 sahabat yang baik yaitu Ucok, dan Kadek. Mereka semua sangat dekat dan seperti keluarga, walaupun mereka semua berasal dari daerah yang berbeda. Dalam hal sepakbola, mereka bertiga tidak perlu diragukan lagi, karena saat ini mereka menjadi andalan tim sepakbola kampusnya untuk beberapa ajang bergengsi di indonesia. Gelar pemain terbaik, hingga top scorer pun pernah mereka bertiga dapat secara bergantian.

Namun, ternyata kebersamaan mereka hanya hingga itu saja. 1 bulan setelah Berto mendapat gelar top scorer, ia mendapat kabar yang kurang mengenakan tentang keluarganya. Ayahnya meninggal karena sakit, sedangkan ibunya sakit parah. Berto sedih, hingga ia meneteskan air mata. Ia segera balik ke kampungnya, dan berjanji dengan Ucok dan Kadek untuk suatu saat ia akan kembali lagi.

Saat di kampung
Setelah sampai di kampung, ia melihat di rumah sudah banyak orang yang menunggu kedatangannya. Nampaknya ia belum terlambat untuk melihat jenazah ayahnya untuk yang terakhir kali. lalu saat ia sudah mulai tidak sedih, kakaknya memberikan sebuah surat dari ayahnya yang berisi:

“Berto anakku sayang, saat ini kau sudah berada di jauh sana nak. Keinginanmu untuk melihat kota dan bermain di sana sudah terwujud sekarang. Jadilah pemenang bukan seorang pecundang, mimpimu masih banyak dan jalanmu masih panjang. Walaupun kita berada di tempat yang berbeda, tapi ayah disini selalu mendoakanmu yang terbaik, agar suatu saat engkau menjadi orang yang lebih berguna bagi keluarga, teman, bangsa dan negaramu.”
Begitulah sekilas isi surat yang ditulis oleh sang ayah, sedih memang tapi ia selalu mencoba bangkit setiap ia melihat isi surat itu. Hari demi hari berganti, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti tahun. Berto harus kembali ke Jakarta untuk menepati janjinya kepada kedua orang temannya.

Setelah lama tak bertemu, akhirnya ia bisa bertemu dengan mereka, dan tak lupa ternyata Ucok, dan Kadek memberikan Berto sebuah hadiah yaitu pendaftaran seleksi sepkbola untuk masuk di tim inti klub PERSIG. Dengan modal yang minim, persiapan yang ada akhirnya Berto bersedia mengikuti seleksi itu.

Setelah 2 minggu selesai, akhirnya pengumuman dibacakan, Berto akhirnya mampu menembus lolos seleksi tim utama Persig. Banyak sekali cerita saat ia masih berseragam persig, mulai seringkali menelan kekalahan, hingga tidak digaji oleh timnya.

Namun, seiring dengan keinginannya, akhirnya Berto berjuang bangkit dan mencoba berjuang untuk tetap menggapai mimpinya, yakni berseragam merah putih berlambang burung garuda di dada. Terlepas dari banyaknya masalah yang ia hadapi, Berto selalu bersyukur bahwa ia bisa bermain bola dan bekerja di ibukota, tetapi nasib siapa yang tahu, hingga ia mendapat tawaran untuk mengikuti seleksi di timnas Indonesia.

Tentu saja kesempatan itu takkan ia lepaskan begitu saja, ia selalu berdoa dan bekerja keras untuk bermain maksimal saat mengikuti seleksi. Dan tak disangka, kerja kerasnya berbuahkan hasil, ia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bermain di timnas nasional, dan membawa sang merah putih berkata banyak di asean, bahkan hingga asia.

Cerpen Karangan: Rendy Andika
Blog: rendyandk96.forumpenulis.com
orang biasa yang hobby menulis. jangan lupa add yak
ig : rendyandk
twitter: rendyandk96

Cerpen Mimpi Berto merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Momen Malam Tahun Baru

Oleh:
31 Desember 2014 Seperti tahun kemarin aku selalu membawa handphone di setiap aku pergi. Karena ini malam dimana akan ada pergantian tahun biasanya teman-temanku akan memenuhi Berandaku dengan kata-kata

Ini Bukan Akhir

Oleh:
Yura adalah cewek yang punya sedikit kebiasaan di luar cewek lainnya. Yura bisa dibilang termasuk tipe cewek bandel dan agak sedikit usil. Nama lengkapnya Yura Monique. Dia sekarang SMA,

Semua Kerena-Nya

Oleh:
Tahun ini adalah tahun yang menyedihkan bagi icha, karena dia harus kehilangan kedua orang tuanya saat kecelakaan maut, saat itu icha sedang mengikuti acara pepisahan di sekolahnya, akhirnya diapun

Setans Holiday

Oleh:
Besok hari gue dan geng ggs gue atau ganteng ganteng setan bakalan jalan-jalan di sekitar pontianak buat isi waktu kosong kita, lumayan tugas sama kerjaan dari bapak dan ibu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *