Pianis Pesimis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 26 July 2013

Rara itulah namaku, sekarang aku duduk di kelas 8, hobiku bermain piano dan juga membuat cerita cerita fiksi. Ceritanya berawal dari piano baruku yang diberikan oleh orang tuaku saat aku berumur 12 tahun tepatnya di hari ulang tahunku, sekarang umurku menginjak 14 tahun. Aku belajar piano sudah 2 tahun dan belajar secara otodidak (sendiri) dan melihat lihat video video gratis di situs video terkenal yaitu Youtube. Pertama aku bermain piano aku sangat giat berlatih karena ingin menjadi pianis terkenal seperti yang aku lihat di Youtube.
“Oh alangkah merdunya suara yang dikeluarkan oleh piano, aku jadi termotivasi untuk terus belajar dan berlatih” Kataku sambil takjub melihat pianis pianis handal yang memainkan alat musik paling romantis alias piano.

Setelah beberapa bulan berlalu aku tetap tidak bias bermain piano, “Kenapa sih aku gak bisa-bisa main piano?” protesku sambil menitikan setitik dua titik air mata. “Pokoknya aku gak mau lagi main piano, aku benci piano!” protesku sambil terus berderai air mata. Ternyata orang tuaku mendengar keluhanku terhadap piano yang telah diberikannya. “Ra, tenang mana ada orang yang baru sebulan sudah handal bermain piano? Sabar ya Ra, terus berlatih supaya kamu bisa bermain piano” Ibuku memotivasiku untuk tidak bersikap pesimis atau gampang menyerah, “Tapi bu…” protesku, “Tidak ada tapi tapian pokoknya sekarang kamu harus belajar dengan giat dan semangat!” potong ibuku.

“Akhirnya aku bisa juga memainkan lagu One Direction kesukaan di piano” kataku sambil tersenyum manis. “Pokoknya aku akan terus belajar, berlatih supaya bisa meraih apa yang aku inginkan” kataku sambil memotivasi diriku supaya tidak bersifat pesimis, tetapi harus bersikap optimis.

Dua tahun berlalu begitu cepatnya, ada suatu tanggal yang dinantikan-nantikan oleh Rara yaitu tanggal 12 Mei 2013, kenapa dia begitu menantikan natikannya?
“Ma, Pa ayo kita berangkat ke gedung Melati, nanti terlambat loh kita kan harus sound check dulu” kataku menyuruh mama dan papaku untuk bersiap pergi ke gedung melati. Aku mengadakan konser piano tunggal di gedung Melati, dan sekarang aku mau sound check dulu, jadi terus baca ke bawah lagi ya… Hehehehe 😀
“Sekarang kita akan mendengarkan alunan lagu dari Demi Lovato Heart Attack yang akan di mainkan oleh Rara si Pianis Muda Berbakat” Sahut MC dan semua penonton bertepuk tangan yang sangat meriah. Setelah beberapa jam berlalu akhirnya konserpun selesai dan alhasil Rara menjadi terkenal.

Cerpen Karangan: Dandi Tri Dirgantara
Facebook: Dandi Dirgantara
Sekarang aku kelas 9 umurku baru 13 tahun aku sudah menulis dua cerpen

Cerpen Pianis Pesimis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Little Star

Oleh:
Kumasuki ruangan gelap itu dengan hati yang berdegup kencang, suasana begitu hening. Gemetar tanganku memegang gaun, kuarahkan pandangan ke depan, dan melangkah anggun ke atas panggung. Hanya satu cahaya

Tragedi Permen Karet

Oleh:
Pernah dulu, sewaktu Frida kecil, ia mengalami kejadian yang sungguh lucu. Mau tahu? Hari minggu. Frida, mama, papa, dan Kak Fresty pergi jalan-jalan ke mall di kota tempat tinggal

Sepatu Baru Lisa

Oleh:
“Hm… sepatuku ternyata sudah rusak, oke! akan kubetulkan sepulang sekolah nanti!” gumam Lisa sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke kelas. “Eh, Eh!, lihat deh, tuh si Lisa!, sepatunya

Asal Mula Telaga Warna

Oleh:
Dahulu kala, hiduplah seorang raja dan permaisuri yang belum dikaruniai anak. Padahal, mereka sudah menunggu selama bertahun-tahun. Akhirnya, sang raja memutuskan untuk bertapa di dalam hutan. Ia terus berdoa

Cindera Mata Dari Vania

Oleh:
Malam itu Isha sedang melamun karena dia bersedih tentang penyakit kankernya yang semakin menyebar ke seluruh tubuhnya. “Sha… kenapa kamu melamun nak” tanya Mama. “Gak papa kok ma, oh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *