Pungguk Merindukan Rembulan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 February 2018

Riuh para penonton masih terdengar sayup sayup, para peserta lomba komat kamit memberikan penampilan terbaik mereka, mereka adalah orang orang beruntung yang bisa mengikuti perlombaan tersebut.

Kapan aku bisa berada di atas panggung itu? Kapan namaku bisa terpanggil seperti itu? Ingin sekali rasanya ketika itu aku berteriak sekuat kuatnya, air mata ini sangat sulit untuk kutahan.

Peratanyaan mulai berkecamuk di pikiranku, kapan? Kapan aku bisa membuat kedua orangtuaku bangga melihatku mengikuti lomba membaca kitab kuning?

Ya itulah kegalauan hati yang kualami sekarang, kawan.. kegalauan ini bukan masalah cinta atau pun harta, tapi ini adalah kegalauan tentang harapan yang kata orang orang mustahil dapat kuraih, mungkin kegalauan ini belum pernah kualami sebelumnya. Apakah aku hanya sebagai pungguk yang merindukan rembulannya? Ya mungkin sekarang aku layaknya seorang pungguk yang tidak akan bisa meraih rembulannya, hahaha bagaimana mungkin orang yang bodoh sepertiku bisa mengikuti perlombaan itu, orang yang belum tentu naik kelas.

Kalian tahu teman? Sekarang aku divonis oleh seorang guru bahwa aku tidak bakalan naik kelas kalau tidak bisa baca kitab kuning, pernyataan itu seketika menghantam hatiku sangat kuat, hancur bekeping keping, perih sekali, yaa inilah aku orang yang paling bodoh yang terpeleset masuk ke dalam lokal orang pintar.

Pernah suatu ketika saat belajar seorang guru mengatakan bahwa aku adalah sebuah “antimun bungkuak” itu adalah kata kata kiasan yang sering digunakan untuk orang yang tidak menjadi perhitungan sama sekali. Lengkap sudah mereka menghancurkanku dengan perkataan itu, tapi satu hal yang tak akan pernah hancur dalam diriku, satu hal yang tak akan pernah berajak pergi, ya itu adalah kemauan, kemauanku tak akan pernah hancur untuk menjadi yang terbaik, malahan dengan semua ini aku menjadi termotivasi untuk mengembalikan perkataan mereka.

Memang sekarang aku layaknya sebuah sampah yang hanya dipandang dengan sebelah mata atau mungkin tak akan pernah dipandang sama sekali, tapi aku yakin suatu saat nanti sampah ini akan didaur ulang dan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tidak ada kata mustahil jika allah menghendaki, bahkan jika allah mengizinkan, seorang pungguk akan bisa meraih rembulannya kalau seorang pungguk itu mau berusaha dan tidak hanya pangku tangan saja, toh kebanyakan orang orang yang berhasil berasal dari kalangan sepertiku.

Dengan bermodalan bismillahirrahmanirrahim dan keinginan yang kuat, saya akan menunjukkan kepada dunia bahwa saya bisa melakukan hal yang mereka anggap mustahil.. Kita tunggu tanggal mainnya kawan.

Cerpen Karangan: Syarifah History Noversya
Facebook: Syarifah Histori Noversya

Cerpen Pungguk Merindukan Rembulan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Can’t Be Special For Him

Oleh:
Tak pernah aku semangat seperti ini berada di sekolah. Entahlah. Kurasa ini tak wajar. Aku merasa, ada seseorang, yang membangkitkan semangatku, yang menjadi mood booster, yang, entahlah, mungkin yang

Gengsi

Oleh:
“Tiap hari aku membayangkan kamu, Nadin Dinda Syafitri. Senyuman bibir merah itu, tatap manja itu, desah nafas saat kamu kedinginan, wajah memelasmu menahan ngantuk, hangat genggaman tanganmu, semuanya. Semakin

Kodok Jelek

Oleh:
Suatu hari dipagi yang cerah, terlihat seorang gadis cantik. Dia bernama natasya yang biasa disapa dengan tasya. Gadis ini terlihat sedang mengamati beberapa pasang burung yang sedang berada di

Harapan Kosong

Oleh:
Angin malam senantiasa menyentuhku yang tengah sendiri dalam naungan pohon mangga ini. Melamunkan kisah indah yang dulu sempat terlukis namun pahit pada akhirmya. Flashback Aku sudah menyukainya dari dulu.

Ya Sudahlah

Oleh:
Aku begitu putus asa saat ini. Ingin rasanya bunuh diri. Aku hidup atau mati pun gak berpengaruh banyak bagi orang lain. Alasanku ingin mati yang pertama aku sangat obsesi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *