Saat Nisa Mengatakan Bisa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 17 May 2013

Cempreng Dan Cuek itulah karakter utama dari seorang Nisa.. Siswa yang mempunyai Cita-cita Yang tinggi Ingin menjadi sastrawan Yang sukses.. Namun Keinginan Itu Haruslah ia pendam Karena Takut ditertawai Oleh Teman-temannya. Sebenarnya untuk Nisa Sendiri Ia tidak pernah Merasa minder Terhadap temannya Karena Memang Ia bukanlah Siswa yang terlalu Bodoh di kelas Namun Ia hanya tidak Ingin Di anggap Memiliki Cita-cita yang terlalu tinggi seperti sebuah rabitah yang hanya merindu tuhannya.

Yah, Nisa Siswa Yang sekarang sudah duduk Di kelas X SMA RSBI Ini memang sangat mencintai pelajaran Bahasa indonesia.. Namun terkesan tidak Menyukai pelajaran Berhitung karena Merasa Otaknya Akan puyeng jika Berhitung..?
Namun Ada satu Yang membuat Gadis ini tidak di sukai Oleh temannya Ia terkesan Cuek Pada setiap Orang, Ia hanya Mau Berbicara Pada Orang-orang Yang memiliki kepentingan dengannya, Sehingga Ia Hanya Di kenal Oleh teman satu kelasnya saja..

Hari Ini Nisa Akan Belajar Bahasa Indonesia, Seperti biasa Gadis Itu sudah menyiapkan buku Bahasa indonesia sastra Andalannya. Pada saat Pak Arman masuk, Guru itu menyampaikan Informasi Bahwa Di sekolah Ini akan di adakan Lomba Membaca Puisi.. Dan kriterianya yaitu setiap siswa berhak Mengikutinya asal dia memiliki bakat di bidang Puisi. Selanjutnya Pak Arman Juga menjelaskan Bahwa Waktu Lombanya 3 minggu dari sekarang dan yang ingin mendaftar pak arman selalu siap di Kantor. Adapun syarat yang lainnya harus membawakan 2 Macam puisi, pertama puisi pahlawan dan kedua puisi Bebas. Namun Puisi Bebas Itu harus di karang sendiri Oleh peserta. Mendengar itu Nisa sangat Tertarik untuk ikut namun ia takut bila Ia Gagal dan bila di tertawai temannya Jika ia mendaftar nantinya..

Saat jam istirahat Nisa Masuk Ke Library Dan mencari buku sastra Indonesia, Namun Ia menemukan satu Buku yang sampul depannya berjudul “kata dan motivasi” Ia sangat Tertarik Dengan Buku itu dan Ia meminjamnya Lalu membawanya Pulang..

Malam Harinya Ia Membuka Buku itu Dan membacanya Tanpa sengaja Ia membaca Kata Motivasi Halaman 9 yaitu “seseorang yang gagal bukanlah seseorang yang sudah mencoba namun tidak berhasil melainkan seseorang yang takut mencoba karena takut tidak berhasil” membaca kutipan itu Nisa jadi mengerti dan ia keliru pada dirinya sendiri.. Menurutnya Mengapa ia menjadi Penakut seperti itu Bukankah dirinya memiliki keinginan yang tinggi di bidang sastra dan bukankah saatnya ajang pembuktian Kepada temannya siapa sebenarnya Nisa? Mengapa Ia Harus takut Bukankah Ini akan ia jadikan Pengalaman.

Pagi Harinya Tanpa sepengetahuan Temannya Ia mendatangi Pak Arman Dan mengambil formulir itu.. Nisa mengatakan Pada Pak Arman Bahwa Ia akan Mengembalikan Formulir itu Besok pagi.. Nisa Mengambil formulir tanpa sepengetahuan siapapun Bahkan Ia pun merahasiakaanya dari Orang Tuanya.. pagi sekali nisa mengembalikan Formulirnya.. Dan Pak Arman Bertanya Pada Nisa
“Apa judul puisinya Nak,?” Tanya pak Arman
“belum Tau Juga Pak saya, baru berencana Mencari-cari di buku kumpulan puisi dan internet” kata Nisa
“nak Kamu Baru kelas X.. kamu memiliki banyak saingan dari kakak kelasmu yang sudah agak senior, Apa kamu siap?”
“Insya Allah Pak, karena tuhan tidak akan memberikan harapan tanpa kepantasan untuk menggapainya”
“Memang Apa harapanmu Nak,?” Tanya Pak Arman Lagi
“Harapan saya, saya ingin mengembangkan bakat yang ada pada diri saya. ”
“Iya bapak yakin kamu bisa”
“Terima kasih Pak.. saya Permisi dulu “
“Iya silahkan “

Nisa Diam-Diam Kagum Pada guru bahasa indonesianya Itu selain Gurunya itu masih muda dan berbakat, ia Juga sangat Menguasai Sastra.
Malam Harinya Nisa mengarang Puisi, Ia mengarang Puisi tentang KRITIKAN yang berjudul SANG PEMIMPIN 2. Tiga hari ia mengarang puisi itu, akhirnya Puisi itu pun selesai, Barulah setelah itu ia memberitahukan pada ibunya jika ia ikut lomba puisi di sekolahnya.. Ibunya Pun bangga Pada Nisa Dan mengatakan bahwa mendukung keputusan nisa.. Selama berminggu-minggu nisa latihan di depan cermin, di kamar dan di temapat sunyi lainnya.. dan selesai sholat nisa selalu berdoa supaya di berikan kelancaran saat ia tampil nantinya.

Pada hari Senin seminggu sebelum Lomba diadakan Nama-nama yang akan mengikuti Lomba sudah terpangpang di Mading sekolah.. Nisa pun Melihat informasi di dinding Bahwa Ada 40 lebih siswa baik perempuan maupun laki-laki yang berpartisipasi mengikuti lomba itu bahkan teman kelas Nisa saja Ada 2 orang yaitu Winda dan Chya… Nisa sempat kaget pasalnya Mereka Juga adalah Orang-orang yang hebat, Namun nisa tetap percaya diri.
Winda dan Chya Juga Baru tau Bahwa Nisa mendaftar lomba itu.. Bahkan Teman Nisa Banyak Yang mandangnya remeh karena Menganggap Nisa tidak Mampu karena suaranya Yang cempreng. Namun, Nisa tidak Memperdulikannya.

Tibalah Saat Lomba Di mulai Nisa mencabut Nomor peserta Ke 16 menurutnya itu Nomor yang baik karena tidak terlalu lama menunggu untuk tampil.. bahkan Chya mencabut Nomor peserta Ke 5.. sudah begitu banyak Peserta yang tampil, Melihat Saingannya Yang begitu Hebat Nisa Mulai Down Namun Ia Tetap Bersikap Biasa-biasa saja.. Dan pada saat Peserta Ke 15 Tampil Nisa jadi deg-degan.. Dalam Hati Nisa mengatakan BISA-BISA dan BISA… pada saat Dirinya Tampil Nisa Tiba-tiba berubah Menjadi Percaya Diri. Ia seolah menganggap Bahwa Ialah Pemenangnya..
Diapun Mulai Berpuisi.. Saat Ia mengucapkan Kalimat Pertamanya temannya pun kagum pada nisa, Teman Nisa terSenyum Melihat Bakat yang ada pada diri Nisa dan Merasa Malu karena telah mengejek Nisa.
Puisi Pertama Telah selesai Ia membawakan Pusi Karya sastrawan CHAIRIL ANWAR yang berjudul DIPONEGORO. Dan Puisi Keduanya yaitu sang pemimpin karyanya sendiri.

nisatul ulya dalam tulisan penanya
sang pemimpin
sang pemimpin!!! baju rapi lengkap denga dasi
sepatu mahal bagus dan mengkilap
kerja dari rapat satu ke rapat yang lain
mengejar kenaikan pangkat dan jabatan

Itulah setengah Kutipan Puisi Nisa yang ia bacakan dan membuat Temannya Kagum dan tersenyum pada Nisa. Setelah semua peserta telah tampil, ketua panitia yang tak lain pak arman mengatakan bahwa pengumuman Pemenangnya 3 hari setelah Acara Ini.

Setelah 3 hari Semua peserta dikumpulkan di lapangan Dan pak arman mengatakan Bahwa pemenang Lomba Ini akan diumumkan sampai juara 3.. Namun Juara 1 ada dua orang.. semua peserta antusias tanpa terkecuali guru-guru dan Semua Siswa Yang ada di sekolah itu.
“Dan tibalah acara yang di tunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang Lomba puisi” Kata pak arman
“Dan pemenang Juara 3 Adalah SALSA dari kelas XI IPA 1.”
Semua peserta bertepuk tangan dan Sepertinya Kakak salsa begitu Bahagia.. aku jadi down lagi, juara tiganya saja Sudah kelas XI apalagi Nanti juara 1 dan 2 nya.”
“Pemenang Juara 2 adalah NISATUL ULYA Dari kelas X.2”
Saat Itu Juga aku menangis aku hampir tidak percaya aku bisa menyisihkan lawanku yang semuanya hebat-hebat.. aku bisa membuktikan pada temanku siapa aku.. aku tidak akan di anggap remeh lagi oleh mereka semua.
“Selanjutnya Juara pertama adalah PUTRI Dari kelas XI IPA 2 dan INDAH dari kelas XII IPA 1. Dan untuk menyerahkan hadianya BAPAK KEPALA dengan Hormat disilahkan”

Penyerahan pun selesai dan akhirnya acara itu pun ditutup. Setelah itu aku mendadak Di kenal karena kakak kelas kuu Penasaran Ingin melihat Wajah anak ku yang menjadi pemenang itu.. sepulang sekolah ibuku memelukku dan tersenyum bangga padaku..

Malam Harinya Aku membuka Hadiah itu, Sebuah Flash Disk Dan satu buah Buku diary yang dibelakang buku itu tertulisi Kata Motivasi
“selamat atas juara 2 lomba baca puisi”
“salah satu hal terbaik dalam hidup adalah melihat senyum di wajah orang yang kita sayangi dan menyadari bahwa kitalah yang menjadi alasan mereka tersenyum”
Kututup buku itu sambil tersenyum dan Mengatakan Nisa Kamu BISA..

KETERANGAN:
1. Kutipan itu merupakan Inspirasi Dario Mario Teguh
2. Judul puisi Itu diambil dari buku
3. Puisi itu di ambil dari buku dengan pengubahan

Cerpen Karangan: Nur Faisah
Facebook: Nur Faisah Mansur
SMA NEGERI 1 TELLU SIATTINGE
Saya sangat mencintai sastra.. Inilah salah satu alasan saya menulis cerpen ini..

Cerpen Saat Nisa Mengatakan Bisa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Oemar Bakrie

Oleh:
Guru, sebuah profesi yang jarang diminati karena gajinya yang sedikit, sedangkan biaya kuliahnya cukup mahal, itulah pandangan masyarakat terhadap guru, begitu juga menurut Anto Mulyanto, dia begitu menyesal menjadi

Sang Penulis

Oleh:
Namaku Ririn, sejak kecil aku tak pernah memiliki impian sama sekali. Yah itu karena aku tidak memiliki Ayah maupun Ibu. Aku hanya suka bermain, bolos sekolah dan tidak peduli

Jendela Cerita Menembus Mimpi

Oleh:
Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala tetap dipuja-puja bangsa Serentak puluhan suara menggemakan sebuah ruangan dari sudun ke sudut, ribuan tepuk tangan pun

Mencontek

Oleh:
Ica tertidur pulas saat Bu Stella menjelaskan pelajaran-pelajaran IPA. “Ca! Bangun Ca!” Bisik Siska membangunkan Ica. “Iya-iya aku bangun..” Jawab Ica dengan mengantuk. “Anak-anak! Sekarang ibu akan beri kalian

Panggil Aku Pahlawan Penghianat

Oleh:
Ribuan, bahkan jutaan manusia memenuhi Taman Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sukamenang. Sebuah Desa yang berada di ujung Negeri Indonesia. Puluhan orang yang menggotong keranda kematian, saling silang untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *