Pembuktian Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 18 October 2016

Senja adalah seorang gadis yang bertubuh mungil, berkulit hitam, dan selalu berpenampilan kumel. Pantas saja, ia adalah anak seorang pemulung yang tak punya apa-apa, rumahnya pun berada di kolong jembatan. Namun ia masih beruntung karana bisa bersekolah di SMP favorit di kotanya berkat beasiswa. Maklum saja, meskipun ia anak orang tidak mampu, tapi ia sangat rajin dan cerdas

Seperti biasa, setiap ia masuk ke kelas, teman-temannya selalu menatapnya tajam seakan-akan tak suka dengan kehadiran senja. Hampir setiap hari senja dibully namun ia tetap sabar. Tak ada seorangpun yang mau berteman dengannya. Ia merasa sedih dan kesepian namun, ia sadar bahwa tuhan akan selalu bersamanya.

Suatu hari di sekolah ada pengumuman tentang diadakannya lomba mengarang antar sekolah seindonesia. Ia berminat untuk mengikutinya namun ia masih harus mencari informasi apakah pendaftarannya membutuhkan biaya atau tidak.

Jam pelajaran dimulai. Guru pengajar kelasnya tak hadir hari ini, ia memutuskan untuk membaca buku tebal pinjamannya dari perpustakaan. Tiba-tiba, plakkk, ada seseorang yang menggebrak mejanya dan bertanya “nja, kamu mau ikut lomba mengarang itu?”
“iya.” jawab senja
“nja nja. Jangan mimpi deh lo. Mana mungkin anak pemulung kaya lo bisa menang ikut lomba gituan. Di rumah lo gak ada kaca ya. Lo tau kan lomba ini buat murid-murid yang pastinya pinter-pinter, penampilannya rapi. Nah lo? Lo kan Cuma anak pemulung yang tiap hari hidup sama sampah. Wlek. Hii” kata jane salah seorang teman sekelasnya yang sangat jijik kepada senja.
Senja hanya memandangnya sebentar dan kembali melanjutkan bacaanya. Ia tak menghiraukan perkataan jane tadi. Ia tetap percaya bahwa ia tak serendah yang teman temannya pikirkan.

Kata kata jane tadi masih terngiang di telinga senja. Ia menceritakan itu semua pada ibunya. Ia menceritakan pada ibunya tentang apa yang dikatakan jane kepadanya tadi. Ibunya yang lembut memberikan motivasi padanya dan menguatkannya. “ibu yakin kamu pasti bisa nak. Jangan khawatir, ibu selalu mendukung kamu. Kamu harus bisa membuktikan pada mereka bahwa kamu nggak seperti apa yang mereka bilang. Kamu nggak serendah apa yang mereka bilang. Kamu anak yang baik nak. Ibu yain kamu bisa.” Kata ibu senja. Setelah mendapat motivasi dari ibunya, senja mulai bangkit dan yakin bahwa ia bisa.

Keesokan harinya senja dipanggil untuk mengahadap kepala seolah untuk dimintai data-data persyaratan mengikuti lomba itu. “senja besok kamu datang pagi-pagi ya. Nggak boleh terlambat. Bapak doakan kamu juara”. Kata pak karni yang juga merupakan guru yang paling baik terhadap senja.

Senja kembali ke kelasnya. Seperti biasa tatapan sinis teman-temannya menyerbu kembali. Namun, senja tak menghiraukan itu semua. Ia sudah terbiasa dengan itu semua. Yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana agar ia bisa memenangkan lomba mengarang itu.

Hari yang ditunggu telah tiba. Kini ia sudah mengemas semua perlengkapan yang dibutuhkan dalam lomba mengarang. Setelah semua siap, ayah dan ibunya mengantarkannya ke sekolah. Saat sampai di gerbang sekolah ibunya berpesan “nak kamu pasti bisa. Tunjukkan pada teman-temanmu nak.”
“iya bu pak. Doakan senja ya.” kata senja
“senja ayo berangkat.” Kata salah satu guru pembina.
Akhirnya mobil pengangkut rombongan peserta lomba mengarang dari sekolahnya berangkat sedikit demi sedikit terlihat semakin jauh dari gerbang sekolahnya.

2 jam berlalu. Kini senja dan peserta lain telah menyelesaikan lomba mengarangnya. Saat ini semua peserta merasa tegang karena pembacaan pemenang lomba ini akan segera dilaksanakan. Dag dig dug hati senja. Sekilas ia merasa tak mungkin menjadi juara namun setelah mengingat pesan ibunya ia membalikkan perasaan pesimisnya menjadi optimis. Dan akhirnya “Juara 1 lomba mengarang tingkat SMP seIndonesia diraih oleh … SITI SENJANI.” Pembawa acara menyebut nama senja. Senja kaget dan tak percaya. Ia masih bingung apakah benar yang disebut tadi namanya? Dan ternyata benar. Senja menjadi pemenang dalam lomba mengarang itu. Ia membwa pulang piala, piagam, serta uang yang tak sedikit jumlahnya. Ia sangat senang.

“pak bu senja pulag. Lihat apa yang senja bawa.” Teriak senja saat tiba di rumah gubuknya.
“waah.. anak ibu juara. Ibu bangga sama kamu.” Kata ibunya sambil memeluk senja
“bapak bangga sama kamu nak.” Kata bapaknya

Keesokan harinya senja berangkat sekolah dengan wajah riang. Teman-teman sekelasnya yang biasanya menatap sinis pun kini berubah. Mereka memberi senyum manis kepada sang juara itu.
“senja selamat ya. Maaf dulu aku pernah ngejek kamu. Sekarang kita turut bangga.” Kata jane yang dulu pernah mengejek senja.
“iya jane. Nggak papa kok” kata senja

Kini senja menjadi siswa yang popular di sekolahnya. Teman-teman yang semula mengejeknya kini berubah menjadi sangat senang padanya.

Cerpen Karangan: Yulia Rohmawati
Facebook: Yulia Rohmawati
namaku yulia rohmawati
aku kelas 10
fb ku yulia rohmawati
ask.fm @Yuels_
ig @yulia_rhmwti

Cerpen Pembuktian Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Field Trip Seru

Oleh:
“Assalamualaikum anak anak…” terdengar salam tegas yang membuat kelas yang tadinya ricuh menjadi sunyi “Waalaikum salam bu…” terlihat ada Bu Susi yang berada di pintu, Bu Susi itu termasuk

Banjir Melanda Kampungku

Oleh:
Indah adalah saudara sepupu Dimas. ia tinggal di kampung dekat pantai. jarak antara rumahnya dengan laut hanya sekitar satu kilometer. daerah ini rawan banjir. selain banjir karena hujan, kampung

Tak Selamanya Bahagia

Oleh:
Gia adalah seorang anak dari pebisnis terkenal yang kaya raya. Teman temannya selalu iri kepadanya. Ia memiliki segalanya, tas mewah, jam mewah dan apapun yang dia inginkan pasti terwujud.

Ojek Payung Merah

Oleh:
Di sebuah Desa tinggallah seorang Anak yang bernama Alia. Dia anak yatim piatu. Ayah meninggal karena kecelakaan dan Ibunya meninggal karena sakit-sakitan. Dulu, Alia tinggal bersama neneknya. Tiba-tiba neneknya

Deadly Murders (The School Is No Longer Safe)

Oleh:
Sekolah 26 adalah sekolah terbaik di kota ini. Tapi siapa sangka, ada pembunuhan mengerikan. Seorang murid Rusia dibunuh. Namanya Igor Dolohov. Detektif James, detektif berpengalaman, datang ke sana. Sebetulnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *