Prakasa Yang Perkasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 April 2019

Bahagia’. Mungkin itu perasaan yang tak lazim dirasakan oleh seorang laki-laki yang bernama Prakasa. Bahkan saat dia berumur 7 tahun saat masih kelas 1 SD, ayahnya yang sangat dia sayangi sekaligus teman humornya tak dapat berlawak bersama lagi dengannya karena nikotin rokok yang membuat ayahnya tak bisa berbicara lagi dan meninggal 3 tahun kemudian setelah sakit-sakitan.

Prakasa tinggal bersama ibu, kakek dan kakak kandungnya Tegar. Prakasa adalah murid berprestasi di sekolahnya dan selalu menjadi juara kelas tetapi dia tidak begitu senang karena di waktu siswa yang lain mengambil rapor bersama ayah dan ibunya, Prakasa hanya mengambilnya sendiri Karena ibunya sibuk dengan pekerjaannya sebagai karyawan, kakeknya sudah terlalu tua sampai tak mampu pergi ke sana, dan Tegar juga mengambil rapor untuk dirinya sendiri di SMA.

Tetapi berbeda di hari pelulusannya dimana ibunya berjanji akan datang yang membuat dia gembira. Setelah mengambil rapor Tegar, ibu Prakasa lanjut ke sekolah anak bungsunya itu. Prakasa terus menunggu ibunya di depan gerbang sekolah dengan sumringah tanpa henti.

1 jam berlalu, ibunya belum datang pula sampai ibu gurunya sudah menyuruh Prakasa untuk masuk tapi Prakasa berkata “sebentar lagi bu, ibu saya pasti sudah dekat!” Ibu gurupun berkat “ya sudah, ibu temani daripada kamu sendiri” dengan tutur yang lembut.

5 menit kemudian, Ibunya menelepon dan prakasa berkeras “ini bu liat, ibu saya telepon! ibu pasti mau bilang kalau dia sudah dekat!”. Saat mengangkat telepon tersebut bukan ibunya yang mengangkat tetapi orang lain yang berkata bahwa ibunya kecelakaan yang membuat moodnya berubah 180 derajat.

Semenjak itu hidup mereka sangat susah. Ayahnya sudah tiada, ibunya mendekam di rumah sakit dengan biaya yang tinggi, Tegar yang masih mencari kerja, dan kakeknya yang hanya pensiunan dengan gaji yang sedikit. Karena kekurangan dana itulah meskipun masih SMP, Prakasa sudah bekerja sebagai pelayan di warung mie ayam namun kakaknya masih pengangguran, aneh bukan?, Kerjanya ia lakukan setelah pulang sekolah. Cara agar bisa sekolahpun dengan mengandalkan Beasiswa.

Meskipun kehidupan Prakasa sangat berat dan menyedihkan, Ia tidak pernah mengeluh dengan keadaan dan selalu mencari jalan keluar setiap masalah, bukan malah bunuh diri. Bunuh diri bukan jalan terbaik meski apapun hadangannya. Kata-kata klise memang terkadang tetap dibutuhkan untuk motivasi meskipun terdengar pencitraan namun begitulah adanya.

Cerpen Karangan: Fadel Mi’raj Ansar
Blog / Facebook: FA Kazama
Nama: Fadel Mi’raj Ansar
Ttl: Palu, 15 Oktober 2001
Kelamin: Laki-laki
Tinggi: 165 cm (masih bisa naik)
Berat: 65 Kg (masih bisa turun)
Domisili: Palu, Sulawesi Tengah
Kesukaan: Futsal, menyanyi (rap)
Cita-cita: di panggil timnas Indonesia

Cerpen Prakasa Yang Perkasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sisi Lain Dari Sebuah Cerita

Oleh:
“Mbak dian.. cepetan bangun. Kamu gak sekolah? Udah jam berapa ini?!” Teriakan itu sukses menghancurkan mimpi indahku. Padahal aku baru saja bertemu Shawn mendes di mimpiku, tapi seolah tiba-tiba

Jesseline

Oleh:
Hai.. Aku Clarine, siswa terfavorit di Manchester Education School. Ya, kalian tahu? Aku adalah seorang siswa yang sangat dibanggakan di sekolah ini. Ya, sepertinya aku segalanya. Aku juara satu,

Cinta Raya

Oleh:
“Udah malem banget, cara satu-satunya kita terjun dari gedung ini. Gue rasa malem ini gak bakal banyak orang yang lalu lalang disini. Kali ini gue rasa kita bakal berhasil”

Detektif Love

Oleh:
Keheningan menjadi penguasa ruangan, semuanya sibuk mengotak-atik ponsel masing-masing, maklum lah anak-anak kos. sore ini aku ada janji untuk pergi jogging bersama pacarku, jam sudah menunjukkan angka 15:00. tapi

Berawal Dari Masa Lalu

Oleh:
Aku beranjak dari tempat tidurku kulihat jam menunjukan pukul 06.15 aku segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Hari ini adalah hari pertamaku masuk di sekolah baruku, aku dan keluargaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *