Niat Tak Kan Terkhianat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 March 2019

Bryna Kirana, biasa dipanggil Kirana atau Rara. Cewek smart berambut ikal yang selalu ceria. Ia memiliki seorang sahabat yang telah ia kenal sejak SMP bernama Pratama atau biasa dipanggil Tama. Ketika SMP Tama tergolong cowok yang sederhana, cuek, namun masa bodoh dengan pelajarannya.

Tiba saatnya memasuki masa SMA. Walau Rara dan Tama tak satu sekolah lagi, mereka tetap menjalin komunikasi via SMS atau Sosmed. Namun belakangan ini, mereka tak saling memberi kabar. Entah Rara yang sibuk atau Tama yang sok sibuk.

Suatu ketika di sore hari, secara tak sengaja Rara dan Tama bertemu di sebuah toko buku.
“Eh Tama! Kamu kemana aja selama ini kok gaada kabar?” ucap Rara menepuk pundak Tama.
Tama terkejut melihat adanya Rara
“Hai Ra! Maaf ya, selama masuk SMA ini aku sibuk, jadi gak sempat kasih kabar kamu.”
“Halahhh… sok sibuk kamu, palingan sibuk main game online atau main PES kan..” Ejek Rara.
“Ya gak lah, aku sibuk soalnya diberi tanggungjawab oleh Bu Dewi untuk ikut lomba Cagar Budaya tingkat Kabupaten. Padahal kamu tahu sendiri kan ini bukan keahlianku. Aku aja ke toko ini disuruh nyari buku referensi tentang Budaya sekitar. Huffttt!! Malesinn, pusing deeehh.” Jawab Tama menghela nafas kesal.
(Bu Dewi adalah guru yang mengajar sejarah di sekolah Tama)
“Ha? Gak salah? Hahahaha!!!” Ejek Rara menertawakan Tama.
“Iya Ra, mana ibu sudah benar-benar berpesan supaya aku dapat memenangkan lomba ini biar beasiswaku diperpanjang” Jawab Tama dengan muka lesu.
“Ya kamu semangattt lah Tam! Ini kesempatan emas buat kamu.” Ucap Rara memberi semangat.
“Tapi Ra, aku tu gak suka kalau lomba dipaksa gini” Elak Tama.
“Yaudah terserah kamu aja Tam. Aku duluan ya.” Rara berjalan meninggalkan Tama.

Di hari Kamis setelah pulang sekolah, Bu Dewi memanggil Tama untuk menemuinya di kantor guru.
“Pokoknya Ibu gak mau tahu, ini udah jadi tanggungjawab kamu Tama. Kamu harus bisa memenangkan lomba ini” Tegas Bu Dewi.
“Tapi Bu, saya tidak suka dikekang seperti ini. Lagipula lomba ini kan bukan dari keahlian saya.” Bantah Tama.
“Tam kamu pasti bisa memenangkan lomba ini, Ibu yakin sekali.”
“Tapi Bu, saya juga masih ada tugas lain yang harus saya prioritaskan.”
“Gausah tapi-tapian! Atau kalau tidak beasiswa kamu saya cabut dan saya skors karena kamu lari dari tanggungjawab lomba ini.”
“Yaudah, saya usahakan.”

Sesampainya di rumah, HP Tama bergetar tanda adanya SMS dan ternyata itu pesan dari Rara yang menanyakan tentang lomba Cagar Budayanya. Serta Rara menyampaikan kata motivasi untuk tama yang berbunyi:
“Tam, kamu harus semangat. Kalau kamu niat dan berusaha, maka hasil tidak akan mengkhianati usahamu. Lagipula kasian ibumu jika beasiswamu dicabut. Apa iya kamu gak sekolah? Ayolah Tam semangat dan berdoalah maka kamu akan dimudahkan Allah, pasti!”

Namun Tama merasa kesal dengan Rara yang ia rasa sama saja seperti ibu dan guru sejarahnya.

Suatu hari dipertengahan malam, Tama terbangun dari mimpi buruknya dan tiba-tiba ia terbayang perkataan Rara. Tama sadar bahwa apa yang dikatakan Rara ada benarnya dan ia tidak mau menambah beban ibunya.

Akhirnya Tama bertekad mengumpulkan niatnya untuk mengikuti lomba itu. Hari demi hari Tama mempersiapkan materi lomba dengan matang. Ia sampai rela keluar malam-malam demi mencetak atau fotokopi data yang akan digunakan lomba walau hari itu hujan deras.

Dan tiba saatnya perlombaan dimulai. Tama gugup karena ia merasa bahwa ia tidak lebih mahir berpresentasi dibanding siswa dari sekolah lain. Tetapi Tama percaya dan yakin bahwa Allah akan selalu memberi kemudahan untuknya. Dan ternyata perjuangan Tama tidak nihil begitu saja, Tama mendapat juara 1 Lomba Cagar Budaya tingkat Kabupaten tersebut. Tidak sia-sia usaha dan apa yang ia lakukan selama ini.

Ibu Tama dan Bu Dewi sangat senang dan bangga kepadanya. Sembari memeluk Tama, Ibu Tama berkata bahwa “suatu hal yang positif jika kita mengerjakannya dengan tulus dan ikhlas serta tidak lupa berdoa maka hasilnya tidak akan sia-sia.” Ia juga teringat perkataan Rara bahwa “sesuatu yang didasari dengan niat maka hasil tidak akan mengkhianatinya.”

SELESAI

Cerpen Karangan: Sheryl Aristya Kirana
Blog: Kumpulancerpenkirana.blogspot.co.id
Hai aku Sheryl. Dalam hal menulis masih newbie bagiku, tp semoga karyaku banyak yg suka 🙂 Enjoy it!
Email: sherylaristya[-at-]gmail.com
Instagram: @sherylkirana
Web: kumpulancerpenkirana.blogspot.co.id

Cerpen Niat Tak Kan Terkhianat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu Ingin Bersamanya

Oleh:
Namaku Rian Febryansyah, aku bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Hari itu, hari pertamaku masuk sekolah lagi. Sekarang aku duduk di kelas VIII yaitu VIII D. Aku tak sabaran melihat

Steps to Get Your Heart (Part 1)

Oleh:
Soni POV Cuek Jutek Dingin Apalagi yang harus aku jabarkan tentang dia. Sudah cuek, jutek, dingin pula. Tapi entah kenapa aku menyukainya, yaaa… Menyukainya, antara lelaki dan perempuan? Seperti

Janji Hujan

Oleh:
Sore menjelang, hampir memuncak menjadi senja. Hujan menetes dari langit-langit cakrawala tanpa henti-hentinya. Sepatu beserta seragamku sudah basah dibuatnya, tak dapat menghindar dari serangan ganas percikan air hujan. Sudah

The Quirky Life Of Beang

Oleh:
Namaku Beang. Tadinya aku suka namaku. Lalu secara kebetulan kemarin aku nonton sebuah anime. Di dalamnya ada karakter Lalat bermuka penguin yang suka makan kotoran. Mungkin karenanya akhir-akhir ini

Cuplikan Masa Lalu

Oleh:
Mataku terlalu asik mengikuti sebuah bola merah yang dikejar kejar 10 orang anak SMA yang wajahnya penuh keringat. Mereka sangat bergembira berlari dari sudut lapangan ke sudut lain. Sore

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *