Penggemar Rahasia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 24 April 2013

“Go Rifa.. go Rifa go! Ayoo.. semangat!” para pendukung Rifa terus menyemangati Rifa. Sebentar lagi, Rifa akan tampil di acara Pentas Seni. Deg deg.. jantung Rifa terus berdebar. Nomor peserta Rifa, adalah 25. sedangkan peserta yang sekarang tampil adalah peserta dengan no urut 24. Berarti, setelah ini Rifa ajan tampil.

“Hua… argh.. aku sih belum siap! gimana yaa?” ucap Rifa sambil mondar-mandir diruang belakang panggung. “Bismillahirrahmanirrahim.. semoga bisa” do’a Rifa. “Rifa.. ayo, sebentar lagi nama kamu! ayo, geladi resik!” perintah Bu Narisa, panitia pentas seni. “I..iy.. iya. de..deh.. b..bb..bu” jawab Rifa tergagap. Dengan gontai, Rifa menuju ruang serbaguna Disana, suasana sangat sepi. Yang ada, hanya Rifa dan Bu Syahla. “Rifa, kuncinya yang tenang ya! coba rilex aja. Tarik nafas…” kata Bu Syahla. “Oke.. hufh..” Rifa menghela nafas. “Yup.. sekarang, waktunya geladi resik!” ucap Bu Syahla. Rifa hanya mengangguk. “Satu… dua.. tiga.. Mulai” Bu Syahla memberi aba-aba. Rifa pun segera beraksi. Rifa menampilkan drama, menyanyi, dan mendongeng. Tak terasa, waktu hampir habis. Tepat pada saat Rifa dipanggil, Rifa selesai melakukan geladi resik.

Sreet.. sret… dengan cepat, Rifa berlari secepat yang dia mampu. “Haah.. akhirnya” kata Rifa dengan nafas yang terengah-engah. “Yups.. sekarang.. kita panggilkan, nomor urut peserta no 25. Atas Nama, Arifa Fithriah Ramadhani” seru Mc melewati pengeras suara. Dengan anggun, Rifa menaikki panggung. Begitu cantik paras Rifa. Senyuman Rifa yang begitu manis membantu para penonton untuk menontonnya. “Assalamualaikum.. semua! saya akan persembahkan untuk semua” ujar Rifa berbasa-basi. Rifa pun memperlihatkan aksinya. Mata penonton tak luput dari Rifa. Mata penonton berbinar-binar. Sebagai tanda selesai dan salam, Rifa membungkukkan badannya 180 derajat. Prok.. prok.. prok… tepukan tangan berdatangann. Bunyinya nyaring terdengar.

“Aah.. Alhamdulillah, sukses juga” gumam Rifa lega seraya berkacak pinggang. “Duuh.. haus nih. Ingin minum dulu ah. Agar enjoy selalu” niat Rifa. Rifa langsung berlari menuju penitipan barang. Tangan Rifa berusaha meraih tasnya. Akhirnya, Rifa mendapatkan tasnya juga. Kret.. Rifa membuka resleting tas nya. Ketika Rifa ingin mengambil Minuman, Rifa melihat sepucuk surat sekaligus setangkai bunga mawar merah. Tiba-tiba, mata Rifa terus tertuju pada sepucuk surat itu. Saking penasarannya, Rifa segera mengambil amplop itu. Perlahan, amplop itu dibuka. Rifa pun membacanya. Senyuman Rifa semakin melebar. Tapi, surat itu tak ada namanya. Sungguh Misterius. Tetapi, disana tercantum nama “Penggemar Rahasiamu”. maka dari itu, Rifa tersenyum.

Rifa terus mendekap erat surat dan setangkai bunga mawar itu. Dijalan, Rifa bertemu dengan kakak kelas Rifa. “Cie… cie.. cie.. Rifa.. dari siapa tuh?” tanya kakak kelas Rifa. “Ehm.. enggak tahu” jawab Rifa. “Mungkin dari Wg rahadia kalii” timpal Pak Rahman. Pipi Rifa menjadui memerah. Rifa meninggalkannya. “Aduuh.. harumnya bunga mawar yang ini…” gumam Rifa. Rifa tersenyum manis. “Delia.. delia..” panggil Rifa sambil mendekati Delia. “Apa sih? kayaknya seneng gitu…” sahut Delia. “Enggak… ada surat. Katanya dari penggemar rahasia aku..” kata Rifa

Cerpen Karangan: Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Facebook: Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah

Cerpen Penggemar Rahasia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Aku Sahabat

Oleh:
“Tinna, bangun nak!” Ibu Tinna terus mengguncang guncang tubuh anak semata wayangnya itu. “Ya bu, hari ini Tinna bakal pulang telat deh kayanya bu. Nggak apa apa kan?” Tinna

Jagoan Kok Cengeng

Oleh:
Ciaaatttttt… dengan tampang masam dan melototkan mata Indra memperlihatkan jurus-jurus silat dihadapan teman-teman sekelasnya. Ayoo… siapa yang berani lawan aku tantang Indra sambil meletakan kedua tangannya di atas pinggang,

Senja Terakhir

Oleh:
Namaku Vanessa Jessica Greysce biasa dipanggil Jessace (baca: Jesech) aku punya 3 sahabat di rumah, bernama Vinka, Regina dan Emma, ketiga temanku itu sangatlah baik dan tak lupa sama

Terseret Sepeda

Oleh:
Hari minggu pagi, aku dan teman-teman saya bersepeda mengelilingi pasar. Lisa, nia, rina, rika dan ajeng itulah nama temanku. Ceritanya singkat waktu itu kami sedang asik bersepeda. Ketika aku

Penari

Oleh:
Namaku Putri Alviana, aku sering dipanggil Alvi, aku adalah seorang yang suka menari, kalau ada lomba menari, aku selalu ikut. Hari ini adalah hari pertama aku sekolah di SMP,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *