Rasa Mimpi Semalam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 July 2020

Kriinngg… Kriiingg… Dering alarm dari handphoneku berdering membangunkanku tepat pukul 05.00 pagi. Aku pun terbangun lalu menjernihkan pikiran, kuusap dahi yang berkeringat ini aku sadar aku mendapat mimpi yang menakutkan tadi malam tapi semuanya masih samar samar kuingat, aku pun bangun dan beranjak ke kamar mandi sambil mengumpulkan semua ingatan akan mimpi semalam karena penasaran. Benar benar lupa “ahh sudahlah aku tidak ingin mengingatnya” ucapku dalam hati.

Sudah pukul 06.15 waktunya aku berangkat sekolah, dengan mengendarai sepeda motor aku menempuh jarak kurang dari satu kilometer. Setibanya di sekolah aku harus mempersiapkan diri untuk tugas kelompokku hari ini, aku masih kelas satu SMA aku belum terlalu mengenal teman sekelasku terlebih lagi aku seorang yang introvert, sangat sulit mendapat teman walau mereka tahu aku selalu juara satu, mungkin mereka menganggapku membosankan.

“Fajar, kamu kan ketua kelompok kamu nanti yang presentasinya ya kamu yang paling menguasai materi” ucap Adit teman sekelompok sekaligus teman sebangkuku, “Menurut yang lain gimana? Ada yang mau presentasi mungkin?” tanyaku kepada semua rekan sekelompok. Mereka pun menggelengkan kepala dan otomatis akulah yang akan mewakili mereka semua.

Bahasa Inggris tidak masalah bagiku karena aku sangat suka pelajaran Bahasa Inggris tapi masalahnya adalah tampil di depan banyak orang, selalu gagal jika aku jadi pusat perhatian, aku sebenarnya tidak mau presentasi tapi aku juga tidak bisa menolak, aku mungkin akan membunuh timku sendiri.

Tengg… Tenggg… Bel tanda masuk berbunyi, sekarang waktunya pelajaran Bahasa Inggris, aku hanya bisa menghela nafas dan mempersiapkan diri untuk presentasi. Lagi dan lagi aku mungkin sudah membolak balikan buku materi puluhan kali, bahkan ratusan kalipun otakku tak akan menerima semua yang kubaca karena aku tidak fokus. Mataku terus melirik kedua arah, yaitu ke arah kertas materi serta pintu kelas yang tertutup rapat, sudah pukul 07.15 tapi Pa Andy belum juga datang, ketidakpastian kehadirannya malah membuatku tambah frustasi dan gugup.

“Kemana jar?” tanya Adit yang penasaran melihatku beranjak pergi, “Ke toilet dulu dit” jawabku padanya. Aku memutuskan ke toilet untuk menenangkan pikiranku karena tidak bisa fokus, jarak toilet dan kelasku memang sedikit jauh makanya aku harus berjalan cepat. Kutelusuri koridor yang panjang dan tak berkelok ini, Koridor ini sedikit gelap karena berada tepat di bawah gedung bertingkat, hanya mengandalkan cahaya lampu. Tiba tiba aku teringat akan mimpiku semalam.

Seperti dejavu aku ingat dalam mimpi tadi aku juga berjalan di koridor yang gelap. Saat itu aku terus berjalan sampai aku berhenti di perempatan koridor, aku menengok ke arah kanan dan kulihat disana ada singa yang sedang menunggu gunung emas kutengok ke sebalah kiri disana juga ada harimau yang menunggu setumpuk uang. “Apa ini, Dimana ini?” tanyaku dalam hati, aku memutarkan badan dan melihat keseliling “Hello..” teriakku kencang disertai gema tapi tak ada jawaban. Aku mulai ketakutan aku sungguh bingung dengan situasi ini yang kupikirkan saat ini hanya ingin segera pergi dari tempat asing ini, tapi mana jalan yang harus kutempuh di depan dan di belakangku gelap sedangkan di kedua sisiku ada hewan buas.

Aku duduk dan terdiam untuk puluhan menit karena aku bingung. Aku memandangi kumpulan emas serta singa itu, aku membayangkan jika aku memilikinya aku akan memberikannya kepada ibuku, lalu aku juga memandangi setumpuk uang yang dijaga harimau itu, aku sangat ingin memilikinya, aku bisa melunasi hutang bapak serta aku bisa membiayai kuliahku sendiri, “tapi apa aku bisa melewati kedua hewan buas ini” tanyaku ragu, lalu aku mulai memikirkan beberapa cara untuk mendapatkan emas serta uang itu.

Aku mencari sesuatu benda yang bisa menolongku, aku melihat ke seluruh ruangan namun tak kudapati apapun, aku pun nekat mendekati harimau itu dengan tangan kosong tapi aku gagal karena takut akupun lari ke tempat awal ku sembunyi, lalu aku mendekati singa itu mencoba mengambil emasnya aku pun gagal lagi saat singa itu menatap ke arahku, aku langsung lari.

Aku pun memutuskan untuk menyerah, aku mendongakkan kepala ke atas karena putus asa dan lelah, aku melihat sebongkah daging segar menggantung di atas, aku mulai berpikir untuk menjadikan daging ini umpan tapi bagaimana caranya pikirku kebingungan. Setelah berpikir cukup lama aku pun menyerah aku harus keluar dari tempat ini dan aku tidak mempedulikan lagi dua benda berharga itu, aku memutuskan untuk memilih jalan gelap yang ada di depanku, sambil meraba tembok yang ada di sisiku aku terus berjalan dan berjalan. Sangat hening, tak ada suara apapun kecuali langkah kakiku, otakku pun fokus pada suara langkah kaki yang kubuat.

Duuukk.. Duuuukk.. Duuukk.. Suara langkahku pelan. Duk.. Duk.. Duk.. “Siapa itu” teriakku, aku mendengar suara langkah kaki menuju ke arahku, langkahnya sangat cepat dan terdengar sangat menakutkan. Tanpa ragu aku pun berlari dan terus berlari tapi aku juga terus dikejar olehnya, aku tidak tahu dia siapa tapi aku takut kepadanya.

Kakiku lelah, badan ku pun sudah basah oleh keringat, aku tidak tahu sampai kapan aku harus berlari dan tempat ini masih gelap seperti tadi. Lalu disaat aku berlari aku mendengar suara seperti alarm yang setiap subuhnya aku dengar, hatiku sedikit lega disaat itu juga aku melihat setitik cahaya “itu jalan keluar” ucapku dalam hati. Tanpa ragu aku terus berlari menuju cahaya itu dan akupun sampai. Saat aku tiba di cahaya kecil itu aku berada di tempat tidurku, aku mengusap keringat di dahiku dan saat itu aku lupa semua tentang mimpiku.

Dari mimpi itu aku sadar aku harus menghadapi ketakutanku untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Harimau dan singa sebagai tantangan, dua benda yang mereka jaga sebagai kesuksesan, daging segar yang menggantung adalah sebuah pertolongan tuhan, jalan gelap adalah sebuah keputus asaan serta orang yang mengikuti kita adalah sebuah penyesalan tiada akhir akan kesempatan yang telah kita sia siakan karena kita tidak berjuang dengan benar.

Sekarang di kehidupan nyata aku harus mengalahkan singa serta harimau itu, yang tak lain adalah ketakutanku sendiri agar aku bisa mendapatkan emas serta uang yang mereka jaga, aku tidak boleh jadi pengecut seperti di mimpiku.

“Giliran kelompok kita jar” Ucap adit menyemangati. “Aku akan berikan yang terbaik untuk tim kita” kataku, dalam batinku aku berujar “aku tidak gugup”. Aku akan berikan yang terbaik atas semua yang aku kerjakan, hal besar ataupun hal kecil, sulit ataupun mudah, hidup ini selalu ada tantangan tapi juga selalu ada pertolongan tuhan.

Tamat

Cerpen Karangan: Annisa Azhari
Blog / Facebook: An-nisa Azhari

Cerpen Rasa Mimpi Semalam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Scouts Selamanya (Part 1)

Oleh:
Suara adzan subuh bergema, begitu juga dengan suara alarm handphone yang berdering memecah telinga seisi tenda, sontak semua terkejut, mereka meraba ke sana ke mari mencari di mana sumber

Apa Sih Cinta? (Part 3)

Oleh:
“Hargai cinta yang datang, agar tak ada penyesalan. Waktu terus berjalan tanpa kau sadari. Jadikan dia sebagai kenangan indah.” “Gue gak tau kenapa Vino kayak gitu.” bisik Chika, mereka

Cinta Setelah Hujan

Oleh:
Hujan deras sepulang sekolah, Dini berteduh di bawah pohon beringin yang besar dan rimbun. Tubuh mungilnya menggigil, perlahan seragam yang ia kenakan mulai basah. “Hachih…” Dini pun mulai bersin-bersin

Mata Najwa

Oleh:
“Baiklah anak-anak. Hari ini kita akan bermain olahraga kasti! Setuju?”, tanya pak guru. “Setujuu!”, “Pak, kasti itu melelahkan!”, “Nanti ketek saya tambah bau, pak”. Langsung saja berbagai respon dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Rasa Mimpi Semalam”

  1. Dinibel says:

    Bermakna sekali ceritanya, apalagi di kemas dalam penyampayan yang menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *